RSS

Serunya liburan ke Jogja naik angkutan umum

04 May

Kawasan Candi Prambanan Yogyakarta

Liburan ke Jogja memang sudah biasa ya… apalagi buat kita yang tinggal di Jawa Tengah dan sekitarnya. Tapi walaupun begitu Jogja tidak pernah gagal mengundang wisatawan untuk kembali datang. Selain terkenal sebagai Kota Pelajar, Jogja juga menawarkan banyak tujuan wisata mulai dari wisata sejarah, alam, edukasi, belanja, hiburan, dll.

Seperti saya dan keluarga juga sudah beberapa kali mengunjungi Kota Gudeg ini, tapi biasanya menggunakan kendaraan sendiri atau ikut dengan rombongan. Kemarin tanggal 28-29 April 2018 sedikit berbeda karena kita kesana dengan naik angkutan umum.

Bangunan di Kawasan Keraton

Berangkat dari Semarang hari Sabtu 28 April 2018 pukul 06.00, dari rumah kita naik GrabCar sampai Agen Bus Nusantara di Jl. Setia Budi No.168, Srondol Kulon, Banyumanik. Sampai sana ada bus jurusan Jogja yang standby, alhamdulillah tidak harus menunggu lama kira-kira pukul 06.30 bus berangkat. Tiket bus per orang Rp 45,000. Perjalanan kurang lebih 3 jam sampai pemberhentian terakhir yaitu Terminal Jombor kira-kira pukul 09.30.

Dari Terminal Jombor kita lanjut dengan Jogja Trans, tiketnya per orang hanya Rp 3,500. Tidak perlu khawatir jika tidak tahu rute sama sekali seperti kita, petugas Trans Jogja siap membantu. Karena kita ingin liburan ini juga ada edukasi ke anak, jadi tujuan pertama kita adalah Keraton Jogja. Sesuai informasi kita naik bis nomor A2 turun di Halte 3 Malioboro. Ini adalah halte terdekat dengan Keraton.

Brosur Keraton

Turun dari bis langsung disambut tukang becak yang sudah standby di dekat halte. Tukang becak menawarkan wisata keliling naik becak ke 3 tempat hanya Rp 10,000. Tapi sesuai pengalaman yang sudah pernah beberapa tahun lalu, kita biasanya dibawa berkeliling ke Toko oleh-oleh dengan harga yang lumayan mahal. Kenapa bayar becaknya murah karena tukang becak ini nanti akan mendapat fee dari Toko tersebut. Kali ini kita hanya murni pakai jasa becak untuk mengantar ke Keraton saja, biayanya Rp 15,000.

Sampai di Keraton cukup banyak pengunjung (sangat berbeda saat saya ke Keraton Solo, pengunjungnya hanya beberapa orang bisa dihitung). Tiket per orang hanya Rp 5,000 dan izin untuk foto Rp 2,000. Kita dibekali brosur yang berisi informasi mengenai bangunan apa saja yang ada di dalamnya. Masuk ke dalam suasananya asri dan bersih, kita masuki semua sudut ruangan yang ada di sana satu per satu dan menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam.

Puas keliling Keraton, perut mulai keroncongan. Kita cari makanan di sekitar Keraton, alhamdulillah ada warung yang lumayan dekat, namanya Bebakaran. Sesuai namanya warung ini menyediakan berbagai macam menu serba dibakar seperti tempe, sosis, bakso, ikan dan ayam. Tempatnya cukup nyaman bisa duduk di kursi atau lesehan, rasanya juga lumayan enak.

Warung Bebakaran

Kita makan sekalian istirahat kurang lebih 1 jam. Dari Bebakaran pesan GrabCar untuk ke Hotel. Jaraknya lumayan jauh karena kita menginap di Hotel Platinum yang ada di depan Bandara Adi Sucipto. Sampai Hotel kira-kira pukul 13.30 langsung check-in dan istirahat. Sore hari berenang, kebetulan sepi jadi berasa kolam sendiri. View-nya bagus sekali karena kolam renangnya ada di rooftop dan menghadap ke Bandara Adi Sucipto.

Kolam Renang Hotel Platinum Adi Sucipto Yogyakarta

Malam hari kita jalan-jalan di sekitar hotel untuk cari ATM, snack dan makan malam. Kita ke Pom Bensin di dekat hotel, di sana lengkap ada ATM berbagai macam Bank, mini market dan Dunkin’ Donuts. Di depannya ada yang jual jagung, ketela, pisang dan kacang rebus masih fresh dan anget, pas sekali untuk camilan di malam hari. Harganya juga murah untuk jagung, pisang (isi 2), ketela Rp 3,000 per biji dan kacang Rp 5,000 per porsi.

Mie Ayam & Bakso Idolaku Pak Tikno

Dari sini kita jalan ke sebelahnya ada warung Mie Ayam dan Bakso Idolaku Pak Tikno. Tempatnya sangat luas cocok sekali untuk rombongan. Walapun ramai pembeli, penyajiannya cukup cepat. Rasanya enak dan harganya juga murah jika dibandingkan dengan harga bakso di Semarang. Sudah puas dan kenyang kita kembali ke Hotel untuk istirahat.

Pagi harinya berenang sebentar kemudian sarapan di Hotel. Kira-kira pukul 09.00 kita check-out dan langsung menuju ke Candi Prambanan menggunakan GrabCar. Karena jarak dari jalan raya ke loket tiket lumayan jauh, kita minta Grab untuk mengantar sampai dalam (cukup tambah bayar parkir mobilnya).

Di sana langsung disambut penjaja sewa payung, karena memang cuacanya panas terik. Sewa payung hanya Rp 10,000 sampai selesai (tidak ada batas waktu). Candi Prambanan ternyata tidak kalah dengan Candi Borobudur, pengunjungnya ramai sekali sampai harus antre lumayan panjang di loket. Harga tiketnya untuk anak (usia 3-10 tahun) Rp 20,000 dan dewasa Rp 40,000. Agar tidak capek, barang bawaan dan tas bisa dititipkan ke tempat penitipan (gratis) yang ada di dekat loket.

Begitu masuk langsung ke area taman yang sangat luas dengan rumput hijau membentang, banyak pepohonan rindang dan kursi-kursi taman. Suasananya sangat bersih, nyaman, asri dan menenangkan, dijamin betah berlama-lama di sini. Di area taman ada beberapa orang yang memakai kostum seperti gatotkaca, iron man, transformer, dll atau burung hantu yang disewakan untuk berfoto bersama. Ada juga yang menyewakan self-balancing scooter, ini bisa untuk anak-anak atau dewasa. Biaya sewanya Rp 20,000 untuk 10 menit, Rp 35,000 20 menit atau  Rp 50,000 30 menit. Ini wajib sekali dicoba karena dijamin seru.

Self-Balancing Scooter di Kawasan Candi Prambanan

Puas bermain di taman kita menuju ke area candi. Siang hari panas terik tetap tidak menyurutkan minat pengunjung. Terutama buat yang hobi fotografi atau sekedar foto selfie, di sini banyak spot-spot yang wajib untuk menambah koleksi foto. Di sekeliling candi yang masih kokoh berdiri banyak sekali reruntuhan candi yang belum disusun kembali. Ini juga bisa jadi spot foto yang bagus.

Keluar dari area candi ada persewaan sepeda untuk mengelilingi keseluruhan area candi yang memang rasanya tidak mungkin dikelilingi dengan berjalan kaki. Biaya sewa untuk sepeda tandem (untuk 2 orang) Rp 20,000 dan sepeda biasa Rp 10,000. Karena sudah capek jalan kaki, kita pilih naik kereta, biayanya per orang Rp 10,000. Dengan kereta ini kita dibawa keliling area Candi Prambanan melewati beberapa Candi seperti Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Kereta berhenti sebentar kira-kira 10 menit di Museum. Di dalamnya berisi contoh replika yang menunjukkan bagaimana proses pemugaran candi dilakukan. Di sini kita juga bisa menukarkan tiket kereta dengan air mineral Aqua 330 ml. Dari sini kereta berjalan lagi melewati kandang rusa dan berhenti di depan pintu keluar.

Seperti halnya di kebanyakan tempat wisata, jalur keluar dari area candi sebelum ke area parkir harus melewati deretan panjang toko penjual oleh-oleh. Kita langsung mencari Mushola untuk sholat dzuhur, alhamdulillah ada di dekat area parkir. Tempatnya cukup luas dan bersih. Keluar dari area Candi Prambanan kurang lebih pukul 13.00 sudah waktunya makan siang, beruntung di seberang jalan ada Rocket Chicken.

Candi Prambanan Yogyakarta

Tanya ke tukang parkir, Halte Jogja Trans terdekat kira-kira 1 KM, lumayan juga kalau harus jalan kaki. Alhamdulillah Bapak tukang parkirnya baik, kita dibantu dicarikan orang yang mau antar ke halte. Kebetulan di sebelah baru ada anak-anak muda yang nongkrong dan mau dimintain tolong.

Tujuan kita adalah Terminal Jombor, sesuai informasi kita bisa naik bis A1 kemudian transit di Halte Bandara Adi Sucipto untuk pindah ke bis B5. Tapi sudah menunggu lama bis B5 tidak muncul juga. Justru yang datang adalah bis DAMRI dan ditawari petugas Trans Jogja kalau yang mau ke jurusan Terminal Jombor bisa naik tinggal bayar Rp 4,000 per orang, daripada menunggu lebih lama lagi akhirnya kita naik.

Sampai Terminal Jombor kira-kira pukul 14.30, pas ada bis jurusan Semarang yang sedang menunggu penumpang. Tidak lama bis langsung berangkat. Sampai Semarang kira-kira pukul 18.00, turun di daerah Sukun Banyumanik. Di sini sudah banyak taksi yang menunggu. Tapi karena mau pakai GrabCar, kita rela jalan sebentar sampai sebelah Swalayan Ada, baru order dari sini.

Alhamdulillah liburan singkat ke Jogja berjalan lancar, ternyata mudah kok naik angkutan umum. Apalagi jaman sekarang fasilitas trasportasi umum tidak kalah nyaman dengan kendaraan pribadi.

The Infinity Sky Bar Hotel Platinum Adi Sucipto

Tips buat yang berniat liburan dengan angkutan umum:

  • Pastikan kondisi badan fit, karena pasti kita perlu lebih banyak tenaga dibanding kalau naik kendaraan pribadi.
  • Riset lokasi tujuan agar tahu perkiraan jarak dan angkutan umum apa yang bisa dipakai.
  • Booking Hotel jauh-jauh hari.
  • Bawa pakaian ganti secukupnya, usahakan memakai backpack agar lebih praktis.
  • Pakai sepatu agar lebih nyaman saat jalan kaki dan berpindah angkutan.
  • Bawa bekal air minum dan snack untuk di perjalanan.
  • Siapkan uang pecahan kecil seperti 1/2/5/10/20-ribuan agar mudah saat bayar angkutan umum.
  • Bawa handphone, charger dan powerbank agar HP selalu ON sewaktu-waktu diperlukan.
  • Bawa sling bag untuk menyimpan barang penting seperti kamera, handphone dan dompet, pastikan selalu dibawa di bagian depan.
  • Jangan segan/malu bertanya!

Candi Prambanan

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 04/05/2018 in Travelling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: