RSS

Tag Archives: telaga warna

Liburan yang menyegarkan ke Dieng

Kawah Sikidang

Alhamdulillah kali ini kita bisa liburan lagi ke Dieng. Walaupun ini bukan pertama kalinya kesana, tapi menjadi berbeda karena kali ini kita berencana untuk menginap. Berangkat dari rumah Sabtu pagi sampai Dieng siang menjelang sore. Suhu di sana sangat dingin, karena dataran tinggi Dieng ini berada kira-kira 2,000 meter di atas permukaan laut. Kita langsung menuju ke objek wisata yang terdekat yaitu Komplek Candi Arjuna. Di sana sedikit gerimis, tapi tidak menyurutkan kita untuk eksplor tempat bersejarah ini.

Tiket masuk ke Komplek Candi Arjuna sangat terjangkau hanya Rp 15,000 per orang, anak-anak tidak dihitung. Karena ini komplek, jadi di sana ada beberapa candi. Diantaranya Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Gatotkaca dan masih ada lagi beberapa candi lainnya. Saat kita di sana ada beberapa candi yang sedang dipugar. Lokasi sekitar candi sangat bersih, asri dan sejuk. Dari lokasi candi kita juga bisa melihat pemandangan pegunungan hijau yang terhampar di sekelilingnya.

Dari Candi kita langsung menuju ke Kawasan Dieng Plateau. Tiket masuk kawasan ini juga sangat terjangkau hanya Rp 10,000 per orang, sekali lagi anak-anak tidak dihitung. Objek yang terdekat dari loket adalah Telaga Warna, tapi karena sudah sore objek-objek wisata di sana sudah tutup. Sesuai informasi dari petugas, tiket ini masih bisa digunakan hari berikutnya. Tiket sudah termasuk tiket gratis ke Dieng Plateau Theater dan Tuk Bima Lukar.

Komplek Candi Arjuna

Akhirnya kita putar balik dan mulai mencari penginapan. Di sepanjang jalan dari Kawasan Dieng Plateau menuju Komplek Candi Arjuna ada banyak sekali penginapan, hotel atau homestay. Kita coba masuk satu per satu, tapi ternyata hampir semuanya sudah full booked. Sebenarnya masih ada beberapa yang kosong, tapi sayangnya kita kurang cocok. Hopeless sudah malam belum juga dapat penginapan, sampai akhirnya bertemu dengan seseorang yang menawarkan untuk membantu mencarikan homestay.

Alhamdulillah masih rezeki kita, akhirnya dapat homestay yang cocok. Walaupun lokasinya tidak di pinggir jalan raya, tapi masih dekat hanya masuk gang kira-kira 30 meter. Namanya Homestay Cemara milik Ibu Kristina, lokasinya ada di Gang Harmoni. Rumah Ibu Kristina ini tidak telalu besar, ada 2 lantai. Lantai 1 untuk garasi, lantai 2 untuk penginapan. Lantai 2 ini ada 2 kamar tidur (masing-masing 1 bed ukuran 160×200), kamar mandi dengan air hangat, ruang TV, balkon, dapur lengkap dengan peralatan masak (kompor, magicom, panci, dll), peralatan makan (piring, gelas, sendok, garpu), dispenser, gula, teh, kopi dan bumbu dapur.

Gang Harmoni (lokasi Homestay Cemara)

Di depan ruang TV juga disediakan 1 bed (ukuran 160×200) dan 1 sofa bed yang bisa dibuka dan difungsikan sebagai tempat tidur. Untuk selimut tidak usah khawatir karena Ibu Kristina menyediakan selimut yang super tebal dan juga jumlahnya banyak. Dan yang paling penting Homestay Cemara ini bersih dan pemiliknya sangat ramah. Masih ada satu lagi fasilitas yang bisa kita pakai yaitu wifi. Harganya juga terjangkau sesuai dengan fasilitasnya. Jadi sangat recommended.

Homestay Cemara

Malam hari kita jalan-jalan keluar sekalian mencari tempat makan. Ada beberapa tempat makan yang buka dan pilihan kita jatuh ke Warung Gubuk Bang Jarwo. Tempatnya kecil tapi ramai pengunjung. Harganya terjangkau dan rasanya lumayan enak. Tapi karena pengunjungnya banyak jadi penyajiannya cukup lama.

Daftar Menu Gubuk Bang Jarwo

Esok harinya sesuai dengan rekomendasi dari Ibu Kristina, kita mendaki ke Bukit Skoter yang letaknya dekat dengan homestay. Puncak Skoter ini bisa dilihat dari balkon homestay Cemara. Kita berangkat pagi kira-kira jam 05.15, jalan kaki melewati pemukiman penduduk. Lepas dari pemukiman mata kita akan dimanjakan dengan hamparan hijau lahanΒ  pertanian penduduk setempat. Sebagian besar penduduk di sana menanam kentang dan sayur-mayur lainnya seperti kubis, wortel, dan di bagian pinggir lahan banyak ditanami pohon carica yang mirip sekali dengan pepaya. Carica biasanya diolah dan dikemas menjadi oleh-oleh khas Dieng.

Tanaman kentang dan carica di sepanjang perjalanan menuju Bukit Skoter

Sampai di puncak bukit Skoter sudah ada beberapa orang di sana, tapi belum ramai. MasyaAllah pemandangan dari atas bukit ini sangat indah, kita seperti berada di atas awan. Udaranya sangat sejuk dan segar. Puas di puncak skoter kita kembali ke Homestay untuk mandi dan sarapan pagi. Kita putuskan langsung checkout, agar tidak bolak balik, setelah dari lokasi wisata bisa langsung pulang.

View dari perjalanan menuju Bukit Skoter

Lokasi tujuan kita yang pertama adalah Dieng Plateau Theater. Di sana sudah ramai pengunjung, tapi alhamdulillah begitu kita sampai langsung bisa masuk theater tidak perlu menunggu lama. Di dalam theater kita bisa melihat film tentang dataran tinggi Dieng, film ini menceritakan sejarah, geografis dan budaya yang ada di dataran tinggi Dieng. Durasi film kira-kira 30 menit.

Dieng Plateau Theater

Lokasi tujuan yang kedua yaitu Kawah Sikidang. Lokasinya cukup dekat dengan Dieng Plateau Theater. Tiket masuknya Rp 15,000 per orang, tapi ternyata karena kita kemaren sudah ke Komplek Candi Arjuna jadi tidak dipungut biaya lagi alias gratis. Masuk ke kawasan wisata kita harus jalan kaki melewati pasar, dan di sepanjang jalan menuju kawah ada banyak penjual yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Dieng seperti sayur-mayur, aneka macam keripik, carica, kaos atau sweater, dll.

Spot foto dengan burung hantu di Kawah Sikidang

Di dalam lokasi Kawah Sikidang ada banyak spot-spot foto yang sepertinya dibuat oleh penduduk setempat. Untuk bisa foto di sana kita diminta membayar seikhlasnya atau ada juga yang mematok harga Rp 2,000. Bisa juga foto dengan kuda atau burung hantu, dengan biaya sewa Rp 5,000 per orang.

Spot foto dengan kuda di Kawah Sikidang

Sebenarnya masih banyak lokasi wisata lainnya, tapi karena waktu yang terbatas kita terpaksa langsung pulang. Agar suasana berbeda untuk rute perjalanan pulang kita melewati Perkebunan Teh Tambi. Jadi di sepanjang perjalanan pulang-pun mata kita tetap dimanjakan dengan hamparan hijau kebun teh dan udara yang segar.

Kalau Anda bingung liburan nanti mau kemana, Dieng bisa menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang terjangkau. Jangan lupa persiapkan perbekalan yang cukup terutama baju tebal. Semoga cerita perjalanan kita bisa menjadi referensi untuk kunjungan Anda ke Dieng.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 28/03/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,