RSS

Author Archives: SeduhTeh

About SeduhTeh

I love spending my free time for watching movies, gardening, travelling and off course writing content for my blog. I really appreciate any comment on my post. Thanks for visiting my blog ❤

E-KTP Berlaku Seumur Hidup

Bagi Anda yang melakukan perekaman E-KTP pada tahun 2012 (seperti saya) pasti di E-KTP tercantum masa berlaku 5 tahun (tepat dengan tanggal lahir Anda) yaitu tahun 2017. Tapi tidak perlu khawatir atau bingung untuk memperpanjang jika masa berlakunya sudah habis. Karena pada tanggal 29 Januari 2016 Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 470/295/SJ mengenai KTP Elektronik (KTP-el) Berlaku Seumur Hidup, menerangkan 3 poin penting sebagai berikut:

  1. Sesuai UU No. 24 Tahun 2013 KTP elektronik WNI berlaku seumur hidup.
  2. KTP elektronik yang sudah diterbitkan sebelum UU No. 24 Tahun 2013, juga berlaku seumur hidup. Jadi KTP elektronik yang sudah diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup dan tidak perlu diperpanjang walaupun telah habis masa berlakunya.
  3. Para Menteri dan Pimpinan Lembaga Non Kementerian diminta mematuhi ketentuan tersebut dan menyebarluaskan ke masyarakat.

Nah tentunya dengan adanya aturan ini masyarakat menjadi lebih mudah, sekarang tidak perlu repot-repot lagi untuk memperpanjang KTP setiap 5 tahun sekali. Apalagi sampai harus mengeluarkan uang yang tidak seharusnya untuk calo.

Jika saat mengurus sesuatu hal, ada lembaga atau instansi yang ngotot E-KTP Anda sudah habis masa berlakunya dan minta E-KTP baru dengan tertulis masa berlaku seumur hidup, Anda tinggal tunjukkan saja surat edaran resmi dari Menteri Dalam Negeri tadi. Karena disitu sudah jelas di poin 3 bahwa semua lembaga harus mematuhi ketentuan ini. Jadi aneh kalau sampai saat ini masih ada lembaga yang belum tahu mengenai aturan ini.

Memang informasi ini sudah terlambat bagi sebagian orang, tapi tidak ada salahnya tetap saya bagi karena mungkin di luar sana masih ada yang belum tahu mengenai informasi penting ini.

Silahkan download Surat Edaran di sini: SE_MDN_tentang_KTP-el_Untuk_Menteri_Kabinet_Kerja

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 27/03/2018 in Pelayanan Publik

 

Tags: , , , , , ,

Mau tanaman yang mudah dirawat, mudah didapat dan indah dilihat, Spider Plant pilihannya

Dari namanya saja, tanaman ini kedengarannya sudah keren, jadi teringat superhero Marvel favorit saya he..he..he… Spider plant memiliki nama ilmiah Chlorophytum comosum. Tanaman ini memiliki beberapa nama lain seperti Airplane plant, Spider ivy, Ribbon plant, dll. Kalau di Indonesia sering disebut juga dengan Lili Paris. Spider plant lebih banyak dikenal sebagai tanaman indoor walaupun juga bisa dijadikan sebagai tanaman outdoor.

Biasanya spider plant dijadikan tanaman hias di dalam ruangan seperti di ruang tamu, kamar tidur atau ruang kantor. Untuk jenis pot tanamnya bisa di pot biasa, pot gantung atau pot dinding. Selain tampilannya yang dominan dengan warna hijau yang menyegarkan, spider plant juga berfungsi menyerap polusi udara.

Untuk Anda yang sibuk, tanaman ini cocok sekali, karena perawatannya sangat mudah. Tidak perlu disiram setiap hari, cukup 2 atau 3 kali sehari. Spider plant akan berkembang dengan baik dengan cahaya yang terang dan tidak terkena secara langsung. Usahakan agar tanah/ media tanam jangan terlalu basah, karena justru dapat menyebabkan akar membusuk. Jika spider plant diletakkan di dalam ruangan, cukup dikeluarkan sesekali untuk mendapat cahaya matahari. Spider plant termasuk jenis tanaman yang cukup bandel hampir sama dengan snake plant atau sanseviera. Jadi kebangetanlah kalau punya spider plant sampai mati he..he..he…

Bagaimana? mulai tertarik untuk menanam spider plant di rumah? jangan khawatir, spider plant ini mudah didapat dengan harga yang murah. Biasanya dijual di dalam plastik polybag ukuran kecil. 1 polybag harganya sekitar 3 ribu. Tapi kalau kita beli banyak masih bisa dapat diskon. Hampir di semua toko tanaman hias pasti menjual spider plant. Misalnya kalau di Semarang langganan saya ada di Jl. Arteri Sukarno – Hatta dekat dengan Pom Bensin Masjid Agung. Di sana juga menjual berbagai macam tanaman hias, media tanam, pupuk dan pot dengan harga miring. Tapi walaupun begitu kalau beli di sana jangan lupa ditawar ya…

 

 
Leave a comment

Posted by on 01/03/2018 in Gardening

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Malas ke pasar? pesan saja via tumbas.in

Ibu-Ibu jaman now sebagian besar malas belanja ke pasar tradisional; maunya ke mall, minimarket atau supermarket. Tapi bukan salah mereka juga kalau malas ke pasar, karena biasanya pasar tradisional identik dengan kotor, bau, berantakan dan kalau tidak pandai/berani menawar bisa-bisa dapat harga lebih mahal dari supermarket. Atau ada juga beberapa penjual yang kurang ramah, kalau ditawar dagangannya malah marah-marah (yang ini saya pernah mengalami sendiri); nah hal-hal seperti ini yang membuat orang jadi malas ke pasar tradisional. Tapi walaupun begitu pasar tradisional masih punya penggemarnya sendiri.

Untuk yang malas ke pasar, apalagi yang rumahnya tidak pernah dilewatin pedagang sayur keliling; sekarang tidak perlu khawatir karena sudah ada aplikasi buatan anak muda kreatif Semarang untuk menjawab hal ini. Namanya tumbas.in, sesuai namanya tumbas artinya beli atau kalau saya lebih suka digabung jadi tumbasin alias beliin. Aplikasi ini bisa digunakan untuk belanja kebutuhan sehari-hari yang biasa dijual di pasar tradisional seperti sayur-mayur, buah-buahan, bumbu dapur, ikan segar, daging, aneka lauk-pauk, sembako, dll secara online.

Saya tahu pertama kali dari liputan NET TV Jateng, tidak lama langsung download aplikasinya di Playstore. Tidak ada biaya registrasi atau biaya tambahan lain. Saat coba belanja pertama kali, kebetulan masih ada promo free ongkir berapapun belanjanya. Saya langsung cocok dan keterusan langganan belanja sampai sekarang. Untuk saat ini free ongkir hanya berlaku untuk minimal belanja Rp 50,000.

Aplikasi ini sangat membantu khususnya untuk Ibu rumah tangga yang juga aktif bekerja. Seperti saya, biasanya pesan malam hari jadi besok paginya belanjaan sudah diantar ke rumah. Tapi tidak harus selalu pesan malam hari; pesan pagi, siang atau sore juga bisa dengan estimasi pengiriman antara 2-3 jam setelah pemesanan.

Untuk harganya sekilas saya membandingkan dengan harga di pasar tradisional hanya terpaut kurang lebih 10%. Misalnya harga tempe 1 pcs di pasar Rp 5,000 maka di tumbas.in harganya Rp 5,500. Selain itu kita juga bisa request khusus. Misalnya saya biasa beli udang minta dibuang kepalanya atau dikupas, beli ikan segar minta dibersihkan sekalian, dst; cukup ditulis saja di kolom keterangan saat kita memesan. Jadi terima belanjaan di rumah sudah tidak perlu report lagi. Tinggal dicuci bersih sudah siap dimasak.

Ini sebenarnya idenya sederhana tapi manfaatnya luar biasa. Selain memudahkan Ibu rumah tangga belanja juga secara tidak langsung membantu pedagang-pedagang di pasar tradisional. Menurut saya ini salah satu contoh bahwa kemajuan teknologi tidak selalu mematikan hal-hal yang bersifat konvensional, buktinya tumbas.in ini justru bisa menjadi jembatan untuk kedua hal yang bertolak belakang.

Notes: Aplikasi ini baru tersedia untuk Kota Semarang dan sekitarnya.

 
Leave a comment

Posted by on 15/02/2018 in Serba Serbi

 

Tags: , , , , , , ,

Liburan Akhir Tahun 2017 ke Pulau Dewata, Bali

Toko Oleh-Oleh Krisna

Harusnya ini diposting di awal Januari, tapi karena baru sempatnya sekarang, nggak apa-apalah yang penting belum akhir tahun lagi he..he..he..

Walaupun Gunung Agung di Bali sedang dalam status WASPADA, tidak menyurutkan niat kita untuk tetap berangkat liburan ke Bali di akhir tahun 2017. Karena destinasi wisata di pulau Bali sangat banyak dan lokasinya juga tidak semuanya dekat dengan Gunung Agung. Apalagi liburan ini sudah kita rencanakan jauh-jauh hari.

Kenapa pilih akhir tahun? karena selain liburnya banyak juga barengan dengan libur sekolah, jadi cocok sekali untuk liburan keluarga. Sebenarnya ke Bali sudah beberapa kali karena ada saudara yang tinggal di sana, tapi antusiasmenya masih tetap sama tiap kali liburan ke Bali.

Ke Bali 7 orang (4 dewasa dan 3 anak-anak) dengan mobil MPV kapasitas 7 orang. Kursi depan diisi 2 dewasa, kursi tengah 2 dewasa 1 anak, kursi belakang 2 anak. Jadi cukup lega, bisa nyaman di perjalanan. Karena jarak dari Semarang ke Bali cukup jauh. Kita berangkat  Jumat malam tanggal 22 Desember 2017 dengan perkiraan sampai Pelabuhan Ketapang siang hari (agar bisa menikmati pemandangan saat menyebrang). Di perjalanan kita berhenti beberapa kali untuk isi BBM, ke kamar kecil, istirahat, sholat dan makan.

Pelabuhan Ketapang

Alhamdulillah sesuai perkiraan, bisa menyeberang siang hari dan tidak perlu lama antri karena begitu sampai pelabuhan langsung masuk kapal dan berangkat. Tiket kapal untuk mobil MPV sebesar Rp 159,000. Di atas kapal tidak terlalu lama hanya kurang lebih 30 menit karena jarak Ketapang – Gilimanuk cukup dekat.

Begitu masuk ke pulau Bali, suasananya langsung terasa berbeda, arsitektur khas Bali langsung terlihat. Sepanjang perjalanan dari pelabuhan menuju ke kota Denpasar masih banyak hutan dan kebun-kebun. Di daerah ini terlihat banyak penduduknya yang beragama Islam karena  Masjid dan Mushola mudah ditemukan. Kita berhenti di salah satu masjid untuk istirahat dan sholat.  Sampai kota Denpasar Sabtu malam, kita langsung istirahat. Total perjalanan dari Semarang hingga Denpasar kurang lebih 24 jam.

Mangrove Forest

Esok harinya kita mulai jalan-jalan keliling Bali. Tujuan pertama ke Mangrove forest. Di sini tempatnya tidak begitu ramai pengunjung dan paling cocok untuk foto-foto karena pemandangannya bagus. Dari sini kita menuju ke pasar ikan Kedonganan. Kedonganan ini tempat nelayan pencari ikan berlabuh. Di sepanjang pantai banyak perahu nelayan yang bersandar. Berbagai macam ikan segar dan aneka seafood seperti cumi-cumi, udang, lobster, kepiting banyak dijual di pasar ini. Untuk pasar ikan, tergolong cukup bersih. Di dekat pasar juga banyak restoran yang menyediakan menu seafood.

Sebenarnya dari Kedonganan kita berencana langsung ke pantai, tapi karena cuaca tidak memungkinkan akhirnya kita ke Toko oleh-oleh Erlangga. Daripada waktu terbuang sia-sia akhirnya kita pakai untuk cicil beli oleh-oleh. Erlangga menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas Bali dengan harga murah; mulai dari makanan, minuman, souvenir/kerajinan tangan hingga pakaian. Keluar dari Erlangga sudah malam, kita langsung menuju ke Pantai Kuta. Kawasan pantai yang satu ini tidak ada sepinya, walaupun malam hari jalannya masih padat dan ramai.

Hari Kedua kita berangkat pagi langsung menuju ke Bedugul. Tujuan pertama langsung ke Toko Joger di Luwus. Karena kalau ke Bali rasanya kurang kalau tidak beli kaos Joger.  Joger ini tidak ada sepinya jadi kalau ke sini pasti tidak bisa sebentar karena selain lama pilih-pilih barang juga antrian untuk bayarnya bisa sampai berjam-jam. Selain kaos, Toko Joger juga menjual celana, tas, sandal, sepatu, aksesoris, dll.

Toko Oleh-Oleh Erlangga

Dari Joger kita menuju ke Bedugul, tapi di pertengahan jalan hujan lebat luar biasa, jadi percuma juga sampai sana tetap tidak bisa menikmati pemandangan. Akhirnya kita putar balik dan kembali ke kota. Kebetulan sudah sore dan belum sempat makan siang di Bedugul, jadi kita berhenti di Warung Ayam Betutu yang terkenal di sini. Ini makanan wajib kalau kita ke Bali. 1 porsi ayam betutu bisa untuk 4 orang harganya Rp 95,000.

Hari Ketiga kita ke Tanah Lot. Terakhir ke sini beberapa tahun yang lalu, kondisinya jauh berbeda dengan sekarang. Kebetulan sampai di sana hujan gerimis. Kita pilih parkir di atas. Anginnya cukup kencang dan kondisi laut juga pasang jadi memang tidak memungkinkan untuk turun ke pantai. Tapi walaupun cuaca seperti ini pengunjungnya tetap ramai.

Pantai Pandawa

Karena gagal main di pantai, kita langsung ke Pantai Sanur, tapi ternyata di sini sangat ramai pengunjung sampai mobil tidak bisa parkir. Akhirnya cari pantai lain yang lokasinya dekat. Kita ke Pantai Mertasari. Alhamdulillah sampai lokasi cuaca cerah, jadi anak-anak bisa langsung main di pantai. Di sini kita bisa main kano, ada juga aneka macam ban dan pelampung yang disewakan. Kalau di sini lebih banyak wisatawan lokal, wisatawan asing hanya beberapa saja bisa dihitung. Sayangnya tempat untuk mandi, ganti baju dan toilet kurang memadai. Tempatnya hanya sedikit dan kotor.

Hari Keempat kita lebih banyak istirahat. Hanya ke Pasar Seni Guwang Sukowati untuk hunting lukisan dan malam harinya ke Toko oleh-oleh Krisna. Lokasinya bersebelahan dengan Toko oleh-oleh Erlangga. Barang yang dijual juga hampir sama, bedanya Krisna  menyediakan kaos premium dengan harga yang hampir sama dengan Joger.

Nusa Dua Light Festival

Untuk hari kelima bisa dibilang temanya pantai. Tujuan pertama kita adalah Pantai Nusa Dua. Sebenarnya di sana sedang ada Nusa Dua Light Festival, sayangnya kita kesana siang hari. Dari sini kita langsung ke Pantai Pandawa. Pantai ini tergolong baru jika dibandingkan dengan pantai lain. Pantainya sangat ramai pengunjung, bahkan di area parkir juga ada panggung untuk pentas budaya seperti tari-tarian yang bisa ditonton gratis. Di sini kita juga bisa bermain kano atau sekedar menikmati suasana di tenda-tenda yang disewakan di pinggir pantai sambil minum es kelapa muda.

Pantai Padang-Padang

Tujuan ketiga kita ke Pura Uluwatu. Lokasinya ada di bukit dan berbatasan langsung dengan pantai. Jadi pemandangan dari atas sini sangat bagus. Tapi kita tetap harus berhati-hati dan mengikuti aturan yang ada seperti tidak duduk/berdiri di atas tembok/tebing. Kawasan Pura Uluwatu ini juga asri, ada banyak pepohonan dan beberapa monyet liar sesekali terlihat. Dari Uluwatu kita menuju ke Pantai Padang-Padang. Lokasi pantainya cukup unik karena ada di bawah dan untuk menuju kesana harus jalan kaki melewati jalur menurun yang sempit seperti goa. Pantainya kecil dan pengunjungnya sebagian besar adalah wisatawan asing.

Terakhir kita beli oleh-oleh wajib khas Bali yaitu Pie Susu. Kita tidak beli di Jl. Nangka tapi kita beli di Pie Susu Sissy. Di sini adalah toko sekaligus tempat produksi jadi bisa icip-icip pie susu yang masih hangat baru keluar dari oven. Pie susu-nya enak, fresh dan harganya juga wajar.

Hari Keenam atau hari terakhir di Bali. Kita rencana perjalanan pulang ke Semarang melalui jalur yang berbeda dengan jalur berangkat. Berangkat pagi kita menuju Bedugul karena kemaren gagal kesana. Kita sudah siapkan bekal makanan (nasi, sate lilit, sambal khas Bali dan aneka minuman dan makanan kecil) untuk makan siang di Kebun Raya Bedugul. Alhamdulillah sesuai rencana sampai di Bedugul cuaca cerah.

Patung Kumbakarna Laga di Kebun Raya Bedugul

Langsung masuk ke Kebun Raya “Eka Karya” Bali atau Eka Karya Botanical Garden Bali. Tempat ini cocok sekali untuk piknik keluarga atau untuk kegiatan outbond. Suasananya nyaman, udaranya sejuk, banyak pepohonan rindang dan tempatnya sangat bersih. Setelah foto-foto, kita keliling Kebun Raya dan terakhir berhenti di hamparan rumput hijau dengan view ke Danau Beratan. Ini adalah tempat favorit wisatawan untuk beristirahat dan menikmati bekal makanan. Kita istirahat di sini cukup lama, anak-anak bisa bermain kejar-kejaran atau hanya duduk-duduk santai di bawah pohon sambil menikmati bekal makanan dan minuman dengan suasana yang sejuk.

View Danau dari Kebun Raya Eka Karya Bedugul

Puas menikmati Kebun Raya kita menuju ke Danau Beratan (atau disebut juga Ulun Danu Beratan). Pura Ulun Danu Beratan ini sangat terkenal dan tidak asing lagi karena ada di lembar uang 50 ribu. Dari sekian banyak tempat wisata yang sudah kita kunjungi, menurut saya ini tempat yang paling bagus. Pemandangan di sini Masya Allah luar biasa indah. Selain bisa menikmati keindahan alam kita juga bisa bermain bebek air atau naik speed boat. Untuk anak-anak juga disediakan taman bermain.

Pura Ulun Danu Beratan

Danau Beratan ini adalah destinasi terakhir dari rangkaian liburan kita ke Pulau Bali. Dari sini kita langsung menuju arah pulang ke Pelabuhan Gilimanuk untuk perkiraan menyeberang pada malam hari.

Taman Safari Indonesia II

Pagi harinya kita sempatkan mampir ke Taman Safari Indonesia II atau sering disebut Taman Safari Prigen. Karena sayang kalau sudah sampai Jawa Timur tapi tidak ke sini. Apalagi liburan dengan anak-anak, tempat ini wajib dikunjungi. Di sini kita bisa melihat berbagai macam binatang liar dari dekat bahkan bisa berinteraksi langsung. Misalnya memberi makan zebra, kijang, dll.

Dari Prigen kita langsung perjalanan pulang menuju Semarang. Alhamdulillah sampai Semarang dengan selamat dengan banyak kenangan, cerita indah dan yang terpenting oleh-oleh untuk saudara dan teman.

 
Leave a comment

Posted by on 07/02/2018 in Travelling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pembelian Logam Mulia secara online dengan Tamasia

Logam Mulia (LM) salah satu pilihan investasi jangka panjang yang banyak diminati. Karena selain mudah didapat juga mudah untuk dijual kembali ketika sewaktu-waktu membutuhkan dana dengan harga yang relatif stabil dan cenderung naik. Saya termasuk salah satu peminatnya.

Dulu pertama kali beli Logam Mulia secara syariah melalui Pegadaian dekat rumah, karena saat itu PT. Antam belum membuka cabang di Semarang. Kalau saat ini sudah ada di salah satu ruko depan DP Mall Jl. Pemuda.

Di bulan Oktober 2017 saya membaca berita online mengenai aplikasi Tamasia. Setelah saya pelajari, tidak lama segera download aplikasinya di Playstore. Tamasia ini merupakan aplikasi berbasis syariah yang dapat digunakan untuk melakukan pembelian LM secara online. Pembeliannya bisa secara tunai atau cicilan. Tapi kalau mampu membeli LM secara tunai lebih baik datang langsung saja ke gerai Antam tidak perlu lewat Tamasia. Aplikasi ini lebih cocok untuk kita yang ingin membeli LM tapi dananya masih terbatas.

Untuk LM yang dijual merupakan produk asli dari PT. Antam. Harga jual dan harga beli (buy back) yang ada pada aplikasi Tamasia selalu diperbarui setiap hari mengikuti PT. Antam, jadi harganya selalu berubah. Untuk jangka waktu cicilannya bisa kita tentukan sendiri mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan. Berat LM yang tersedia mulai dari 1 gram hingga 100 gram.

Waktu beli pertama rasanya agak ribet karena yang bisa beli itu harus Reseller, tapi setelah diikuti prosesnya ternyata mudah juga. Untuk jadi Reseller kita harus daftar dulu via aplikasi dengan biaya sebesar Rp 99,000. Biaya tersebut hanya sekali bayar, tidak ada biaya bulanan atau tahunan. Setelah dapat konfirmasi via SMS berisi nomor PIN untuk login di aplikasi, saya baru bisa melakukan pembelian LM pertama. Saya pilih LM 5 gram dengan jangka waktu 3 bulan mulai dari Oktober 2017 hingga selesai Desember 2017.

Setelah selesai melakukan pembayaran terakhir (13 Desember 2017), saya langsung melakukan proses pencairan. Untuk pengirimannya dikenakan biaya Rp 100,000. Saya terima LM pada tanggal 21 Desember 2017 dengan packing yang sangat aman menggunakan RPX.

Merasa puas dengan sistem pembelian Tamasia, saya melakukan pembelian LM yang kedua di bulan Januari 2018. Alhamdulillah dengan Tamasia investasi menjadi lebih mudah dan Insya Allah berkah karena sesuai dengan syariah. Yang masih ragu mengenai boleh tidaknya pembelian emas dengan sistem ini silahkan baca fatwa-dsn-mui-no-77-tentang-murabahah-emas.

Berikut ini contoh ilustrasi pembelian LM per hari ini, Selasa 30 Januari 2018: 

Harga Jual Emas: Rp 640,000

Harga Beli Emas: Rp 564,000

Jumlah Gram Emas: 5 Gram

Jangka Waktu: 3 Bulan

Harga Emas 5 Gram (termasuk pajak 0.45%): Rp 3,054,000

Margin: Rp 152,700

Biaya Admin: Rp 30,000

Biaya Cetak: Gratis

Total Harga Emas: Rp 3,236,700

Pembayaran per bulan: Rp 1,078,900

Jika Anda berminat membeli LM di Tamasia tetapi tidak ingin menjadi Reseller, Anda cukup membelinya melalui Reseller yang sudah terdaftar dengan harga yang sama tanpa ada tambahan biaya sama sekali.

Jika Anda ingin tahu lebih detail mengenai Tamasia silahkan bisa langsung akses ke website resmi: http://www.tamasia.co.id/

 
1 Comment

Posted by on 30/01/2018 in Investasi

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Sanseviera tanaman cantik dan bermanfaat favorit saya…

Sanseviera sering disebut juga dengan Snake Plant atau Mother Inlaw’s Tounge atau kalau di Indonesia dikenal dengan tanaman Lidah Mertua. Kira-kira kenapa ya kok bisa dikasih nama lidah mertua? kurang tahu pastinya, tapi menurut saya mungkin karena bentuknya yang tipis memanjang dengan ujung yang meruncing/tajam seperti lidah. Nah kenapa harus lidah mertua? bukannya semua orang juga punya bentuk lidah yang hampir sama? ini kemungkinan sangat lekat hubungannya dengan opini atau pendapat umum tentang mertua dari kaca mata menantu #IMO. Anyway cukup tentang mertuanya tidak perlu diperpanjang lagi biarkan ini menjadi misteri para mertua dan menantu he..he..he…

Back to Sanseviera, sebenarnya lebih spesifik yang biasa disebut dengan Lidah Mertua adalah salah satu dari varian sanseviera yang bernama Sansevieria Trifasciata Laurentii. Karena Sanseviera sendiri punya banyak sekali varian, beberapa diantaranya bisa dilihat di foto berikut:

Saya jatuh cinta dengan tanaman ini karena selain tampilannya yang minimalis, perawatannya juga mudah dan yang paling penting sangat bermanfaat untuk menyerap polusi udara. Ini sesuai dengan hasil penelitian dari NASA Clean Air Study bahwa Sanseviera mampu menjernihkan udara dengan menyerap beberapa racun seperti formaldehyde, xylene, dan toluene. Sansevieria memiliki proses metabolisme yang mampu menyerap karbon dioksida pada malam hari, dan melepaskan oksigen pada siang hari. Sehingga Sanseviera ini sangat cocok dijadikan tanaman indoor. Seperti di rumah, semua Sanseviera saya letakkan di dalam ruangan. Selain cantik untuk hiasan juga baik untuk kesehatan. Jangan lupa jika ada anak kecil di rumah perlu diperhatikan karena Sanseviera ini beracun jika sampai tertelan.

Yang belum punya Sanseviera di rumah, coba deh mulai tanam setidaknya 1 pot dulu, karena Sanseviera ini mudah dikembang-biakkan. Cukup beli 1 pot tunggu beberapa bulan pasti tumbuh tunas-tunas kecil yang bisa dipindahkan ke pot-pot lain. Atau yang punya lahan cukup luas bisa langsung ditanam di tanah atau taman sekitar rumah dijamin lebih cepat berkembang.

 
Leave a comment

Posted by on 12/12/2017 in Gardening

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Cara menghapus tabel atau menghapus isinya saja

Saat bekerja menggunakan Microsoft Word, Anda dapat menghapus keseluruhan tabel atau hanya menghapus isinya saja tanpa menghapus tabel tersebut.  

Menghapus tabel dan isinya:

  1. Klik pada tabel.
  2. Di bawah Table Tools, klik tab Layout.
  3. Pada grup Rows & Columns, klik Delete, kemudian klik Delete Table.

 Menghapus isi tabel:

  1. Pada tab Home, grup Paragraph, klik Show/Hide.

  1. Pilih item yang ingin Anda hapus.

  1. Tekan DELETE.

Untuk mendapatkan tulisan di atas dalam bentuk pdf, silahkan klik link berikut: seduhteh-cara menghapus tabel atau menghapus isinya saja

 
Leave a comment

Posted by on 08/12/2017 in Microsoft Word

 

Tags: , , , , , ,