RSS

Category Archives: Kuliner

Cap Cay Enak di Semarang

Sudah tahu kenapa namanya cap cay? dalam bahasa Indonesia cap cay artinya 10 macam sayuran. Walaupun kenyataanya tidak selalu cap cay ini terdiri dari 10 macam sayuran, baisanya hanya beberapa macam sayuran tapi ditambah dengan daging ayam, sosis, bakso, ampela ati ayam, telor, kekian, seafood (seperti cumi atau udang) sesuai selera. Sayuran yang biasa ada di dalam cap cay diantaranya sawi putih, sawi hijau, kol, kembang kol, brokoli, wortel, kapri, tomat, jamur, buncis, daun bawang, dll.

Karena saya tinggal di kota Semarang, yang akan dibahas di sini adalah cap cay enak di Semarang menurut versi saya, sekali lagi karena ini versi saya jadi mungkin cap cay favorit Anda tidak termasuk di sini. Kalau ada referensi cap cay lain yang enak silahkan komentar.

Saya tahu masakan cap cay sejak kecil, bukan karena almarhumah Ibu saya sering masak ini, tapi karena bulik saya yang tinggal di Muntilan jago banget masak cap cay, dan tiap kali berkunjung ke rumah pasti bawa cap cay andalannya.

Sampai suatu saat ketika anak saya rawat inap di RS. Telogorejo, saya dibelikan mie rebus oleh suami (loh kok mie rebus, nggak nyambung sama judulnya? hehe sabar ya dibaca dulu kelanjutan ceritanya…). Rasa mie rebusnya luar biasa sueger, enak dan pedasnya mantap. Sejak saat itu jadi langganan makan di sini, namanya Cak Ferry, warungnya buka tiap malam hari tepat di depan RS. Telogorejo. Nggak bosan-bosan tiap kesana selalu pesen mie rebus, sampai saya lihat ada orang pesen cap cay. Kok kayanya enak banget…

Berikutnya ke sana saya langsung pesan cap cay kuah pedas banget, bener saja rasanya super uenak, sueger dan yang paling penting pedasnya nendang. Saya ini termasuk tipe setia, jadi kalau sudah nemuin yang cocok nggak bakalan berpaling ke yang lain hehe… sampai sekarang masih langganan, Cak Ferry juga sampai hafal banget tiap kesana nggak perlu pesan panjang kali lebar sudah langsung tahu apa yang dimau. Anak saya juga sampai akrab sama Cak Ferry.

Di Cak Ferry, selain cap cay ada juga berbagai macam menu lain, misalnya mie rebus, mie goreng, kwetiauw rebus, kwetiauw goreng, aneka macam nasi goreng, dll. Silahkan datang langsung ke sana untuk mencoba masakan ala Cak Ferry.

Masih seputar cap cay, sekarang ini favorit kedua saya, namanya Cak Toha. Lokasi warungnya ada di Jl. Hasanudin kiri jalan rumah pertama setelah rel kereta api, buka tiap malam hari, kalau siang hari dipakai untuk bengkel.

Tahu warung Cak Toha sudah lama, karena sering lewat dan selalu ramai, tapi belum sempat nyobain, sampai suatu saat Cak Ferry tutup akhirnya suami saya cari-cari dan ingat warung ini. Harganya sama dengan Cak Ferry, rasanya juga nggak kalah. Bedanya di Cak Toha campurannya lebih banyak pakai ampela ati ayam dan kuahnya lebih pekat kecoklatan. Silahkan kalau lewat langsung dicoba mampir ke warung Cak Toha. Selain cap cay ada juga nasi goreng dan menu lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on 13/03/2017 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , , ,

Soto ayam enak di Semarang

soto-ayamSoto sudah menjadi salah satu makanan favorit semua orang dan mudah ditemukan dimana saja. Jenisnya juga beragam, mulai dari yang berkuah bening hingga yang berkuah santan kental, mau daging ayam atau sapi? Semua tergantung selera masing-masing. Tapi kali ini yang dibahas khusus soto ayam.

Nah yang mau saya bahas sekarang ini soto enak yang ada di kota Semarang menurut versi saya (jadi jangan protes kalo warung soto favoritnya nggak ada di daftar ini), saya berani bilang enak karena hampir semua soto yang saya tulis di bawah ini ramai pengunjung setiap hari. Kalau tidak percaya silahkan dibuktikan.

1. Soto Pak Oji

Letaknya ada di depan SD Islam Annisa daerah Indraprasta Semarang. Yang jadi favorit saya di sini adalah tempe gorengnya…. Hmmmmmm gurih, renyah dan juara pokoknya. Belum ada yang ngalahain. Saya sudah coba tempe goreng di warung-warung soto yang lain belum ada yang seenak sini. Kalo sate sih relatif sama dengan soto-soto lain. Tapi yang bikin beda di sini juga ada ayam goreng, nah favorit saya juga nih ampela ati-nya. Kalau yang suka kepala juga ada, asyik banget tuh makan soto sama kepala goreng.

2. Soto Pak Djon

Mungkin soto ini belum banyak yang tahu, karena selain tempatnya kecil dan sederhana. Nah ini cocok banget dengan peribahasa “don’t judge a book by its cover” karena walaupun tempatnya kurang meyakinkan tapi rasanya juara….

Tempatnya ada di Jalan Ariloka, kanan jalan seberangnya Indomaret. Bukanya agak siang sekitar jam 9 tapi jam 12an sudah habis, gila kan? Katanya kadang-kadang buka juga malam hari, tapi beberapa kali saya kesana tutup terus.

Kalau Anda kesana harus siap-siap berdiri dulu antri biar dapat giliran tempat duduk.

Sotonya seger banget, suwiran ayamnya banyak, lauknya juga komplit, tempe, perkedel, sate, krupuk semua ada. Harganya juga super murah, 1 porsi soto (ukuran mangkok bakso) hanya Rp 5,000; setengah porsi (ukuran mangkok soto) hanya Rp 3,000; aneka macam sate 1 tusuk Rp 3,000; aneka gorengan Rp 1,000; es teh Rp 2,000.

3. Soto Mbak Lin

Kalau Soto Mbak Lin pasti sudah banyak yang taulah, ada di depan stadion Diponegoro Semarang. Tempatnya luas cocok buat acara makan dengan keluarga besar. Soto Mbak Lin ini jenis soto yang bersantan, jadi kalau yang menghindari santan lebih baik cari soto yang lain saja. Porsinya kecil, jadi kalau makan di sana minimal 2 porsilah. Favorit saya kalau di sini adalah sate paru goreng-nya, wuih dijamin renyah, gurih dan nagih. Kalau tempe goreng sih masih kalah sama Soto Pak Oji.

4. Soto Pak Banjar

Soto Pak Banjar ini sudah punya beberapa cabang, yang saya coba ada di Jl. Mlaten Trenggulun, pas di pojokan pinggir jalan. Sekarang saya lebih sering makan di cabang Tanah Mas karena lebih dekat. Sotonya seger sepertinya pakai santan tapi tipis, tidak sekental Soto Mbak Lin. Lauknya komplit, tapi favorit saya di sini sate jeroan ayam (ampela ati) kering tanpa kuah. Kalau Anda suka sate basah/berkuah yang seperti biasanya juga ada.

soto-ayam-pak-banjar

Kalau warung soto yang lain menurut saya belum seenak yang di atas, misalnya yang saya sudah pernah nyobain: Soto Pak Mul (rombongan) Anjasmoro, Soto Pak Moel Batan, Soto Pak Kacang Pusponjolo, Soto Pak Kempling Kranggan, Soto Bu Nasiri Kranggan, Soto Pak Muh Jl. Gajah Mada, Soto Pak Kasri Kaligarang, Soto Mas Met Indraprasta, Soto Pak Ra’an, Soto Neon, Soto Kimar Ngaliyan, dll.

Sekali lagi kalau masalah rasa itu selera, jadi jangan maksain selera kita ke orang lain  🙂

 
Leave a comment

Posted by on 06/10/2016 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Nasi goreng uenak di Semarang

nasi goreng bu tarmi

Banyak sih sebenarnya nasi goreng enak di Semarang, yang paling banyak ditulis misalnya nasi goreng di daerah Berok,  Kranggan, Depok atau di daerah Puri Anjasmoro. Tapi yang mau saya bahas kali ini nasi goreng paling enak menurut versi saya, yaitu nasi goreng Bu Tarmi.

Warung nasi goreng Bu Tarmi ini buka tiap malam hari di pinggir jalan (sebelah kiri) sebelum rel dekat Stasiun Tawang. Sebelumnya warung Bu Tarmi ini ada di area Stasiun Tawang, pindah ke sini sudah beberapa bulan.

Selain nasi goreng, warung ini juga menyediakan babat gongso dan mie goreng, tapi yang paling laris adalah nasi goreng babat dan babat gongso-nya. Bumbunya mantap (kalau orang Jawa bilangnya mroso!), babat isonya juga banyak, jadi dijamin puas deh makan di sini. Harganya juga pas di kantong, nasi goreng babat komplit pakai telor hanya Rp. 12.000. Kalau hanya nasi goreng babat tanpa telur cukup Rp. 10.000 saja.

Yang membuat warung ini spesial adalah acar cabe dan bawang merah. Ini cocok banget dimakan dengan nasi gorengnya, biasanya bikin saya jadi kalap dan makin lahap. Kebetulan saya ada fotonya, ini ngambilnya curi-curi jadi maaf kalau sedikit blur. Semoga lain kali pas kesana lagi bisa dapat foto yang lebih bagus 🙂

acar cabe bu tarmi

nsai goreng babat bu tarmi

Karena saya bukan pengamat kuliner, jadi nggak bisa nulis panjang lebar. Tapi yang penting silahkan dibuktikan, langsung datang saja ke Warung Bu Tarmi, Insha Allah nggak rugi. Selain penjualnya ramah, rasanya enak dan harganya juga murah. pokoknya recommended banget buat nambah referensi kuliner.

“Sejak akhir tahun 2016 Nasi Goreng Bu Tarmi tutup, saya belum dapat informasi apakah memang tutup atau pindah lokasi.”

 
Leave a comment

Posted by on 26/05/2015 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , , ,

Pasar tradisional di Semarang

sayur dan buahSemenjak menikah 5 tahun yang lalu, saya tinggal di kota Semarang, tepatnya di pusat kota. Nah dari situ saya mulai mengenal beberapa tempat termasuk pasar tradisional. Kalau pasar modern sudah pasti banyak yang tahu, tapi kalau pasar tradisional belum tentu setiap orang tahu.

Meskipun supermarket dan minimarket sudah semakin menjamur di kota Atlas ini, namun keberadaan pasar tradisional masih tetap belum tergantikan. Masih banyak warga Semarang yang senang berbelanja di pasar tradisional, terlihat dari ramainya pengunjung di pasar-pasar yang sering saya datangi. Jika Anda warga pendatang di kota ini dan bingung mau belanja dimana?

Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi Anda, terutama Ibu yang bekerja dan tidak bisa berbelanja di pagi hari, karena ada beberapa pasar yang juga menjajakan dagangannya hingga sore bahkan larut malam hingga pagi lagi.

1.    Pasar Gang Baru

Ini adalah salah satu pasar yang terkenal di Semarang, berlokasi di sebuah gang di daerah pecinan. Beroperasi mulai pagi hingga sore hari. Disini Anda dapat menemukan berbagai makanan khas warga Tionghoa. Dan yang terpenting produk-produk yang dijual juga berkualitas.

Tempatnya terkesan kotor seperti pasar tradisional pada umumnya, dan identik dengan bau rebung (bahan untuk isian lunpia) yang sangat menyengat. Jadi jika Anda tidak suka dengan bau tersebut, lebih baik persiapkan diri dengan masker.

2.    Pasar Prembaen

Lokasinya di salah satu gang di Jl. Depok Semarang. Pasar ini hanya ada dari pagi hari (06.00) hingga siang hari (sekitar jam 13.00). Setelah itu pasar akan sepi dan berubah menjadi gang seperti biasanya. Di pagi hari jalanan Depok selalu macet karena saking banyaknya mobil-mobil yang parkir di sebalah kanan kiri jalan, menandakan kalau pasar ini sangat ramai pengunjung dan dari berbagai lapisan masyarakat.

Pasar Prembaen terkenal menjajakan produk-produk yang berkualitas, mulai dari sayur mayur, buah-buahan, daging, ikan/makanan laut, makanan kecil, bumbu dapur dll.

Dibandingkan dengan gang baru, pasar prembaen lebih bersih dan lebih nyaman menurut saya.

3.    Pasar Kanjengan

Berada dekat dengan Pasar Johar, Anda dapat masuk dari Jl. Kranggan. Pasar ini beroperasi mulai malam hari (sekitar jam 19.00), disini adalah pusat kulakan pedagang sayur dan buah. Namun penjual juga tetap melayani pembeli perorangan. Sayur mayur dijamin fresh karena langsung didatangkan dari Bandungan, Wonosobo dan daerah penghasil sayur lainnya. Sehingga harganya juga dijamin lebih murah.

Jika Anda datang ke Pasar Kanjengan dini hari/ pagi-pagi buta (sekitar jam 04.00-06.00), maka pasar sudah ramai dan penuh dengan berbagai macam pedagang seperti tahu tempe, ikan, daging, ayam, dan kebutuhan lainnya.

Jika Anda kesana malam hari sepeda motor bahkan mobil bisa masuk ke dalam karena jalannya sangat luas, namun jika dini hari jalan sudah penuh dengan pedagang, maka Anda harus berjalan kaki.

4.    Pasar Bulu

Saat ini Pasar Bulu sedang dalam renovasi, sehingga semua pedagang dialihkan di sepanjang jalan di belakang pasar. Pasar Bulu juga beroperasi dari pagi hingga malam hari. Aneka macam sayur mayur, buah-buahan, daging, ikan/makanan laut, makanan kecil, bumbu dapur dll tersedia disini.

Kondisi pasar cukup nyaman untuk belanja karena tidak becek/banjir. Namun jalannya cukup sempit karena pedagang berjualan di sepanjang kanan-kiri jalan.

5.    Pasar Kobong

Memiliki nama asli Pasar Rejomulyo, tetapi lebih dikenal orang dengan sebutan Pasar Kobong atau dalam bahasa Indonesia artinya terbakar. Pasar ini hanya beroperasi malam (sekitar jam 18.00 pedagang besar mulai menata dagangannya) hingga dini hari dan hanya menyediakan hasil laut seperti berbagai jenis ikan, kerang, kepiting, cumi-cumi dan hasil laut lainnya.

Pasar Kobong merupakan pusat kulakan para pedagang ikan dan restoran/warung makan yang menyediakan menu seafood, sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya. Karena sebagian besar para pedagang di berbagai pasar di Semarang dan sekitarnya mengambil dagangan dari Pasar Kobong.

Disini tawar menawar juga tidak seperti di pasar lainnya, disini Anda hanya bisa menawar paling banyak dua ribu saja, karena pedagang menawarkan harga tidak terlalu tinggi bahkan biasanya sudah harga pas, namun tetap murah.

Untuk kondisi pasarnya cukup memprihatinkan, atap rusak dan banyak kabel listrik yang berserakan, becek bahkan banjir dan kotor. Jadi jika Anda kesana lebih baik gunakan sepatu boot dari karet. Dan jangan kaget dengan para pedagang yang sebagian besar laki-laki dengan suara, logat bicara dan intonasi yang keras.

Pasar-pasar di atas sebagian besar berlokasi di tengah kota. Sebenarnya masih banyak sekali pasar tradisional yang belum saya sebutkan, semoga lain waktu saya bisa menulis lagi sehingga semakin lengkap sebagai referensi.

 
Leave a comment

Posted by on 03/12/2013 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,