RSS

Category Archives: Wisata

Jepara pilihan liburan selain Jogja dan Solo

Bulan April 2017 benar-benar bulan yang menyenangkan menurut saya, kenapa? Karena ada 3 kali long weekend. Cocok sekali untuk liburan keluarga sebelum bulan puasa. Kita ambil long weekend yang terakhir tanggal 29 April – 1 Mei. Tujuan kali ini yang dekat-dekat saja yaitu Jepara. Kenapa Jepara? Karena pilihan dekat yang lain seperti Jogja dan Solo, sudah pasti padat saat long weekend seperti ini. Niatnya pengen liburan malah bisa stres karena macet sepanjang perjalanan. Lain dengan Jepara, perjalanan dijamin lancar, anti macet.

Seminggu sebelumnya saya sudah booking hotel via aplikasi Trip Advisor, mudah sekali. Trip Advisor ini aplikasi yang sangat cocok untuk mencari referensi liburan, seperti rekomendasi hotel, tempat makan, lokasi wisata, dll.

Kita berangkat sabtu pagi (tanggal 29 April) dari Semarang langsung menuju ke Pantai Bondo Jepara. Pantai ini lokasinya cukup jauh ada di paling ujung, jadi sengaja berangkat pagi agar bisa puas bermain di pantai sebelum check-in hotel. Beberapa bulan sebelumnya sudah pernah ke sini, tempatnya masih sepi belum banyak pengunjung, jadi masih bersih dan lebih nyaman dibandingkan dengan Pantai Bandengan atau Pantai Kartini yang selalu ramai pengunjung. Pantai Bondo ini unik karena ada sawah di samping kanan dan kiri jalan sebelum masuk ke lokasi. Pantai ini juga dikenal dengan Pantai Ombak Mati karena di sana airnya sangat tenang, hampir tidak ada ombak besar.

Pantai Bondo Jepara

Sampai pantai sekitar pukul 10.00 langsung masuk lokasi parkir, tidak terlihat petugas yang menjual karcis masuk maupun parkir. Belum ada mobil sama sekali, jadi kita yang pertama. Kondisi sekarang sudah sedikit berbeda dari beberapa bulan lalu, sekarang sudah ada tempat mandi/ toilet umum di dekat pantai. Ada juga beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman seperti es kelapa muda dll. Warung ini juga menyediakan meja kursi untuk tempat santai dan berteduh. Jadi kalau malas kepanasan main di pantai bisa duduk-duduk santai di pinggir pantai. Puas dan sudah capek bermain di pantai kira-kira 2 jam kita kembali ke kota untuk check-in hotel dan istirahat. Kebetulan lokasi hotel tempat menginap ada di pusat kota, jadi enak mau kemana-mana.

Malam harinya kita ke pusat kuliner malam atau pujasera yang lokasinya tepat ada di belakang Jepara Shopping Center dekat dengan Alun-Alun. Tempatnya cukup luas dan ramai pengunjung. Ada banyak warung-warung yang menjual berbagai macam makanan, seperti aneka kerang, seafood, nasi goreng, ayam goreng, ikan bakar, aneka gorengan, es gempol, andon-andon coro dll.

Aneka Kerang di Pusat Kuliner Jepara Shopping Center

Tidak berlama-lama langsung cari tempat dan pesan makanan, kita pilih kerang, nasi goreng, es gempol, dan andon-andon coro (ini yang paling bikin penasaran). Kalau ada yang belum tahu andon-andon coro ini hampir seperti ronde karena ada rasa jahe yang menghangatkan tapi kuahnya kental seperti bubur, dan di dalamnya diberi potongan daging kelapa muda. Untuk kerang ada beraneka macam seperti kerang batik, kerang hijau, kerang darah, tiram, srimping, dan juga kepiting. Kerangnya sudah direbus, jadi tinggal request mau dimasak apa misalnya saus tiram, goreng mentega, saus padang atau asam manis. Harga di pujasera ini terjangkau, misalnya untuk 1 porsi kerang (porsinya cukup besar) hanya Rp 20,000.

Perut kenyang lanjut jalan-jalan ke Alun-Alun Jepara, cukup jalan kaki saja dari pujasera tidak perlu parkir lagi. Kalau di Semarang, ini seperti Simpang Lima. Ada banyak yang menyewakan sepeda hias, komunitas anak muda seperti skateboard, live music dan pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman.

Pantai Teluk Awur Kawasan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNDIP

Pagi harinya sarapan di hotel lanjut berenang, persiapan untuk check-out kira-kira jam 10.00 keluar dari hotel. Kita langsung menuju Teluk Awur. Sengaja tidak masuk ke pantai Teluk Awur yang biasanya jadi tujuan wisata (karena dulu pernah ke sini tempatnya kotor). Kita pilih berhenti di tempat lain yang ada di dalam kawasan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNDIP (± 1 KM dari Pantai Teluk Awur). Tempatnya sedikit tersembunyi dan sepi, tapi ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman. Setelah masuk dan jalan kaki beberapa meter ternyata di sini ada banyak perahu nelayan yang sedang bersandar. Di sini kita tidak bisa bermain di pantai, tapi kita bisa duduk-duduk santai menikmati suasana yang sepi, teduh dan jauh dari keramaian.

Ayam Goreng Kremes Pak Pono Jepara

Sambal Khas Ayam Goreng Kremes Pak Pono

Di sana kurang lebih 1 jam kita kembali ke kota untuk makan siang. Lagi-lagi tahu tempat makan ini dari Trip Advisor. Ayam goreng kremes Pak Pono lokasinya ada di Jl. HOS Cokroaminoto Jepara (dekat dengan hotel tempat kita menginap). Memang benar makanan di sini enak dan harganya terjangkau. Untuk 1 porsi ayam goreng, nasi dan es teh hanya Rp 20,000. Di sana ada 2 pilihan sambal, sambal matang (cabe merah) yang tidak begitu pedas dan sambal hijau (cabe rawit) yang pedasnya nendang. Karena sambal hijaunya ini terbatas, jadi kalau kita datang agak siang sudah habis. Alhamdulillah kita orang terakhir yang kebagian sambal hijau. Highly recommended, lain kali berkunjung ke Jepara pasti kita mampir kesana lagi.

 
Leave a comment

Posted by on 03/05/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Liburan yang menyegarkan ke Dieng

Kawah Sikidang

Alhamdulillah kali ini kita bisa liburan lagi ke Dieng. Walaupun ini bukan pertama kalinya kesana, tapi menjadi berbeda karena kali ini kita berencana untuk menginap. Berangkat dari rumah Sabtu pagi sampai Dieng siang menjelang sore. Suhu di sana sangat dingin, karena dataran tinggi Dieng ini berada kira-kira 2,000 meter di atas permukaan laut. Kita langsung menuju ke objek wisata yang terdekat yaitu Komplek Candi Arjuna. Di sana sedikit gerimis, tapi tidak menyurutkan kita untuk eksplor tempat bersejarah ini.

Tiket masuk ke Komplek Candi Arjuna sangat terjangkau hanya Rp 15,000 per orang, anak-anak tidak dihitung. Karena ini komplek, jadi di sana ada beberapa candi. Diantaranya Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Gatotkaca dan masih ada lagi beberapa candi lainnya. Saat kita di sana ada beberapa candi yang sedang dipugar. Lokasi sekitar candi sangat bersih, asri dan sejuk. Dari lokasi candi kita juga bisa melihat pemandangan pegunungan hijau yang terhampar di sekelilingnya.

Dari Candi kita langsung menuju ke Kawasan Dieng Plateau. Tiket masuk kawasan ini juga sangat terjangkau hanya Rp 10,000 per orang, sekali lagi anak-anak tidak dihitung. Objek yang terdekat dari loket adalah Telaga Warna, tapi karena sudah sore objek-objek wisata di sana sudah tutup. Sesuai informasi dari petugas, tiket ini masih bisa digunakan hari berikutnya. Tiket sudah termasuk tiket gratis ke Dieng Plateau Theater dan Tuk Bima Lukar.

Komplek Candi Arjuna

Akhirnya kita putar balik dan mulai mencari penginapan. Di sepanjang jalan dari Kawasan Dieng Plateau menuju Komplek Candi Arjuna ada banyak sekali penginapan, hotel atau homestay. Kita coba masuk satu per satu, tapi ternyata hampir semuanya sudah full booked. Sebenarnya masih ada beberapa yang kosong, tapi sayangnya kita kurang cocok. Hopeless sudah malam belum juga dapat penginapan, sampai akhirnya bertemu dengan seseorang yang menawarkan untuk membantu mencarikan homestay.

Alhamdulillah masih rezeki kita, akhirnya dapat homestay yang cocok. Walaupun lokasinya tidak di pinggir jalan raya, tapi masih dekat hanya masuk gang kira-kira 30 meter. Namanya Homestay Cemara milik Ibu Kristina, lokasinya ada di Gang Harmoni. Rumah Ibu Kristina ini tidak telalu besar, ada 2 lantai. Lantai 1 untuk garasi, lantai 2 untuk penginapan. Lantai 2 ini ada 2 kamar tidur (masing-masing 1 bed ukuran 160×200), kamar mandi dengan air hangat, ruang TV, balkon, dapur lengkap dengan peralatan masak (kompor, magicom, panci, dll), peralatan makan (piring, gelas, sendok, garpu), dispenser, gula, teh, kopi dan bumbu dapur.

Gang Harmoni (lokasi Homestay Cemara)

Di depan ruang TV juga disediakan 1 bed (ukuran 160×200) dan 1 sofa bed yang bisa dibuka dan difungsikan sebagai tempat tidur. Untuk selimut tidak usah khawatir karena Ibu Kristina menyediakan selimut yang super tebal dan juga jumlahnya banyak. Dan yang paling penting Homestay Cemara ini bersih dan pemiliknya sangat ramah. Masih ada satu lagi fasilitas yang bisa kita pakai yaitu wifi. Harganya juga terjangkau sesuai dengan fasilitasnya. Jadi sangat recommended.

Homestay Cemara

Malam hari kita jalan-jalan keluar sekalian mencari tempat makan. Ada beberapa tempat makan yang buka dan pilihan kita jatuh ke Warung Gubuk Bang Jarwo. Tempatnya kecil tapi ramai pengunjung. Harganya terjangkau dan rasanya lumayan enak. Tapi karena pengunjungnya banyak jadi penyajiannya cukup lama.

Daftar Menu Gubuk Bang Jarwo

Esok harinya sesuai dengan rekomendasi dari Ibu Kristina, kita mendaki ke Bukit Skoter yang letaknya dekat dengan homestay. Puncak Skoter ini bisa dilihat dari balkon homestay Cemara. Kita berangkat pagi kira-kira jam 05.15, jalan kaki melewati pemukiman penduduk. Lepas dari pemukiman mata kita akan dimanjakan dengan hamparan hijau lahan  pertanian penduduk setempat. Sebagian besar penduduk di sana menanam kentang dan sayur-mayur lainnya seperti kubis, wortel, dan di bagian pinggir lahan banyak ditanami pohon carica yang mirip sekali dengan pepaya. Carica biasanya diolah dan dikemas menjadi oleh-oleh khas Dieng.

Tanaman kentang dan carica di sepanjang perjalanan menuju Bukit Skoter

Sampai di puncak bukit Skoter sudah ada beberapa orang di sana, tapi belum ramai. MasyaAllah pemandangan dari atas bukit ini sangat indah, kita seperti berada di atas awan. Udaranya sangat sejuk dan segar. Puas di puncak skoter kita kembali ke Homestay untuk mandi dan sarapan pagi. Kita putuskan langsung checkout, agar tidak bolak balik, setelah dari lokasi wisata bisa langsung pulang.

View dari perjalanan menuju Bukit Skoter

Lokasi tujuan kita yang pertama adalah Dieng Plateau Theater. Di sana sudah ramai pengunjung, tapi alhamdulillah begitu kita sampai langsung bisa masuk theater tidak perlu menunggu lama. Di dalam theater kita bisa melihat film tentang dataran tinggi Dieng, film ini menceritakan sejarah, geografis dan budaya yang ada di dataran tinggi Dieng. Durasi film kira-kira 30 menit.

Dieng Plateau Theater

Lokasi tujuan yang kedua yaitu Kawah Sikidang. Lokasinya cukup dekat dengan Dieng Plateau Theater. Tiket masuknya Rp 15,000 per orang, tapi ternyata karena kita kemaren sudah ke Komplek Candi Arjuna jadi tidak dipungut biaya lagi alias gratis. Masuk ke kawasan wisata kita harus jalan kaki melewati pasar, dan di sepanjang jalan menuju kawah ada banyak penjual yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Dieng seperti sayur-mayur, aneka macam keripik, carica, kaos atau sweater, dll.

Spot foto dengan burung hantu di Kawah Sikidang

Di dalam lokasi Kawah Sikidang ada banyak spot-spot foto yang sepertinya dibuat oleh penduduk setempat. Untuk bisa foto di sana kita diminta membayar seikhlasnya atau ada juga yang mematok harga Rp 2,000. Bisa juga foto dengan kuda atau burung hantu, dengan biaya sewa Rp 5,000 per orang.

Spot foto dengan kuda di Kawah Sikidang

Sebenarnya masih banyak lokasi wisata lainnya, tapi karena waktu yang terbatas kita terpaksa langsung pulang. Agar suasana berbeda untuk rute perjalanan pulang kita melewati Perkebunan Teh Tambi. Jadi di sepanjang perjalanan pulang-pun mata kita tetap dimanjakan dengan hamparan hijau kebun teh dan udara yang segar.

Kalau Anda bingung liburan nanti mau kemana, Dieng bisa menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang terjangkau. Jangan lupa persiapkan perbekalan yang cukup terutama baju tebal. Semoga cerita perjalanan kita bisa menjadi referensi untuk kunjungan Anda ke Dieng.

 
Leave a comment

Posted by on 28/03/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Menikmati Wisata Alam Kebun Teh Pagilaran, Batang

pagilaran-patung-poci-tehLiburan akhir tahun 2016 masih dengan tim yang sama seperti saat camping di Camp Mawar Umbul Sidomukti, kali ini tambah 1 keponakan teman saya. Jadi total ada 5 orang dewasa dan 4 anak-anak. Awalnya kita rencana menginap 2 hari di Pagilaran tanggal 30 dan 31 Desember. Tapi ternyata sampai di sana, untuk tanggal 31 (malam tahun baru) sudah full booked. Jadi kita menginap di wisma Pagilaran 1 malam saja tanggal 30 Desember. Untuk tanggal 31 Desember kita putuskan untuk menginap di Kota Batang.

Saat kita datang masih sepi, belum banyak tamu yang menginap, jadi kita bisa pilih kamar. Tarif sewa kamar di sana cukup terjangkau, tapi untuk malam tahun baru harganya naik 50%. Karena kita menginap tanggal 30 Desember jadi masih mendapat tarif sewa normal. Kamar yang kita tempati cukup besar dengan 4 tempat tidur, wastafel, meja dan kaca rias, kamar mandi di dalam dengan water heater dan juga ada teras yang langsung akses ke kolam renang anak. Teras bisa kita manfaatkan untuk kegiatan barbeque dan masak. Di sana tidak ada AC atau kipas angin karena memang tidak diperlukan 🙂

pagilaran-kantor-agrowisata

Di wisma tidak disediakan sarapan, jadi harus bawa bekal sendiri. Atau kalau mau praktis bisa beli di warung-warung dekat wisma yang berjualan dari pagi sampai sore hari. Untuk minum disediakan dispenser di depan kamar dan tiap pagi juga disiapkan teh panas, bisa ambil sendiri sepuasnya. Karena sampai sana sudah sore dan hujan pula jadi kita tidak kemana-mana. Setelah istirahat sebentar dan beres-beres, langsung acara barbeque di teras kamar. Untuk acara barbeque ini kita sudah bawa peralatan lengkap dari rumah.

pagilaran-pertanian-lestari

Pagi harinya kita baru eksplor perkebunan teh. Rencana pertama kita langsung menuju ke pabrik teh yang ada di depan wisma, ternyata tidak diijinkan oleh petugas jaga. Jadi kita langsung jalan-jalan menuju kebun teh yang jaraknya kira-kira 300 meter. Dari wisma ke kebun teh kita melewati rumah-rumah penduduk. Jalan di sana sepi tidak banyak kendaraan lewat, hanya ada satu atau dua saja. Lingkungannya sangat bersih dan banyak ayam peliharaan warga sekitar yang bisa ditemukan di sepanjang jalan. Warga di sana juga sangat ramah, selalu menyapa setiap berpapasan di jalan. Sebagian besar mereka bekerja di pabrik teh.

pagilaran-jalan-kebun-teh

Jalan kaki menyusuri jalanan setapak diantara hamparan hijau tanaman teh yang begitu luas dengan menghirup udara pagi yang sejuk, segar serta bebas dari polusi benar-benar membuat hati dan pikiran tenang. Kebun teh Pagilaran ini memiliki luas kira-kira 1,100 ha dan berada di ketinggian 1,000 – 1,700 mdpl. Jadi bisa dipastikan suhu udara di sana super dingin.

pagilaran-kebun-teh

Puas menyusuri kebun teh, kita kembali ke wisma. Sementara kita siapkan sarapan, anak-anak berenang di depan kamar. Puas berenang lanjut mandi, sarapan pagi dan persiapan check out. Kita sengaja check out pagi karena berencana ke air terjun di dekat kebun teh. Jadi biar tidak bolak-balik ke wisma, selepas dari air terjun bisa langsung turun ke Kota Batang untuk cari penginapan.

pagilaran-patung-pemetik-teh

Jarak antara wisma ke tempat parkir air terjun kira-kira 700 meter. Setelah itu kita jalan kaki kira-kira 300 meter melewati kebun cengkeh. Sebelum sampai ke air terjun kita melewati sungai kecil yang airnya luar biasa jernih. Kita bisa puas main air di sungai ini, apalagi anak-anak pasti suka sekali. Justru di air terjun nanti kita tidak bisa puas main air karena area di bawah air terjun terlalu sempit dan banyak bebatuan.

pagilaran-penunjuk-arah-air-terjun

Menurut informasi dari tukang parkir sebenarnya ada 3 air terjun. Air terjun pertama dan kedua jaraknya berdekatan dan yang ketiga cukup jauh. Tapi kita hanya ke air terjun pertama saja. Di dekat lokasi air terjun ada beberapa penduduk setempat yang berjualan minuman dan makanan ringan dengan harga yang wajar. Jadi tidak perlu repot, kalau malas bawa bekal.

pagilaran-air-terjun

Pagilaran ini cocok sekali untuk refreshing dengan keluarga dan teman dekat, sejenak lepas dari hiruk pikuk kehidupan di kota hehe… dan yang paling penting bisa lepas dari gadget, karena di sana sinyalnya suka muncul tenggelam sesukanya 🙂

 
Leave a comment

Posted by on 26/01/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , ,

Liburan dekat dan hemat ke Pantai Bandengan Jepara

sewa-pelampung-pantai-bandengan Orang Jepara dan sekitarnya pasti sudah tidak asing mendengar Pantai Bandengan. Ini merupakan salah satu pantai di Jepara yang banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar kota, selain Pantai Kartini. Saya dan keluarga termasuk salah satunya, karena lokasinya yang cukup dekat dari Semarang, sekitar 2,5 jam perjalanan dengan mobil.

Sebenarnya pertama kali ke Pantai Bandengan beberapa bulan yang lalu dengan keluarga besar, tepatnya hari Minggu, karena sangat ramai pengunjung jadi kami langsung naik perahu ke Pulau Panjang dan tidak sempat bermain-main di Pantai Bandengan. Untuk tiket perahu ke Pulau Panjang per orang Rp 15,000 (PP), sampai sekarang harganya masih tetap sama. Di Pulau Panjang Anda juga bisa bermain di pantai, justru di sana pasir dan airnya lebih bersih dibandingkan di Pantai Bandengan. Hanya saja di sana tidak ada persewaan pelampung atau alat permainan air lainnya.

Kali ini (untuk kedua kalinya) kami hanya bertiga dan sengaja memilih hari Sabtu agar tidak terlalu ramai dan bisa puas bermain di pantai. Sampai pintu gerbang beli tiket masuk, ditanya petugasnya “berapa orang?” saya bilang bertiga, tapi kata pertugasnya “bayar 2 saja” karena yang 1 anak kecil (anak saya usia 6 tahun). Tiket masuk per orang Rp 7,000; retribusi parkir mobil Rp 1,500 dan retribusi kebersihan Rp 500; jadi total yang saya bayar hanya Rp 16,000 saja.

Langsung masuk cari parkir mobil, karena sepi bisa pilih lokasi yang dekat jadi tidak terlalu jauh jalan kaki ke pantai. Di sepanjang pantai sudah banyak orang yang menyewakan tikar dan peralatan bermain seperti ban, pelampung, dll. Saya sewa tikar dan dapat lokasi strategis tepat di bawah pohon besar. Sewa tikar Rp 10,000 bisa dipakai sepuasnya. Anak dan suami asyik bermain air, saya bisa santai tiduran di pinggir pantai.

sewa-ban-pantai-bandengan

Di dekat pantai banyak penjual beraneka ragam makanan, pakaian dan oleh-oleh khas Jepara. Paling cocok kalau kesana siang hari makan rujak buah dan minumnya es kelapa muda. Harganya juga terjangkau, misalnya rujak buah 1 porsi Rp 10,000 bisa untuk dua orang. Atau kalau Anda mau bawa bekal makanan dari rumah juga bisa, tidak ada larangan membawa makanan/minuman dari luar.

sewa-tikar-pantai-bandengan

Puas bermain air kurang lebih dua jam, waktunya bilas/mandi dan ganti baju. Di dekat lokasi parkir ada banyak tempat bilas yang menyediakan air bersih cukup bayar Rp 2,000 per orang.  Badan bersih, pikiran segar, saatnya pulang dan mencari makan siang  :).

Jadi kalau Anda sedang merencanakan berwisata dengan keluarga dengan biaya yang terjangkau, Pantai Bandengan bisa menjadi salah satu alternatif.

 
Leave a comment

Posted by on 19/10/2016 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , ,

Camping Cantik Ala Kita di Camp Mawar, Umbul Sidomukti

camp-mawar-umbul-sidomukti-1

Sering nggak dengar orang bilang kayak gini, “kalau mau ngapa-ngapain nggak usah kebanyakan rencana deh.. entar malah gagal, mending spontan aja”. Yap… bener banget tuh kata orang, kayak kita nih… rencana dadakan cuma hitungan 1-2 hari, tapi langsung jalan dan alhamdulillah sukses.

Jumat sore sampai Sabtu siang (9-10 September 2016) jadi momen yang tak terlupakan. Setelah sekian lama (terakhir masa-masa putih abu-abu) akhirnya bisa merasakan suasana camping di pegunungan yang sejuk bersama keluarga dan teman tercinta, itu rasanya luaaaarrrrr biasaaaaaaa tak ternilai. Kali ini kita camping di Camp Mawar, lokasinya di atas Pondok Kopi, Umbul Sidomukti. Biaya camp di sana per orang 5 ribu, biaya parkir mobil 10 ribu. Mobil bisa sampai depan pintu gerbang lokasi, dijamin aman karena banyak petugas yang jaga. Lokasi camp juga dekat sekali dengan tempat parkir.

camp-mawar-umbul-sidomukti-3

Kita cuma berdelapan (5 dewasa, 3 anak-anak usia 6 tahun); pakai 2 tenda, satu tenda kapasitas 6 orang buat yang cewek-cewek (3 dewasa 2 anak-anak) dan satu tenda lagi kapasitas 4 orang buat yang cowok-cowok (2 dewasa 1 anak-anak). Semua perlengkapan camping kita sewa di Camp Champ; murah dan memuaskan. Okey kita list saja ya biar lebih mudah dilihat apa saja yang dibawa:

Perlengkapan yang kita sewa (cuma habis 140 ribu):

  • 1 tenda kapasitas 4 orang
  • 1 tenda kapasitas 6 orang
  • 10 matras
  • 1 kompor
  • 2 gas

Perlengkapan yang kita bawa sendiri dari rumah (kalau ini agak ribet sih.. maklum bawa anak kecil, jadi kayak pindah rumah saja hehe….):

  • Selimut/bed cover, bantal (nggak sekalian tempat tidurnya????)
  • Kaos kaki, sarung tangan dan jaket sudah pasti
  • Mukena dan sarung
  • 3 lampu emergency
  • 1 tempat bakar (dari batu granit), praktis banget ini
  • 1 teflon ukuran sedang
  • 1 panci ukuran kecil
  • 1 spatula
  • 1 pisau
  • Gelas plastik (praktis habis pakai langsung buang, nggak perlu cuci)
  • Piring styrofoam plus kertas minyak
  • Sendok (sesuaikan jumlah personil)
  • Tusuk sate
  • Air mineral (sesuaikan jumlah personil)
  • Susu cair (langsung siap minum)
  • Mie instan
  • Buah-buahan
  • Snack
  • Kopi instan, teh celup, gula
  • Sosis/bakso (untuk bakar-bakaran malam hari)
  • Kecap, saus sambal, saus tomat, mayones, mentega/margarin
  • Nasi (kita niat banget bawa nasi plus bumbu nasi goreng dari rumah)

Sampai lokasi sekitar jam 19.00 langsung makan malam (dengan bekal nasi dari rumah dan beli lauk ayam goreng di pinggir jalan selama perjalanan). Setelah semua kenyang, baru deh kita bareng-bareng bangun tenda. Nggak ada yang pengalaman buat tenda, malam pula, tapi ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, singkat cerita dua tenda sudah berdiri dan siap dihuni  🙂 Tapi saran kita lebih baik datangnya sore jadi bangun tendanya lebih mudah karena masih terang, nggak gelap gulita kayak kita.

Acara dilanjutkan dengan bakar-bakar, minum kopi dan teh panas, sambil ngobrol kesana kemari, asyik bangetlah pokoknya. Acara bakar-bakar sukses berat walaupun cuma bakar sosis karena baksonya ketinggalan di rumah hehe… (jadi next time sebelum berangkat harus benar-benar cek semua sudah terbawa/belum).

Sudah kenyang, tinggal ngantuknya nih, semua masuk ke tenda masing-masing, ada yang langsung tidur ada juga yang masih ngobrol. Malam harinya waktu semua tidur sekitar jam 23.00-24.00 hujan deras luar biasa, alhamdulillha kita semua aman di dalam tenda nggak bocor sama sekali, tapi ya dinginnya itu bbbbrrrrrrrrrrrrr.

camp-mawar-umbul-sidomukti-4

Bangun pagi-pagi buta ke kamar kecil, wudhu, sholat, dll (di dekat lokasi camp ada toilet jumlahnya lumayan banyak kira-kira 8 kamar dan juga Musholla) jadi nggak perlu khawatir. Habis itu langsung duduk-duduk di depan tenda nungguin sunrise, view-nya Subhanallah luar biasa indah. Sambil lihat sunrise kita menikmati kopi dan teh panas ditemenin sama sosis bakar dan mendoan hangat (kalau mendoan kita beli di warung dekat camp). Jadi buat yang nggak mau repot bawa makanan atau minuman, di dekat lokasi camp banyak warung yang jualan makanan atau minuman.

Agak siangan kita mulai masak lagi, kali ini masaknya yang agak berat, mie rebus. Mie rebus sudah habis dimakan, ternyata masih ada sedikit nasi sisa semalam, akhirnya kita eksekusi jadi nasi goreng. Perut kenyang, anak-anak main di sekitaran camp, kita-kita ngobrol kesana kemari. Tidak terasa matahari sudah terik, kita beres-beres, bersihin semua sampah-sampah di sekitar tenda dan persiapan pulang, kemas-kemas barang bawaan dan terakhir bongkar tenda.

camp-mawar-umbul-sidomukti-2

Pulang dari camp, kita sempatin mampir dulu ke Pasar Bandungan, karena lokasinya cukup dekat. Di sana kita beli buah nangka kupas siap makan (per kilo 20 ribu) dan aneka macam gorengan masih panas dan murah meriah (seribu per biji) cocok banget dengan suhu dingin di sana. Well… itu tadi sedikit cerita dari camping cantik ala kita  :). Next destination, kita sudah mulai cari-cari lokasi yang enak dan ramah buat anak. Kalau ada yang punya referensi, please info di comment!

 
1 Comment

Posted by on 14/09/2016 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , ,

Wisata Alam Curug Sewu Patean, Kendal

Kalau Anda dan keluarga ingin merasakan wisata alam, menikmati pemandangan, pepohonan, monyet liar, udara segar dan air terjun; Objek wisata alam curug sewu di daerah Patean, Kendal bisa menjadi pilihan.

Tiket masuknya sangat terjangkau hanya Rp. 5,000 per orang. Di area parkir sebelum pintu masuk dan di dalam lokasi wisata banyak warung-warung kecil yang menyediakan berbagai macam makanan seperti bakso, mie ayam, mie rebus, jagung bakar, kopi atau gorengan. Harganya sangat terjangkau, jadi tidak perlu takut kemahalan.

Lokasinya cukup luas, begitu Anda masuk gerbang ada Vespa ukuran raksasa, di sini biasa dijadikan spot untuk berfoto. Anda bisa naik ke atas Vespa ini. Kemudian di sebelahnya ada kolam dan pendopo. Di sana juga disediakan gazebo untuk tempat nongkrong.

Curug_sewu_vespa_raksasa

Toilet dan Mushola lengkap dengan mukena juga tersedia di dalam lokasi wisata.

Di ujung lokasi wisata Anda akan menemukan gardu pandang untuk menikmati indahnya pemandangan alam di sekitar objek wisata Curug Sewu. Kalau Anda malas untuk turun ke bawah, Anda bisa melihat-lihat air terjun dan pemandangan dari atas. Di sini cocok banget buat Anda yang hobi foto-foto atau ber-selfie ria dengan background air terjun.

Curug_sewu_pemandangan

Di dekat gardu pandang terdapat area bermain untuk anak-anak. Ada beberapa ayunan yang bisa dipakai untuk bermain. Di sini juga banyak monyet liar yang biasa keluar di pagi dan siang hari, kalau Anda kesana sore biasanya sudah tidak ada. Jadi kalau mau wisata alam yang murah dan cocok untuk keluarga ya Curug Sewu jawabannya.

Curug_sewu_taman

Saran saya untuk pengelola, akan lebih baik jika ditambah area bermain anak, taman, atau kebun binatang kecil karena areanya sangat luas dan masih banyak yang bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.

 
Leave a comment

Posted by on 18/05/2015 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , ,