RSS

Pasar tradisional di Semarang

03 Dec

sayur dan buahSemenjak menikah 5 tahun yang lalu, saya tinggal di kota Semarang, tepatnya di pusat kota. Nah dari situ saya mulai mengenal beberapa tempat termasuk pasar tradisional. Kalau pasar modern sudah pasti banyak yang tahu, tapi kalau pasar tradisional belum tentu setiap orang tahu.

Meskipun supermarket dan minimarket sudah semakin menjamur di kota Atlas ini, namun keberadaan pasar tradisional masih tetap belum tergantikan. Masih banyak warga Semarang yang senang berbelanja di pasar tradisional, terlihat dari ramainya pengunjung di pasar-pasar yang sering saya datangi. Jika Anda warga pendatang di kota ini dan bingung mau belanja dimana?

Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi bagi Anda, terutama Ibu yang bekerja dan tidak bisa berbelanja di pagi hari, karena ada beberapa pasar yang juga menjajakan dagangannya hingga sore bahkan larut malam hingga pagi lagi.

1.    Pasar Gang Baru

Ini adalah salah satu pasar yang terkenal di Semarang, berlokasi di sebuah gang di daerah pecinan. Beroperasi mulai pagi hingga sore hari. Disini Anda dapat menemukan berbagai makanan khas warga Tionghoa. Dan yang terpenting produk-produk yang dijual juga berkualitas.

Tempatnya terkesan kotor seperti pasar tradisional pada umumnya, dan identik dengan bau rebung (bahan untuk isian lunpia) yang sangat menyengat. Jadi jika Anda tidak suka dengan bau tersebut, lebih baik persiapkan diri dengan masker.

2.    Pasar Prembaen

Lokasinya di salah satu gang di Jl. Depok Semarang. Pasar ini hanya ada dari pagi hari (06.00) hingga siang hari (sekitar jam 13.00). Setelah itu pasar akan sepi dan berubah menjadi gang seperti biasanya. Di pagi hari jalanan Depok selalu macet karena saking banyaknya mobil-mobil yang parkir di sebalah kanan kiri jalan, menandakan kalau pasar ini sangat ramai pengunjung dan dari berbagai lapisan masyarakat.

Pasar Prembaen terkenal menjajakan produk-produk yang berkualitas, mulai dari sayur mayur, buah-buahan, daging, ikan/makanan laut, makanan kecil, bumbu dapur dll.

Dibandingkan dengan gang baru, pasar prembaen lebih bersih dan lebih nyaman menurut saya.

3.    Pasar Kanjengan

Berada dekat dengan Pasar Johar, Anda dapat masuk dari Jl. Kranggan. Pasar ini beroperasi mulai malam hari (sekitar jam 19.00), disini adalah pusat kulakan pedagang sayur dan buah. Namun penjual juga tetap melayani pembeli perorangan. Sayur mayur dijamin fresh karena langsung didatangkan dari Bandungan, Wonosobo dan daerah penghasil sayur lainnya. Sehingga harganya juga dijamin lebih murah.

Jika Anda datang ke Pasar Kanjengan dini hari/ pagi-pagi buta (sekitar jam 04.00-06.00), maka pasar sudah ramai dan penuh dengan berbagai macam pedagang seperti tahu tempe, ikan, daging, ayam, dan kebutuhan lainnya.

Jika Anda kesana malam hari sepeda motor bahkan mobil bisa masuk ke dalam karena jalannya sangat luas, namun jika dini hari jalan sudah penuh dengan pedagang, maka Anda harus berjalan kaki.

4.    Pasar Bulu

Saat ini Pasar Bulu sedang dalam renovasi, sehingga semua pedagang dialihkan di sepanjang jalan di belakang pasar. Pasar Bulu juga beroperasi dari pagi hingga malam hari. Aneka macam sayur mayur, buah-buahan, daging, ikan/makanan laut, makanan kecil, bumbu dapur dll tersedia disini.

Kondisi pasar cukup nyaman untuk belanja karena tidak becek/banjir. Namun jalannya cukup sempit karena pedagang berjualan di sepanjang kanan-kiri jalan.

5.    Pasar Kobong

Memiliki nama asli Pasar Rejomulyo, tetapi lebih dikenal orang dengan sebutan Pasar Kobong atau dalam bahasa Indonesia artinya terbakar. Pasar ini hanya beroperasi malam (sekitar jam 18.00 pedagang besar mulai menata dagangannya) hingga dini hari dan hanya menyediakan hasil laut seperti berbagai jenis ikan, kerang, kepiting, cumi-cumi dan hasil laut lainnya.

Pasar Kobong merupakan pusat kulakan para pedagang ikan dan restoran/warung makan yang menyediakan menu seafood, sehingga harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya. Karena sebagian besar para pedagang di berbagai pasar di Semarang dan sekitarnya mengambil dagangan dari Pasar Kobong.

Disini tawar menawar juga tidak seperti di pasar lainnya, disini Anda hanya bisa menawar paling banyak dua ribu saja, karena pedagang menawarkan harga tidak terlalu tinggi bahkan biasanya sudah harga pas, namun tetap murah.

Untuk kondisi pasarnya cukup memprihatinkan, atap rusak dan banyak kabel listrik yang berserakan, becek bahkan banjir dan kotor. Jadi jika Anda kesana lebih baik gunakan sepatu boot dari karet. Dan jangan kaget dengan para pedagang yang sebagian besar laki-laki dengan suara, logat bicara dan intonasi yang keras.

Pasar-pasar di atas sebagian besar berlokasi di tengah kota. Sebenarnya masih banyak sekali pasar tradisional yang belum saya sebutkan, semoga lain waktu saya bisa menulis lagi sehingga semakin lengkap sebagai referensi.

 
Leave a comment

Posted by on 03/12/2013 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: