RSS

Perjalanan Akhir Tahun 2018: The Lawu Park, Telaga Sarangan, Solo

14 Jan

The Lawu Park

Tidak terasa Tahun 2019 sudah memasuki minggu ke 3. Semoga belum terlalu basi untuk posting pengalaman perjalanan terakhir di tahun 2018. Alhamdulillah akhir tahun kemarin bisa menghabiskan waktu dengan sahabat tercinta. Untuk menghindari macet dan tempat wisata yang terlalu padat pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru, kita pilih tanggal 20-22 Desember 2018, kebetulan anak-anak sudah masuk libur sekolah.

Hari Pertama, Semarang > The Lawu Park

Berangkat tanggal 20 Desember 2018 pagi langsung menuju The Lawu Pak yang berada di Jl. Tawangmangu Magetan KM 9 Bulakrejo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar. Bisa dibilang The Lawu Park ini paket komplit untuk wisata keluarga karena di sini terdapat cottage, glamping, camping, spot foto, kuliner, taman bermain, outbond serta bisa berinteraksi langsung dengan binatang seperti kelinci dan domba. Untuk high season seperti ini, jika berencana menginap lebih baik booking jauh-jauh hari. Jangan sampai sudah di lokasi tapi kehabisan kamar.

Untuk informasi lengkap mengenai harga dan fasilitas dari The Lawu Park bisa langsung cek di akun Instagram: @the_lawupark atau Whatsapp: 081 299 428 124

Sampai di lokasi kira-kira pukul 12.30, karena baru bisa check-in glamping pukul 14.00, kita menunggu di resto sambil istirahat, makan siang dan sholat sementara anak-anak bermain dengan domba di area bermain. Di sana disediakan mushola yang bentuknya cukup unik seperti Ka’bah. Untuk resto-nya 2 lantai dan cukup luas. Menu yang disediakan juga beragam dengan harga yang terjangkau bahkan relatif murah.

 

Jika ingin berlibur ke sini harus dipersiapkan pakaian hangat, karena suhunya bisa mencapai 9°C-15°C, bahkan siang hari kabut sudah mulai turun. Kabutnya cukup tebal dan bertahan lama bisa sampai sehari penuh.

Konsep untuk cottage dan glamping dari segi desain dan tampilan luar sebenarnya cukup bagus, hanya saja masih perlu banyak ditingkatkan untuk fasilitas di dalamnya. Misalnya saja seperti glamping yang kita tempati hanya berisi 2 King size bed, TV dan kamar mandi kecil. Tidak ada air mineral, gula, teh/kopi apalagi kettle listrik untuk memanaskan air minum. Padahal ini penting apalagi untuk daerah yang dingin seperti di sini. Untung saja kita sudah persiapan membawa kompor gas kecil dan panci 🙂

Cottage harganya lebih murah dari glamping karena ukurannya lebih kecil. Jika cottage hanya bisa untuk 2 orang, glamping bisa untuk 4 orang. Paket cottage mendapat free breakfast 2 orang, sedangkan glamping free breakfast 4 orang. Tapi jangan berharap breakfast seperti di hotel bintang, di sini sarapannya sederhana hanya teh panas dan nasi goreng dengan telor mata sapi.

Menu sarapan (1 paket dengan sewa Cottage/Glamping)

Malam hari kita keluar dari The Lawu Park turun ke pusat keramaian terdekat, kurang lebih 5 KM. Di sini ada berbagai kuliner malam yang cocok dengan suhu dingin seperti jagung, kacang, pisang dan ketela rebus, wedang ronde, bakso, dll. Tapi kita memilih untuk makan malam di GRIYA DHAHAR OMAH DUWUR. Sesuai namanya, letaknya lebih tinggi dari jalan raya, jadi dari atas sambil makan bisa melihat lalu lalang kendaraan di jalan raya. Menunya cukup lengkap, harga murah dan rasanya juga enak. Kalau tempatnya tidak istimewa, tapi cukup bersih. Di sini juga ada tempat untuk sholat.

Daftar Menu GRIYA DHAHAR OMAH DUWUR

Hari Kedua, Telaga Sarangan > Solo

Hari kedua kita explore The Lawu Park sampai anak-anak puas bermain, kemudian check-out dan menuju ke Telaga Sarangan yang jaraknya kurang lebih 8 KM. Tiket masuknya hanya Rp 10,000 untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak. Di sepanjang jalan dari area parkir hingga ke Telaga kita melewati deretan warung kaki lima yang menjual beraneka ragam oleh-oleh khas daerah sini. Jaraknya kurang lebih 500 meter, kalau malas jalan kaki kita bisa menyewa kuda sekalian untuk berkeliling Telaga.

Selain berkuda mengelilingi Telaga, kita juga bisa menyewa speedboat untuk berkeliling. Speedboat bisa untuk 4 orang, biaya sewanya Rp 60,000 satu kali putaran atau Rp 150,000 untuk tiga kali putaran. Karena berkuda sudah biasa dan banyak di tempat wisata lainnya,  kita lebih memilih untuk sewa speedboat. Anak-anak sangat antusias dan senang, bahkan mereka naik sampai 2 kali putaran 🙂

Puas menikmati pemandangan Telaga Sarangan, kita kembali ke arah Tawangmangu untuk makan siang. Dari kemarin kita penasaran dengan sate kambing yang buka hanya siang hari ada di seberang GRIYA DHAHAR OMAH DUWUR. Akhirnya kesampaian juga makan di sini. Nama warungnya Sate Kambing Pak Pur, ternyata memang cukup terkenal dan ramai pembeli. Harga satenya murah sekali dibandingkan dengan harga sate kambing di Semarang. Untuk 10 tusuk sate kambing/sapi hanya Rp 16,000; tongseng/tengkleng Rp 14,000; gule Rp 12,000 dan nasi goreng Rp 12,000. Dengan harga murah, rasanya tidak kalah enak.

Makan siang sambil browsing hotel untuk menginap malam kedua, kita putuskan booking Hotel Syariah Solo, kebetulan dapat harga promo dari tiket.com 🙂 Sampai hotel sudah sore, langsung istirahat. Malam harinya baru keluar untuk explore kuliner di Solo. Lokasi hotel dekat dengan Universitas Muhamadiyah Solo, biasanya kalau daerah kampus banyak kuliner enak dan murah. Akhirnya kita coba makan di Warung Gongso Mbak Ninie.

Daftar Menu Warung Gongso Mbak Ninie

Warungnya sederhana hanya rumah biasa yang disulap jadi tempat makan, tapi pembelinya ramai luar biasa sampai antri. Grab & Gojek juga banyak yang sedang menunggu pesanan. Wajar saja karena harganya murah dan varian menunya cukup banyak. Seperti namanya di sini hanya menyediakan aneka macam menu yang dimasak gongso.

Pagi harinya sarapan di Hotel, kemudian anak-anak berenang di Hotel sebelah. Karena Hotel Syariah tidak menyediakan kolam renang, jadi untuk pengunjung yang ingin berenang bisa di LOR-IN, lokasinya sangat dekat cukup jalan kaki saja. Sudah puas berenang kita kembali ke Hotel untuk istirahat dan packing siap-siap untuk pulang kembali ke Semarang.

“Friends that travel together stay together”

Kebetulan sekali jalan tol dari Solo ke Semarang baru saja diresmikan (sehari sebelumnya), perjalanan dari Solo ke Semarang hanya 1 jam saja. Menghabiskan waktu 3 hari 2 malam bersama dengan sahabat tercinta memang berbeda. Rasanya waktu terlalu cepat berlalu. Semoga di akhir tahun 2019 kita bisa melakukan perjalanan bersama lagi ke tempat baru yang lebih seru.

 
2 Comments

Posted by on 14/01/2019 in Traveling

 

Tags: , , , , , , , , ,

2 responses to “Perjalanan Akhir Tahun 2018: The Lawu Park, Telaga Sarangan, Solo

  1. Mona

    15/06/2019 at 2:45 am

    Mantap reviewnya…

    saya mau bertanya donk, mas…. bagaimana pelayanan penginapan di The Lawu Park? Apakah air panas bisa nyala? Mohon infonya…

     
    • SeduhTeh by Septi

      17/06/2019 at 8:21 am

      Pengalaman saya, air panasnya nyala tapi tidak otomatis seperti yang di Hotel2 itu, jadi kalau buat mandi 1 orang, orang berikutnya harus nunggu dulu sampai airnya panas lagi baru bisa mandi 🙂
      Btw, saya mbak bukan mas2 🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: