RSS

3 Jenis Dasar Lensa Dalam Fotografi

06 Sep

Jika saat ini Anda sedang hobi banget dengan fotografi, tidak ada salahnya untuk menyimak tulisan berikut. Sebagai pemula pasti Anda sudah memiliki kamera jenis D-SLR (Digital Single Lens Reflex). Biasanya kamera ini sudah dilengkapi dengan Zoom lens, misalnya saja 18-50mm. Tetapi jika Anda membutuhkan jenis lensa lainnya, jenis lensa apa yang Anda inginkan? Ada begitu banyak pilihan lensa yang tersedia di pasaran. Untuk mengetahui jenis lensa apa yang harus dibeli, Anda perlu tahu dulu apa yang ingin Anda potret dengan lensa tersebut.

Lensa tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Berikut ini beberapa jenis lensa dan penerapannya:

Ada 3 jenis dasar lensa:

  1. Wide-angle
  2. Standard
  3. Telephoto

Suatu lensa termasuk dalam kategori tertentu sesuai dengan focal length-nya (panjang titik api):

  • 50mm adalah focal length untuk lensa standar.
  • Kurang dari 50mm dianggap sebagai lensa wide-angle.
  • Lebih dari 50mm dianggap sebagai lensa tele.
  • Lensa diatas 300mm dikenal sebagai lensa super tele.

Sekarang kita bahas satu per satu:

LENSA STANDAR

Standar lensa (50mm) memberikan sudut panjang antara 45 dan 55 derajat, yang kira-kira sama dengan mata manusia. Oleh karena itu jenis lensa ini menghasilkan gambar dengan tampilan alami. Lensa ini memotret sesuatu dengan cara yang sedekat mungkin dengan apa yang kita lihat. Karena lensa ini memotret objek dengan cara yang sama seperti yang kita lihat, maka gambar yang dihasilkan cenderung terlihat “normal” dan, dengan demikian, memiliki aplikasi yang luas sebagai lensa untuk tujuan umum.

LENSA WIDE-ANGLE

Begitu banyak focal length dari lensa wide-angle yang tersedia dari 8mm hingga 35mm, dengan demikian pilihannya sangat banyak dan bisa sangat membingungkan. Pada dasarnya, semakin lebar lensa, semakin khusus penggunaannya.

Lensa super lebar (super-wide angle) dapat mendistorsi gambar dan memiliki keterbatasan, tetapi juga menjadi berharga jika digunakan dengan tepat. Untuk pertama kali lebih baik memilih lensa 24mm atau 28mm, karena jenis lensa ini yang lebih umum digunakan.

Lensa wide-angle 35mm biasa digunakan sebagai lensa standar karena meskipun focal length sedikit di bawah 50mm, Perbedaannya tidak terlalu besar. Ini dapat memberikan keuntungan  kepada fotografer dengan extra depth of field, manfaat yang nyata bagi forografer berita,  yang mengambil gambar di ruang terbatas dimana semakin tajam gambar maka semakin baik.

Dikarenakan sudut pandang (angle of view) dari  lensa wide-angle jauh lebih besar dibandingkan lensa standar atau lensa tele, maka lennsa wide-angle sangat cocok digunakan di ruangan yang terbatas atau objek yang besar/lebar. Fotografi pemandangan (Landscape photography) merupakan pilihan aplikasi lain dimana lensa wide-angle ini akan sangat bermanfaat. Menggunakan wide-angle menawarkan kemampuan untuk mendekati objek utama untuk membuatnya lebih menonjol di dalam bingkai (frame) sekaligus menjaga sebanyak mungkin agar latar belakang (background) tetap fokus seperti yang kita inginkan.

LENSA TELEPHOTO 

Kita semua tahu bahwa lensa tele panjang dapat membawa subjek tepat ke jantung foto. Objek yang tampak sangat jauh jika dibidik dengan lensa standar akan tampak hanya dalam hitungan meter di depan fotografer jika dibidik dengan lensa tele. Hal ini mengapa para fotografer di pertandingan sepakbola menggunakan lensa tele untuk mengabadikan momen.

Lensa tele memiliki banyak kegunakan lebih dari sekedar fotografi olahraga. Sudut sempit penerimaan dan perbesaran ekstra memungkinkan fotografer untuk memperpendek jarak antara dirinya dan point of interest gambar. Lensa ini memungkinkan Anda untuk membidik porsi kecil dari suatu adegan sehingga objek Anda tidak akan hilang. Efek ini membuat lensa tele cocok untuk fotografi pemandangan (landscape) jika Anda menginginkan untuk membidik/mengisolasi detail di suatu daerah yang luas.

Focal length yang lebih panjang dari lensa tele berarti bahwa ia memiliki tingkat kedalaman ruang (depth of field) lebih sedikit dari lensa wide-angle dan lensa standar. Efek ini dapat digunakan untuk membuat blur background dan mempertajam objek.

Artikel ini saya dapat dari website National Geographic, semoga bisa menambah pengetahuan kita semua.

 
Leave a comment

Posted by on 06/09/2012 in Fotografi

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: