RSS

Liburan Akhir Tahun 2017 ke Pulau Dewata, Bali

07 Feb

Toko Oleh-Oleh Krisna

Harusnya ini diposting di awal Januari, tapi karena baru sempatnya sekarang, nggak apa-apalah yang penting belum akhir tahun lagi he..he..he..

Walaupun Gunung Agung di Bali sedang dalam status WASPADA, tidak menyurutkan niat kita untuk tetap berangkat liburan ke Bali di akhir tahun 2017. Karena destinasi wisata di pulau Bali sangat banyak dan lokasinya juga tidak semuanya dekat dengan Gunung Agung. Apalagi liburan ini sudah kita rencanakan jauh-jauh hari.

Kenapa pilih akhir tahun? karena selain liburnya banyak juga barengan dengan libur sekolah, jadi cocok sekali untuk liburan keluarga. Sebenarnya ke Bali sudah beberapa kali karena ada saudara yang tinggal di sana, tapi antusiasmenya masih tetap sama tiap kali liburan ke Bali.

Ke Bali 7 orang (4 dewasa dan 3 anak-anak) dengan mobil MPV kapasitas 7 orang. Kursi depan diisi 2 dewasa, kursi tengah 2 dewasa 1 anak, kursi belakang 2 anak. Jadi cukup lega, bisa nyaman di perjalanan. Karena jarak dari Semarang ke Bali cukup jauh. Kita berangkat  Jumat malam tanggal 22 Desember 2017 dengan perkiraan sampai Pelabuhan Ketapang siang hari (agar bisa menikmati pemandangan saat menyebrang). Di perjalanan kita berhenti beberapa kali untuk isi BBM, ke kamar kecil, istirahat, sholat dan makan.

Pelabuhan Ketapang

Alhamdulillah sesuai perkiraan, bisa menyeberang siang hari dan tidak perlu lama antri karena begitu sampai pelabuhan langsung masuk kapal dan berangkat. Tiket kapal untuk mobil MPV sebesar Rp 159,000. Di atas kapal tidak terlalu lama hanya kurang lebih 30 menit karena jarak Ketapang – Gilimanuk cukup dekat.

Begitu masuk ke pulau Bali, suasananya langsung terasa berbeda, arsitektur khas Bali langsung terlihat. Sepanjang perjalanan dari pelabuhan menuju ke kota Denpasar masih banyak hutan dan kebun-kebun. Di daerah ini terlihat banyak penduduknya yang beragama Islam karena  Masjid dan Mushola mudah ditemukan. Kita berhenti di salah satu masjid untuk istirahat dan sholat.  Sampai kota Denpasar Sabtu malam, kita langsung istirahat. Total perjalanan dari Semarang hingga Denpasar kurang lebih 24 jam.

Mangrove Forest

Esok harinya kita mulai jalan-jalan keliling Bali. Tujuan pertama ke Mangrove forest. Di sini tempatnya tidak begitu ramai pengunjung dan paling cocok untuk foto-foto karena pemandangannya bagus. Dari sini kita menuju ke pasar ikan Kedonganan. Kedonganan ini tempat nelayan pencari ikan berlabuh. Di sepanjang pantai banyak perahu nelayan yang bersandar. Berbagai macam ikan segar dan aneka seafood seperti cumi-cumi, udang, lobster, kepiting banyak dijual di pasar ini. Untuk pasar ikan, tergolong cukup bersih. Di dekat pasar juga banyak restoran yang menyediakan menu seafood.

Sebenarnya dari Kedonganan kita berencana langsung ke pantai, tapi karena cuaca tidak memungkinkan akhirnya kita ke Toko oleh-oleh Erlangga. Daripada waktu terbuang sia-sia akhirnya kita pakai untuk cicil beli oleh-oleh. Erlangga menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas Bali dengan harga murah; mulai dari makanan, minuman, souvenir/kerajinan tangan hingga pakaian. Keluar dari Erlangga sudah malam, kita langsung menuju ke Pantai Kuta. Kawasan pantai yang satu ini tidak ada sepinya, walaupun malam hari jalannya masih padat dan ramai.

Hari Kedua kita berangkat pagi langsung menuju ke Bedugul. Tujuan pertama langsung ke Toko Joger di Luwus. Karena kalau ke Bali rasanya kurang kalau tidak beli kaos Joger.  Joger ini tidak ada sepinya jadi kalau ke sini pasti tidak bisa sebentar karena selain lama pilih-pilih barang juga antrian untuk bayarnya bisa sampai berjam-jam. Selain kaos, Toko Joger juga menjual celana, tas, sandal, sepatu, aksesoris, dll.

Toko Oleh-Oleh Erlangga

Dari Joger kita menuju ke Bedugul, tapi di pertengahan jalan hujan lebat luar biasa, jadi percuma juga sampai sana tetap tidak bisa menikmati pemandangan. Akhirnya kita putar balik dan kembali ke kota. Kebetulan sudah sore dan belum sempat makan siang di Bedugul, jadi kita berhenti di Warung Ayam Betutu yang terkenal di sini. Ini makanan wajib kalau kita ke Bali. 1 porsi ayam betutu bisa untuk 4 orang harganya Rp 95,000.

Hari Ketiga kita ke Tanah Lot. Terakhir ke sini beberapa tahun yang lalu, kondisinya jauh berbeda dengan sekarang. Kebetulan sampai di sana hujan gerimis. Kita pilih parkir di atas. Anginnya cukup kencang dan kondisi laut juga pasang jadi memang tidak memungkinkan untuk turun ke pantai. Tapi walaupun cuaca seperti ini pengunjungnya tetap ramai.

Pantai Pandawa

Karena gagal main di pantai, kita langsung ke Pantai Sanur, tapi ternyata di sini sangat ramai pengunjung sampai mobil tidak bisa parkir. Akhirnya cari pantai lain yang lokasinya dekat. Kita ke Pantai Mertasari. Alhamdulillah sampai lokasi cuaca cerah, jadi anak-anak bisa langsung main di pantai. Di sini kita bisa main kano, ada juga aneka macam ban dan pelampung yang disewakan. Kalau di sini lebih banyak wisatawan lokal, wisatawan asing hanya beberapa saja bisa dihitung. Sayangnya tempat untuk mandi, ganti baju dan toilet kurang memadai. Tempatnya hanya sedikit dan kotor.

Hari Keempat kita lebih banyak istirahat. Hanya ke Pasar Seni Guwang Sukowati untuk hunting lukisan dan malam harinya ke Toko oleh-oleh Krisna. Lokasinya bersebelahan dengan Toko oleh-oleh Erlangga. Barang yang dijual juga hampir sama, bedanya Krisna  menyediakan kaos premium dengan harga yang hampir sama dengan Joger.

Nusa Dua Light Festival

Untuk hari kelima bisa dibilang temanya pantai. Tujuan pertama kita adalah Pantai Nusa Dua. Sebenarnya di sana sedang ada Nusa Dua Light Festival, sayangnya kita kesana siang hari. Dari sini kita langsung ke Pantai Pandawa. Pantai ini tergolong baru jika dibandingkan dengan pantai lain. Pantainya sangat ramai pengunjung, bahkan di area parkir juga ada panggung untuk pentas budaya seperti tari-tarian yang bisa ditonton gratis. Di sini kita juga bisa bermain kano atau sekedar menikmati suasana di tenda-tenda yang disewakan di pinggir pantai sambil minum es kelapa muda.

Pantai Padang-Padang

Tujuan ketiga kita ke Pura Uluwatu. Lokasinya ada di bukit dan berbatasan langsung dengan pantai. Jadi pemandangan dari atas sini sangat bagus. Tapi kita tetap harus berhati-hati dan mengikuti aturan yang ada seperti tidak duduk/berdiri di atas tembok/tebing. Kawasan Pura Uluwatu ini juga asri, ada banyak pepohonan dan beberapa monyet liar sesekali terlihat. Dari Uluwatu kita menuju ke Pantai Padang-Padang. Lokasi pantainya cukup unik karena ada di bawah dan untuk menuju kesana harus jalan kaki melewati jalur menurun yang sempit seperti goa. Pantainya kecil dan pengunjungnya sebagian besar adalah wisatawan asing.

Terakhir kita beli oleh-oleh wajib khas Bali yaitu Pie Susu. Kita tidak beli di Jl. Nangka tapi kita beli di Pie Susu Sissy. Di sini adalah toko sekaligus tempat produksi jadi bisa icip-icip pie susu yang masih hangat baru keluar dari oven. Pie susu-nya enak, fresh dan harganya juga wajar.

Hari Keenam atau hari terakhir di Bali. Kita rencana perjalanan pulang ke Semarang melalui jalur yang berbeda dengan jalur berangkat. Berangkat pagi kita menuju Bedugul karena kemaren gagal kesana. Kita sudah siapkan bekal makanan (nasi, sate lilit, sambal khas Bali dan aneka minuman dan makanan kecil) untuk makan siang di Kebun Raya Bedugul. Alhamdulillah sesuai rencana sampai di Bedugul cuaca cerah.

Patung Kumbakarna Laga di Kebun Raya Bedugul

Langsung masuk ke Kebun Raya “Eka Karya” Bali atau Eka Karya Botanical Garden Bali. Tempat ini cocok sekali untuk piknik keluarga atau untuk kegiatan outbond. Suasananya nyaman, udaranya sejuk, banyak pepohonan rindang dan tempatnya sangat bersih. Setelah foto-foto, kita keliling Kebun Raya dan terakhir berhenti di hamparan rumput hijau dengan view ke Danau Beratan. Ini adalah tempat favorit wisatawan untuk beristirahat dan menikmati bekal makanan. Kita istirahat di sini cukup lama, anak-anak bisa bermain kejar-kejaran atau hanya duduk-duduk santai di bawah pohon sambil menikmati bekal makanan dan minuman dengan suasana yang sejuk.

View Danau dari Kebun Raya Eka Karya Bedugul

Puas menikmati Kebun Raya kita menuju ke Danau Beratan (atau disebut juga Ulun Danu Beratan). Pura Ulun Danu Beratan ini sangat terkenal dan tidak asing lagi karena ada di lembar uang 50 ribu. Dari sekian banyak tempat wisata yang sudah kita kunjungi, menurut saya ini tempat yang paling bagus. Pemandangan di sini Masya Allah luar biasa indah. Selain bisa menikmati keindahan alam kita juga bisa bermain bebek air atau naik speed boat. Untuk anak-anak juga disediakan taman bermain.

Pura Ulun Danu Beratan

Danau Beratan ini adalah destinasi terakhir dari rangkaian liburan kita ke Pulau Bali. Dari sini kita langsung menuju arah pulang ke Pelabuhan Gilimanuk untuk perkiraan menyeberang pada malam hari.

Taman Safari Indonesia II

Pagi harinya kita sempatkan mampir ke Taman Safari Indonesia II atau sering disebut Taman Safari Prigen. Karena sayang kalau sudah sampai Jawa Timur tapi tidak ke sini. Apalagi liburan dengan anak-anak, tempat ini wajib dikunjungi. Di sini kita bisa melihat berbagai macam binatang liar dari dekat bahkan bisa berinteraksi langsung. Misalnya memberi makan zebra, kijang, dll.

Dari Prigen kita langsung perjalanan pulang menuju Semarang. Alhamdulillah sampai Semarang dengan selamat dengan banyak kenangan, cerita indah dan yang terpenting oleh-oleh untuk saudara dan teman.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 07/02/2018 in Travelling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: