RSS

Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), bag-1

13 Aug

P2K3P2K3 dan tata cara penunjukan ahli keselamatan kerja diatur di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. PER.04/MEN/1987.

P2K3 merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. P2K3 wajib dibentuk oleh perusahaan dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Mempekerjakan 100 orang atau lebih.
  2. Mempekerjakan kurang dari 100 orang, namun menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai risiko yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif.

Keanggotaan dari P2K3 harus mewakili unsur dari pengusaha dan pekerja yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Sekretaris P2K3 adalah ahli Keselamatan Kerja dari perusahaan tersebut.

Tugas utama dari P2K3 adalah memberikan saran dan pertimbangan kepada pengusaha mengenai masalah keselamatan dan kesehatan kerja.

Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, P2K3 mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • Menghimpun dan mengolah data tentang keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada pekerja tentang:
  1. Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat mengganggu keselamatan dan kesehatan kerja.
  2. Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja.
  3. Alat pelindung diri (APD) bagi pekerja.
  4. Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaan.
  • Membantu pengusaha dalam:
  1. Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja.
  2. Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik.
  3. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya.
  4. Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
  5. Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
  6. Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan.
  7. Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja.
  8. Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.
  9. Mengembangkan laboratorium kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan interpretasi hasil pemeriksaan.
  10. Menyelenggarakan administrasi keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Membantu pengusaha menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.

Insha Allah masih akan ada lanjutan dari tulisan mengenai P2K3 ini.

 
4 Comments

Posted by on 13/08/2015 in Sertifikasi

 

Tags: , , , , , , ,

4 responses to “Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), bag-1

  1. safety training indonesia

    11/09/2015 at 9:43 pm

    Trims sharingnya

    Saya jadi lebih banyak tahu tentang p2k3..

    Salam kenal
    LK

     
    • SeduhTeh

      11/09/2015 at 11:12 pm

      Sama-sama… terima kasih sudah mampir.

       
  2. henie

    31/03/2016 at 7:55 am

    punya contoh surat permohonan ke Kemenaker utk rubah nama perusahaan lama Ahli K3 ke perusahaan yg baru?

     
    • SeduhTeh

      02/05/2016 at 11:35 pm

      Mohon maaf tidak ada. Langsung datang saja ke kantor Disnaker terdekat ke bagian K3 pasti dibantu.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: