RSS

Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), bag-2

18 Aug

Ahli K3Ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya mengenai P2K3. Pada posting sebelumnya telah dijelaskan mengenai kewajiban pembentukan P2K3, keanggotaan, tugas dan fungsi dari P2K3. Silahkan bisa dibaca di sini: Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), bag-1

Untuk posting kali ini akan membahas mengenai Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ahli K3) yang sudah banyak disebut pada posting sebelumnya.

Ahli K3 di dalam suatu perusahaan berperan sebagai Sekretaris P2K3. Sebelum pengusaha mengangkat seorang Ahli K3, terlebih dahulu harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Menteri dengan tembusan kepada Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat. Permohonan tersebut harus melampirkan:

  1. Daftar riwayat hidup calon Ahli K3.
  2. Surat keterangan pengalaman kerja.
  3. Surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
  4. Surat pernyataan bekerja penuh di perusahaan yang bersangkutan.
  5. Foto copy ijasah atau STTB terakhir.
  6. Sertifikat pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh Departemen Tenaga Kerja atau Lembaga Pendidikan yang diakui Departemen Tenaga Kerja.

Pelatihan untuk Ahli K3 kurang lebih 2 minggu dan biayanya cukup mahal. Setelah mengikuti pelatihan ini maka peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai Ahli K3 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan). Sertifikat ini berlaku selama 3 tahun. Jika masa berlaku habis, maka dapat mengajukan perpanjangan kepada Menteri.

Kewajiban dari Ahli K3 Umum adalah:

  • Melakukan koordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan di unit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada instansi yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang ketenagakerjaan setempat.
  • Dalam membantu mengawasi pelaksanaan norma K3, membuat rencana kerja pengawasan yang memuat:
  1. Jadwal kegiatan
  2. Prosedur pelaksanaan
  3. Peraturan perundang-undangan dan atau standar teknis
  • Melaksanakan tugas sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Penunjukan.
  • Membuat laporan hasil kegiatan kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi setiap 3 bulan sekali.
  • Melakukan perpanjangan dengan ketentuan:
  1. Diajukan 1 bulan sebelum masa berlakunya habis.
  2. Melampirkan rekapitulasi semua hasil kegiatan selama penunjukan.

Demikian sedikit tulisan mengenai P2K3 dan Ahli K3, semoga bisa bermanfaaat dan menambah wawasan kita semua.

 
2 Comments

Posted by on 18/08/2015 in Sertifikasi

 

Tags: , , , , , , , ,

2 responses to “Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), bag-2

  1. Ary Priambodo

    25/07/2016 at 4:26 am

    selamat pagi

    saya ada pertanyaan ini seputar surat penunjukan ahli K3 Perusahaan
    apakah yang mengajukan harus dari perusahaan tempat saya bekerja ataukah ada jasa untuk mendaftarkan kita sebagai ahli K3, atau malah penyelenggara pelatihan AK3 umum yang kita ikuti dulu bisa membantu untuk pengurusan surat penunjukannya? Terima kasih

     
    • SeduhTeh

      24/08/2016 at 7:14 am

      Perusahaan tempat Anda bekerja bisa mengajukan permintaan pelatihan ke penyelenggara pelatihan AK3.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: