RSS

Standar ISO 9001

02 Apr

Sebelumnya saya telah mengulas sekilas tentang ISO. Sekarang saya akan mengulas mengenai salah satu jenis standar ISO yaitu ISO 9001.

ISO 9001 memiliki persamaan dengan ISO 14001, yaitu keduanya merupakan standar sistem manajemen “generik”. “Generik” disini berarti bahwa kedua standar tersebut dapat diaplikasikan pada semua organisasi, besar atau kecil, apapun produk atau jasanya, pada semua sektor dan baik itu adalah Perusahaan bisnis, Administrasi, atau Departemen Pemerintah. Perbedaannya adalah ISO 9001 berisi persyaratan generik untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) sedangkan ISO 14001 adalah standar generik untuk Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System).

ISO 9001 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). Namun, diharapkan bahwa produk atau jasa yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen mutu bertaraf internasional yang baik, akan memiliki mutu atau kualitas yang baik pula.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001) merupakan prosedur terdokumentasi dan praktek–praktek standar untuk sistem manajemen, yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu, dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut ditentukan oleh pelanggan dan organisasi.

Dalam perkembangannya standar ISO 9001 telah mengalami beberapa kali perubahan, dan versi yang saat ini diterapkan adalah ISO 9001:2008.

Standar ini menyarankan adopsi pendekatan proses saat menyusun, melaksanakan dan meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memenuhi persyaratan pelanggan.

ISO 9001:2008 memiliki beberapa klausa atau pasal yang harus dipatuhi oleh organisasi yang menerapkan standar ini. Berikut adalah klausa dalam Standar Sistem Manajemen Mutu:
1. Lingkup
Di dalam lingkup ini dijelaskan bahwa suatu organisasi harus menunjukkan konsistensinya dalam menyediakan produk yang sesuai dengan persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku serta bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan perbaikan yang berkelanjutan.
2. Referensi Normatif
Berisi dokumen yang digunakan sebagai referensi dari standar ISO 9001.
3. Istilah dan Definisi
Disini dijelaskan bahwa semua istilah dan Definisi di dalam ISO 9000 berlaku dan jika di dalam standar ini menyebutkan kata “produk” maka itu juga berarti “jasa”.
4. Sistem Manajemen Mutu
Di dalam klausa ini menyebutkan bahwa organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu secara terus menerus. Disini juga mencakup persyaratan dokumentasi seperti manual mutu, pengendalian dokumen dan pengendalian catatan/rekaman.
5. Tanggung Jawab Manajemen
Tanggung jawab manajemen terkait dengan komitmennya untuk menerapkan dan mengembangkan sistem manajemen mutu serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Disini mencakup kebijakan mutu, perencanaan, tanggung jawab, wewenang dan komunikasi serta tinjauan manajemen.
6. Manajemen Sumber Daya
Mencakup penyedian sumber daya yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan sistem manajemen mutu dan kepuasan pelanggan. Termasuk di dalamnya adalah sumber daya manusia. Organisasi harus menetapkan kompetensi personilnya, menyediakan pelatihan yang dibutuhkan dan memastikan kesadaran dari personilnya tentang pentingnya kontribusi mereka di dalam mencapai sasaran mutu.
Selain itu organisasi juga harus menyediakan infrastruktur dan lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk mencapai dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.
7. Realisasi Produk
Klausa ini memberikan persyaratan-persyaratan yang berhubungan dengan produk mulai dari perencanaan, proses, desain dan pengembangan, pembelian, produksi dan penyediaan jasa hingga pengendalian, pemantauan dan pengukuran peralatan yang dibutuhkan untuk menilai kesesuaian produk terhadap persyaratan yang telah ditetapkan.
8. Pengukuran, Analisis dan Perbaikan
Pemantauan, pengukuran dan analisa harus dilakukan terhadap proses, produk dan kepuasan pelanggan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan biasanya dilakukan melalui survey. Organisasi harus melakukan audit internal yang terencana dan terdokumentasi untuk mengetahui kesesuaian sistem manajemen mutu. Organisasi harus secara terus menerus melakukan perbaikan dan mengambil tindakan pencegahan terhadap potensi masalah yang dapat mempengaruhi keefektifan sistem manajemen mutu.

Demikian sedikit gambaran secara umum dari standard ISO 9001. Untuk organisasi yang ingin mendapatkan sertifikat ISO 9001 dapat menghubungi Badan Sertifikasi (Certification Body) yang dipercaya, misalnya: SGS, TUV Nord, TUV Rheinland, Bureau Veritas (BV), Sucofindo atau yang lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on 02/04/2012 in Sertifikasi

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: