RSS

Category Archives: Pelayanan publik

Pengalaman Pertama Rawat Inap dengan BPJS

logo_bpjsSaya mau berbagi pengalaman rawat inap dengan BPJS. Selama ini kita sering dengar atau baca cerita dimana lebih banyak yang negatif dibandingkan dengan yang positif. Semoga pengalaman saya ini bisa mengimbangi dari sisi positif.

Anak saya usia 6 tahun 8 bulan sakit demam dari Sabtu pagi (14 Jan 2017), sebagai pertolongan pertama saya berikan paracetamol. Siang hari belum turun juga panasnya, akhirnya saya bawa ke dokter umum karena dokter Faskes I BPJS baru buka praktek jam 15:00. Obat dari dokter umum saya minumkan 2 kali, siang dan malam. Malam hari sekitar jam 24:00 suhu badannya panas sekali dan anak saya sampai mengigau. Mengingat dulu anak saya pernah ada riwayat kejang demam, maka langsung saya bawa ke IGD RS. Telogorejo saat itu juga.

Sampai di IGD dicek suhunya ternyata 40°C, dokter jaga memeriksa kondisi anak saya dan wawancara kronologis ke saya seperti sudah berapa lama panasnya? terakhir diberikan obat jam berapa? dll. Kemudian dokter jaga menanyakan apakah punya BPJS? saya jawab iya. Melihat suhu dan kondisi anak saya, dokter menyarankan untuk rawat inap. Sementara anak saya ditangani saya diminta untuk mengurus administrasinya.

Bagian administrasi meminta kartu BPJS anak dan juga KTP saya. Seperti biasa ada beberapa dokumen/pernyataan yang harus diisi dan ditandatangani. Kemudian langsung dicarikan kamar, dan ternyata kamar kelas I yang sesuai dengan plafon penuh, akhirnya untuk sementara anak saya dirawat di kamar Kelas III. Petugas administrasi menginformasikan jika nanti kamar Kelas I sudah ada yang kosong maka langsung pindah.

Fasilitas kamar Kelas III RS. Telogorejo per kamar untuk 6 pasien, AC, televisi, ruangannya bersih dan nyaman. Setiap malam sekitar jam 19.00 ada petugas yang membagikan matras untuk tidur keluarga penunggu pasien. Kamar mandi juga bersih ada di luar (jaraknya dekat dengan kamar pasien).

Baru satu hari di Kelas III, perawat menginformasikan kalau sudah ada kamar Kelas I yang kosong dan anak saya langsung dipindahkan. Fasilitas Kelas I RS. Telogorejo per kamar untuk 2 pasien, tempat tidur pasien lebih nyaman karena bisa diatur, AC, televisi, kamar mandi di dalam lengkap dengan water heater. Untuk pelayanan dari dokter, perawat, petugas gizi maupun petugas kebersihan menurut saya sama saja, baik kelas III maupun kelas I semuanya sama baiknya.

positive_energy

Anak saya dirawat selama 7 hari, alhamdulillah hari Sabtu tanggal 21 Januari 2017 diperbolehkan pulang oleh dokter. Sebelum pulang perawat memberikan semua hasil lab, resume medis, surat ijin dari dokter, obat-obatan untuk di rumah dan surat kontrol yang sudah distempel BPJS-RI. Saat keluar saya hanya membayar Rp 27,500 saja (biaya non medis). Saya juga menerima kwitansi dan rincian biaya perawatan anak saya.

Alhamdulillah semuanya lancar dari masuk hingga keluar, terima kasih BPJS-RI, terima kasih RS. Telogorejo. Semoga semakin banyak orang berbagi cerita positif mengenai BPJS Kesehatan.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 24/01/2017 in Pelayanan publik

 

Tags: , , , , , , ,

E-KTP sudah di tangan

e-ktp hologramBeberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang E-KTP, dan setelah menunggu cukup lama dan penasaran seperti apa sih bentuknya? akhirnya sekarang E-KTP sudah ada di dompet saya. Secara bentuk fisik sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan KTP lama, hanya saja di bagian belakang terdapat hologram di bagian bawah.

Dari sumber yang saya baca di merdeka.com yang menjelaskan bahwa E-KTP tidak boleh distaples, dan hanya boleh difotokopi sekali saja. Keterangan lengkapnya sebagai berikut:

Selain hanya bisa difotokopi sekali untuk keamanan chip, e-KTP juga tidak boleh distaples. Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP.

Surat edaran Mendagri yang ditandatangani Gamawan Fauzi itu disampaikan kepada seluruh instansi penting di negara ini. Pada poin 2 berbunyi, supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala lembaga pemerintah non kementerian, Kepala lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/para pimpinan bank, para Gubenur, para Bupati/Wali kota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan difotokopi, distaples dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP. Sebagai penggantinya dicatat “Nomor Induk Kependudukan (NIK)” dan “Nama Lengkap”.

Pada poin 3 juga disebutkan, apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfotokopi, menstaples dan perlakuan lainnya yg merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Surat edaran itu juga ditembuskan kepada presiden, wapres, menko polhukam, menko perekonomian, menko kesra, kepala BPPT, kepala lembaga sandi negara, dan rektor ITB.
Namun menurut Jubir Kemendagri Reydonyzar Moenek, e-KTP tak mudah rusak. Apalagi kalau hanya kena sinar mesin fotokopi. “Itu preventif saja. Kita sudah cek berkali-kali. e-KTP ini kuat, jatuh ke air juga tidak apa-apa. Bahannya juga tidak mudah patah. Beda dengan kartu kredit, itu kan mudah patah,” ujarnya.

Setelah membaca keterangan di atas, ada baiknya jika mengikuti saran dari Pemerintah dan melakukan tindakan preventif agar E-KTP tidak rusak. Misalnya dengan cara memfotokopi sekali dengan kualitas yang bagus dan kita jadikan master. Selanjutnya jika butuh fotokopi KTP tinggal kita fotokopi ulang saja master yang tadi. Atau juga bisa kita scan saja sekali dengan kualitas yang bagus, kemudian jika sewaktu-waktu butuh,  tinggal print saja soft copy yang tadi. Soft copy bisa kita simpan di laptop, smartphone, tablet,  flashdisk dsb, jadi lebih praktis dan siap kapan saja dibutuhkan.

 
Leave a comment

Posted by on 14/05/2013 in Pelayanan publik

 

Tags: , , ,

E-KTP

Elektronik-Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) saat ini sedang dalam proses pengambilan data di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk daerah saya tentunya. Bagi Anda yang sampai saat ini belum mendapat panggilan/undangan untuk pengambilan data E-KTP tidak perlu khawatir. Karena memang pengambilan data dilakukan secara bergantian.

Tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Anda akan menerima undangan dari Kecamatan setempat.
Undangan tersebut berisi tanggal, waktu dan tempat pengambilan data E-KTP.
2. Anda datang ke tempat sesuai dalam undangan (di kantor kecamatan setempat).
Ini yang perlu Anda ketahui, Anda tidak harus datang sesuai dengan jadwal di atas jika memang ada sesuatu hal yang sangat penting. Misalnya seperti saya yang mendapat jadwal di hari kerja. Jadi tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak datang. Panitia E-KTP melayani setiap hari (Senin-Minggu) hingga jam 21.00.
3. Sampai di lokasi, Anda mengambil nomor urut yang sudah disediakan oleh petugas dan mengisi daftar hadir.
4. Anda mennggu di tempat yang sudah disediakan.
5. Petugas akan memanggil nomor urut Anda, kemudian Anda memberikan nomor urut ke petugas dan kembali lagi duduk di depan petugas yang akan mengambil data E-KTP (Biasanya 2-3 orang). Disini Anda harus menunggu lagi sebentar hingga orang di depan Anda selesai.
6. Sampai giliran Anda, duduk di sebelah petugas yang mengambil data. Anda akan dimintai KTP asli, kemudian petugas tersebut akan memasukkan No. KTP Anda ke komputer, maka akan muncul informasi lengkap sesuai dalam KTP. Petugas akan mengkonfirmasikan kepada Anda, apakah data tersebut benar atau tidak?
7. Kemudian petugas akan mulai mengambil data sebagai berikut:
• Foto diri (dengan kamera yang sudah diatur otomatis, kamera diletakkan di tripod). Ada 2 macam warna latar belakang (background) yaitu warna merah untuk penduduk dengan tanggal lahir ganjil dan warna biru untuk tanggal lahir genap.
• Tanda tangan
• 4 sidik jari (kecuali jempol)
• 2 jempol (kanan dan kiri berbarengan)
• Jari telunjuk kanan
• Jari telunjuk kiri
• Foto retina mata (sebaiknya agak melotot agar hasilnya lebih jelas)
• Tanda tangan sekali lagi
8. Jika pengambilan data sudah selesai, langsung ke petugas yang sebelumnya untuk mengisi daftar hadir (berbeda dengan yang pertama). Di daftar hadir ini sudah tercetak nama dan alamat kita. Kita diminta mengisi tanggal kehadiran dan tanda tangan Kemudian menyerahkan undangan.
9. Proses pengambilan data E-KTP selesai, kita tinggal menunggu undangan untuk mengambil E-KTP (belum tahu kapan?), kita tunggu saja. Target dari Pemerintah awal tahun 2013 semua sudah menggunakan E-KTP.

Tambahan informasi, bagi Anda yang sedang sakit atau memiliki keluarga yang sudah sangat tua dan tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor kecamatan, maka Anda dapat melapor ke ketua RT setempat. Nantinya ketua RT yang akan meneruskan ke Kelurahan hingga Kecamatan. Dan menurut keterangan petugas, nantinya panitia E-KTP yang akan mendatangi ke lokasi.

Demikian sedikit informasi berdasarkan pengalaman saya pribadi. Semoga bermanfaat.

 
2 Comments

Posted by on 29/05/2012 in Pelayanan publik

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Pindah alamat KPP

Beberapa waktu yang lalu, saya mengurus perpindahan alamat KPP (Kantor Pelayanan pajak) karena alamat domisili saya berpindah dari Kendal ke Semarang. Sebenarnya tidak masalah jika saya tetap menggunakan alamat yang lama. Tapi sepertinya kalau kita tertib administratif nantinya akan memudahkan urusan-urusan kita ke depan. Misalnya saja jika berurusan dengan Bank, terutama kalau kita membutuhkan kredit.

Seperti biasanya saya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari internet dan beberapa teman yang tahu tentang pajak. Dan beberapa sumber informasi mengatakan kalau untuk mengajukan pindah alamat kita harus mengisi “formulir perubahan data NPWP”. Karena tidak ada waktu ke kantor pajak, jadi ketika saya mengirimkan Laporan SPT tahunan saya juga melampirkan surat permohonan permintaan “formulir perubahan data NPWP” untuk dikirimkan ke alamat saya. Format suratnya seperti berikut: Perubahan Data NPWP

Beberapa hari kemudian (sekitar 1-2 minggu, saya lupa) saya mendapat telepon dari KPP Batang. Petugas menanyakan mengenai permohonan saya dan memberitahukan kalau berkas permohonan saya sudah dikirimkan ke KPP tujuan (Semarang Tengah II) , dan saya diminta langsung datang ke KPP tersebut untuk mengambil kartu yang baru.

Saya cukup kaget dengan telepon itu, ternyata pelayanan masyarakat saat ini benar-benar telah banyak kemajuan. Kemudian saya langsung telepon ke KPP yang baru untuk sekedar kroscek dan menanyakan kebenarannya. Ternyata benar saja, saya langsung diminta datang ke kantor untuk mengambil kartu NPWP yang baru dan menyerahkan kartu yang lama. Karena saya berhalangan jadi saya minta apakah bisa untuk diwakilkan, dan ternyata bisa.

Hari berikutnya, suami saya yang datang ke KPP Semarang Tengah II tapi ternyata petugas yang menangani sedang tidak ada di tempat. Jadi hari berikutnya datang kesana lagi, dan benar saja Kartu NPWP saya yang baru sudah jadi dengan alamat sesuai KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Saya sangat berterima kasih atas pelayanan yang baik dari semua petugas di KPP. Semoga pelayanan publik semacam ini bisa terus ditingkatkan kualitasnya agar masyarakat semakin terbantu. Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi yang belum tahu atau sedang bingung untuk mengurus perpindahan alamat NPWP.

 
2 Comments

Posted by on 17/10/2011 in Pelayanan publik

 

Tags: , , , , , , ,

Perpanjangan SIM C

Mungkin hampir semua orang khususnya pengendara sepeda motor sudah pernah melakukan perpanjangan SIM C. Nah, disini saya hanya mau berbagi pengalaman saya saat melakukan perpanjangan SIM C melalui fasilitas mobil SIM Keliling.

Kebetulan alamat SIM C saya masih menggunakan alamat saya yang lama di Kendal, dan saat ini saya sudah pindah ke Semarang dengan alamat KTP yang baru. Dan kalau harus ke Kendal untuk perpanjangan SIM C saja sepertinya tidak efisien. Nah mulailah saya mencari tahu lewat teman, saudara dan pastinya internet. Akhirnya saya menemukan beberapa informasi mengenai hal ini, dan sangat membantu untuk bekal saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengurus perpanjangan SIM C di mobil SIM keliling yang ada di Simpang Lima (tepatnya di depan Court). Saya datang jam 07.30, eh ternyata mobil yang saya cari belum ada. Akhirnya saya, suami dan anak saya muter-muter dulu sambil nunggu sampai jam 08.15. Nah bener mobilnya sudah ada di sana, dan para petugasnya sedang menyiapkan segala macam peralatannya.

Yang harus disiapkan untuk perpanjangan SIM C adalah:

  1. SIM C Asli (harus masih aktif, karena kalau sudah terlambat tidak bisa mengurus di Mobil SIM Keliling)
  2. KTP Asli (hanya dilihat saja sama petugasnya)
  3. Foto copy KTP 2 lembar (kalau lupa disana juga disiapkan mesin foto copy, tapi tentunya tidak gratis)
  4. Pulpen (untuk mengisi formulir), tapi jangan khawatir kalau kita lupa (seperti saya) disana juga ada yang jual, harganya Rp. 2000,-

Sekarang urutan prosesnya seperti berikut:

  1. Diusahakan datang pagi, jadi belum banyak yang antri.
  2. Datang ke petugas yang pertama (bukan polisi) serahkan foto copy KTP (2 lembar), SIM C asli dan KTP asli.
  3. Petugas akan memberikan formulir untuk diisi dan mengembalikan KTP asli.
  4. Kita isi formulirnya, kalau kita bingung petugasnya juga akan membantu.
  5. Kita kumpulkan lagi ke Petugasnya, kemudian kita tunggu untuk dipanggil (disediakan banyak kursi disana).
  6. Nama kita dipanggil, kita masuk ke mobil (3-4 orang).
  7. Petugas (Polisi) mengisi data di komputer, kita diambil fotonya dan tanda tangan.
  8. Tunggu sebentar (tidak ada 5 menit) SIM C baru kita sudah jadi.
  9. Bayar di Petugas (bukan polisi), waktu itu saya Rp. 120.000,- (luar kota) mungkin yang dalam kota Semarang lebih murah.

Untuk yang luar kota seperti saya, harus sedikit sabar, karena harus menunggu system ONLINE dulu. Pengalaman saya sekitar 1 jam. Karena menurut keterangan Petugasnya system Online-nya tidak pasti jam-nya. Tapi saya SANGAT merekomendasikan!!!

 
8 Comments

Posted by on 13/10/2011 in Pelayanan publik

 

Tags: , , , , , ,