RSS

Liburan yang menyegarkan ke Dieng

Kawah Sikidang

Alhamdulillah kali ini kita bisa liburan lagi ke Dieng. Walaupun ini bukan pertama kalinya kesana, tapi menjadi berbeda karena kali ini kita berencana untuk menginap. Berangkat dari rumah Sabtu pagi sampai Dieng siang menjelang sore. Suhu di sana sangat dingin, karena dataran tinggi Dieng ini berada kira-kira 2,000 meter di atas permukaan laut. Kita langsung menuju ke objek wisata yang terdekat yaitu Komplek Candi Arjuna. Di sana sedikit gerimis, tapi tidak menyurutkan kita untuk eksplor tempat bersejarah ini.

Tiket masuk ke Komplek Candi Arjuna sangat terjangkau hanya Rp 15,000 per orang, anak-anak tidak dihitung. Karena ini komplek, jadi di sana ada beberapa candi. Diantaranya Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Gatotkaca dan masih ada lagi beberapa candi lainnya. Saat kita di sana ada beberapa candi yang sedang dipugar. Lokasi sekitar candi sangat bersih, asri dan sejuk. Dari lokasi candi kita juga bisa melihat pemandangan pegunungan hijau yang terhampar di sekelilingnya.

Dari Candi kita langsung menuju ke Kawasan Dieng Plateau. Tiket masuk kawasan ini juga sangat terjangkau hanya Rp 10,000 per orang, sekali lagi anak-anak tidak dihitung. Objek yang terdekat dari loket adalah Telaga Warna, tapi karena sudah sore objek-objek wisata di sana sudah tutup. Sesuai informasi dari petugas, tiket ini masih bisa digunakan hari berikutnya. Tiket sudah termasuk tiket gratis ke Dieng Plateau Theater dan Tuk Bima Lukar.

Komplek Candi Arjuna

Akhirnya kita putar balik dan mulai mencari penginapan. Di sepanjang jalan dari Kawasan Dieng Plateau menuju Komplek Candi Arjuna ada banyak sekali penginapan, hotel atau homestay. Kita coba masuk satu per satu, tapi ternyata hampir semuanya sudah full booked. Sebenarnya masih ada beberapa yang kosong, tapi sayangnya kita kurang cocok. Hopeless sudah malam belum juga dapat penginapan, sampai akhirnya bertemu dengan seseorang yang menawarkan untuk membantu mencarikan homestay.

Alhamdulillah masih rezeki kita, akhirnya dapat homestay yang cocok. Walaupun lokasinya tidak di pinggir jalan raya, tapi masih dekat hanya masuk gang kira-kira 30 meter. Namanya Homestay Cemara milik Ibu Kristina, lokasinya ada di Gang Harmoni. Rumah Ibu Kristina ini tidak telalu besar, ada 2 lantai. Lantai 1 untuk garasi, lantai 2 untuk penginapan. Lantai 2 ini ada 2 kamar tidur (masing-masing 1 bed ukuran 160×200), kamar mandi dengan air hangat, ruang TV, balkon, dapur lengkap dengan peralatan masak (kompor, magicom, panci, dll), peralatan makan (piring, gelas, sendok, garpu), dispenser, gula, teh, kopi dan bumbu dapur.

Gang Harmoni (lokasi Homestay Cemara)

Di depan ruang TV juga disediakan 1 bed (ukuran 160×200) dan 1 sofa bed yang bisa dibuka dan difungsikan sebagai tempat tidur. Untuk selimut tidak usah khawatir karena Ibu Kristina menyediakan selimut yang super tebal dan juga jumlahnya banyak. Dan yang paling penting Homestay Cemara ini bersih dan pemiliknya sangat ramah. Masih ada satu lagi fasilitas yang bisa kita pakai yaitu wifi. Harganya juga terjangkau sesuai dengan fasilitasnya. Jadi sangat recommended.

Homestay Cemara

Malam hari kita jalan-jalan keluar sekalian mencari tempat makan. Ada beberapa tempat makan yang buka dan pilihan kita jatuh ke Warung Gubuk Bang Jarwo. Tempatnya kecil tapi ramai pengunjung. Harganya terjangkau dan rasanya lumayan enak. Tapi karena pengunjungnya banyak jadi penyajiannya cukup lama.

Daftar Menu Gubuk Bang Jarwo

Esok harinya sesuai dengan rekomendasi dari Ibu Kristina, kita mendaki ke Bukit Skoter yang letaknya dekat dengan homestay. Puncak Skoter ini bisa dilihat dari balkon homestay Cemara. Kita berangkat pagi kira-kira jam 05.15, jalan kaki melewati pemukiman penduduk. Lepas dari pemukiman mata kita akan dimanjakan dengan hamparan hijau lahan  pertanian penduduk setempat. Sebagian besar penduduk di sana menanam kentang dan sayur-mayur lainnya seperti kubis, wortel, dan di bagian pinggir lahan banyak ditanami pohon carica yang mirip sekali dengan pepaya. Carica biasanya diolah dan dikemas menjadi oleh-oleh khas Dieng.

Tanaman kentang dan carica di sepanjang perjalanan menuju Bukit Skoter

Sampai di puncak bukit Skoter sudah ada beberapa orang di sana, tapi belum ramai. MasyaAllah pemandangan dari atas bukit ini sangat indah, kita seperti berada di atas awan. Udaranya sangat sejuk dan segar. Puas di puncak skoter kita kembali ke Homestay untuk mandi dan sarapan pagi. Kita putuskan langsung checkout, agar tidak bolak balik, setelah dari lokasi wisata bisa langsung pulang.

View dari perjalanan menuju Bukit Skoter

Lokasi tujuan kita yang pertama adalah Dieng Plateau Theater. Di sana sudah ramai pengunjung, tapi alhamdulillah begitu kita sampai langsung bisa masuk theater tidak perlu menunggu lama. Di dalam theater kita bisa melihat film tentang dataran tinggi Dieng, film ini menceritakan sejarah, geografis dan budaya yang ada di dataran tinggi Dieng. Durasi film kira-kira 30 menit.

Dieng Plateau Theater

Lokasi tujuan yang kedua yaitu Kawah Sikidang. Lokasinya cukup dekat dengan Dieng Plateau Theater. Tiket masuknya Rp 15,000 per orang, tapi ternyata karena kita kemaren sudah ke Komplek Candi Arjuna jadi tidak dipungut biaya lagi alias gratis. Masuk ke kawasan wisata kita harus jalan kaki melewati pasar, dan di sepanjang jalan menuju kawah ada banyak penjual yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Dieng seperti sayur-mayur, aneka macam keripik, carica, kaos atau sweater, dll.

Spot foto dengan burung hantu di Kawah Sikidang

Di dalam lokasi Kawah Sikidang ada banyak spot-spot foto yang sepertinya dibuat oleh penduduk setempat. Untuk bisa foto di sana kita diminta membayar seikhlasnya atau ada juga yang mematok harga Rp 2,000. Bisa juga foto dengan kuda atau burung hantu, dengan biaya sewa Rp 5,000 per orang.

Spot foto dengan kuda di Kawah Sikidang

Sebenarnya masih banyak lokasi wisata lainnya, tapi karena waktu yang terbatas kita terpaksa langsung pulang. Agar suasana berbeda untuk rute perjalanan pulang kita melewati Perkebunan Teh Tambi. Jadi di sepanjang perjalanan pulang-pun mata kita tetap dimanjakan dengan hamparan hijau kebun teh dan udara yang segar.

Kalau Anda bingung liburan nanti mau kemana, Dieng bisa menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang terjangkau. Jangan lupa persiapkan perbekalan yang cukup terutama baju tebal. Semoga cerita perjalanan kita bisa menjadi referensi untuk kunjungan Anda ke Dieng.

 
Leave a comment

Posted by on 28/03/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Cap Cay Enak di Semarang

Sudah tahu kenapa namanya cap cay? dalam bahasa Indonesia cap cay artinya 10 macam sayuran. Walaupun kenyataanya tidak selalu cap cay ini terdiri dari 10 macam sayuran, baisanya hanya beberapa macam sayuran tapi ditambah dengan daging ayam, sosis, bakso, ampela ati ayam, telor, kekian, seafood (seperti cumi atau udang) sesuai selera. Sayuran yang biasa ada di dalam cap cay diantaranya sawi putih, sawi hijau, kol, kembang kol, brokoli, wortel, kapri, tomat, jamur, buncis, daun bawang, dll.

Karena saya tinggal di kota Semarang, yang akan dibahas di sini adalah cap cay enak di Semarang menurut versi saya, sekali lagi karena ini versi saya jadi mungkin cap cay favorit Anda tidak termasuk di sini. Kalau ada referensi cap cay lain yang enak silahkan komentar.

Saya tahu masakan cap cay sejak kecil, bukan karena almarhumah Ibu saya sering masak ini, tapi karena bulik saya yang tinggal di Muntilan jago banget masak cap cay, dan tiap kali berkunjung ke rumah pasti bawa cap cay andalannya.

Sampai suatu saat ketika anak saya rawat inap di RS. Telogorejo, saya dibelikan mie rebus oleh suami (loh kok mie rebus, nggak nyambung sama judulnya? hehe sabar ya dibaca dulu kelanjutan ceritanya…). Rasa mie rebusnya luar biasa sueger, enak dan pedasnya mantap. Sejak saat itu jadi langganan makan di sini, namanya Cak Ferry, warungnya buka tiap malam hari tepat di depan RS. Telogorejo. Nggak bosan-bosan tiap kesana selalu pesen mie rebus, sampai saya lihat ada orang pesen cap cay. Kok kayanya enak banget…

Berikutnya ke sana saya langsung pesan cap cay kuah pedas banget, bener saja rasanya super uenak, sueger dan yang paling penting pedasnya nendang. Saya ini termasuk tipe setia, jadi kalau sudah nemuin yang cocok nggak bakalan berpaling ke yang lain hehe… sampai sekarang masih langganan, Cak Ferry juga sampai hafal banget tiap kesana nggak perlu pesan panjang kali lebar sudah langsung tahu apa yang dimau. Anak saya juga sampai akrab sama Cak Ferry.

Di Cak Ferry, selain cap cay ada juga berbagai macam menu lain, misalnya mie rebus, mie goreng, kwetiauw rebus, kwetiauw goreng, aneka macam nasi goreng, dll. Silahkan datang langsung ke sana untuk mencoba masakan ala Cak Ferry.

Masih seputar cap cay, sekarang ini favorit kedua saya, namanya Cak Toha. Lokasi warungnya ada di Jl. Hasanudin kiri jalan rumah pertama setelah rel kereta api, buka tiap malam hari, kalau siang hari dipakai untuk bengkel.

Tahu warung Cak Toha sudah lama, karena sering lewat dan selalu ramai, tapi belum sempat nyobain, sampai suatu saat Cak Ferry tutup akhirnya suami saya cari-cari dan ingat warung ini. Harganya sama dengan Cak Ferry, rasanya juga nggak kalah. Bedanya di Cak Toha campurannya lebih banyak pakai ampela ati ayam dan kuahnya lebih pekat kecoklatan. Silahkan kalau lewat langsung dicoba mampir ke warung Cak Toha. Selain cap cay ada juga nasi goreng dan menu lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on 13/03/2017 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , , ,

Perjalanan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)

v-legal-on-woodSVLK kepanjangan dari Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau secara internasional dikenal dengan TLAS (Timber Legallity Assurance System). SVLK merupakan suatu sistem yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mencegah atau menghentikan pembalakan liar (illegal logging). Jadi SVLK adalah alat dan mekanisme untuk menilai atas keabsahan kayu yang diperdagangkan atau dipindahtangankan berdasarkan pemenuhan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penilaian keabsahan kayu itu dilakukan dari lokasi penebangan, pengangkutan sampai perdagangan.

Sejarah perjalanan dari SVLK ini ternyata panjang, saya mendapatkan informasi ini dari Laporan Tahunan Penerapan VPA FLEGT antara Indonesia dengan Uni Eropa.

1980

Gerakan internasional intens untuk menyelamatkan hutan tropis, termasuk ide untuk memboikot produk-produk kayu dari hutan tropis.

1993

Kelompok kerja pada Ekolabel Indonesia memprakarsai pengembangan sertifikasi kayu yang berkelanjutan pertama di Indonesia, dipimpin oleh Profesor Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan. Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) atau Indonesia Ecolabel Institute, didirikan pada tahun 1998.

1998

Negara-Negara anggota G8 meluncurkan “G8 Action programme on Forests” untuk bekerja sama mengatasi illegal logging. Program ini adalah awal kerjasama antara World Bank, Department for International Development (DfID), dan US Department of State on Forest Law Enforcement for East Asia, yang kemudian mengadakan konferensi tentang Forest Law Enforcement and Governance (FLEG).

1999

Telapak dan Environmental Investigation Agency (EIA) meluncurkan ‘The Final Cut’, sebuah publikasi pada kegiatan illegal logging dan penyelundupan kayu dari Indonesia. Undang-undang kehutanan baru dikeluarkan (undang-undang No. 41 tahun 1999).

2000

EU secara finansial mendukug proyek Telapak dan EIA tentang kampanye illegal logging. World Bank dan WWF mengadakan pertemuan regional di Jakarta untuk mendiskusikan isu-isu illegal logging.

2001

Konferensi Kementrian regional pertama tentang FLEG untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik diadakan pada bulan September 2001 di Bali, Indonesia. Konferensi mengadopsi Bali Declaration, dimana negara-negara peserta berkomitmen untuk mengatasi kejahatan hutan dan pelanggaran hukum hutan.

2002-2005

Banyak perjanjian ditandatangani, termasuk MoU antara Indonesia dan Inggris untuk memperbaiki pengelolaan hutan dan penegakan hukum hutan, memerangi illegal logging dan perdagangan internasional produk kayu ilegal.

2003

Uni Eropa mengadopsi perjanjian ini tapi menambahkan satu aspek pada perdagangan menjadi EU FLEGT action plan. Lembaga non-pemerintah mulai bekerja pada SVLK dan definisi legalitas.

2005

Pengembangan dan perumusan standar, pedoman dan kriteria untuk legalitas kayu berdasarkan berbagai standar hukum. Kegiatan illegal logging turun 70%.

2002-2007

Permulaan dialog multi-stakeholder untuk mengembangkan standar legalitas kayu. Tahap awal proses ini difasilitasi oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil, termasuk EIA, LEI dan Nature Conservancy (TNC).

Serangkaian seminar dan konsultasi publik dilakukan sebelum pengajuan standar legalitas kayu ke Kementerian Kehutanan pada tahun 2007.

Pada tahun 2006 Pemerintah dan pemangku kepentingan industri di tingkat nasional dan provinsi bergabung dengan proses untuk mengembangkan definisi legalitas.

2007-2009

Proses finalisasi SVLK dilakukan menuju proses sistem tersebut diadopsi sebagai peraturan wajib. Pada tahun 2008, kelompok multistakeholder, di bawah naungan Dewan Kehutanan Nasional, mengajukan standar legalitas dan SVLK pada Pemerintah.

Setiap saat dalam proses rancangan dan negosiasi, wakil-wakil masyarakat sipil, hutan dan asosiasi industri kayu dan Kementerian lainnya yang terkait terlibat secara langsung dengan Kementerian Kehutanan serta berkontribusi dalam perundingan dengan Uni Eropa melalui berbagai saluran, termasuk senior official meeting, technical working group, joint expert meeting, dan konferensi video.

2009

Menteri Kehutanan mengeluarkan peraturan No. P38/2009 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu untuk pemegang izin atau hutan pribadi. Negosiasi VPA yang intensif, memberikan kesempatan untuk meningkatkan SVLK.

2009-2011

Dialog intensif untuk mengikuti peraturan, termasuk tujuh pertemuan Joint Expert Meeting (JEM).

2011

Pernyataan dukungan terhadap perdagangan kayu legal dari berbagai asosiasi furniture, eksportir, dan industri kehutanan. Peluncuran logo V-legal untuk kayu dan produk kayu legal oleh Departemen Kehutanan.

indonesian-legal-wood

2012

Departemen Perdagangan menerbitkan Peraturan No. P.64/2012 untuk mengatur ekspor kayu legal. Peraturan ini direvisi oleh Peraturan No. P.81/2013 dan direvisi sekali lagi dengan Peraturan P.97/2014. Indonesia melakukan tes menjalankan ekspor kayu legal ke Uni Eropa.

2013

SVLK mulai dijalankan pada Januari 2013. Situs dapat diakses di alamat: http://silk.dephut.go.id

Indonesia dan Uni Eropa menandatangani Voluntary Partnership Agreement (VPA) di Brussel.

belgie_brussel_atomium

2014

Peraturan mengenai SVLK P.38/2009 diperkuat beberapa kali, dengan P.95/2014 sebagai versi terbaru untuk mengakomodasi kebutuhan UKM. Beberapa highlights dari perubahan meliputi:

  • Pemilik hutan pribadi dapat mempublikasikan Deklarasi Kesesuaian Pemasok;
  • Pemilik usaha kecil dapat mempublikasikan Deklarasi Kesesuaian Pemasok selama bahan baku berasal dari hutan rakyat;
  • Pemerintah memberikan bantuan untuk UKM dalam pendampingan berdasarkan kelompok, sertifikasi dan pengawasan pertama.

VPA mulai berlaku dan pihak-pihak membentuk Joint Implementation Committee untuk mengawasi penerapan untuk melaksanakan Perjanjian. Tahap kedua dari penilaian gabungan SVLK berlangsung.

April 2015

Sistem Informasi Legalitas kayu (SILK) telah mendukung penerbitan lebih dari 234,592 dokumen V-legal untuk 193 negara tujuan melalui 86 pelabuhan muat dan 2,084 pelabuhan bongkar.

Desember 2015

Data statistik yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2015 menunjukkan progress SVLK:

  • Lebih dari 2700 industri kayu.
  • Penerbitan 354,169 dokumen V-legal untuk 194 jenis kayu.
  • Ekspor produk kayu berlisensi SVLK ke 195 negara termasuk 28 negara di Uni Eropa.

November 2016

Dokumen V-Legal yang diterbitkan oleh Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LVLK) ke Uni Eropa berfungsi sebagai FLEGT-License berlaku mulai tanggal 15 November 2016.

 
2 Comments

Posted by on 09/02/2017 in Sertifikasi

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Menikmati Wisata Alam Kebun Teh Pagilaran, Batang

pagilaran-patung-poci-tehLiburan akhir tahun 2016 masih dengan tim yang sama seperti saat camping di Camp Mawar Umbul Sidomukti, kali ini tambah 1 keponakan teman saya. Jadi total ada 5 orang dewasa dan 4 anak-anak. Awalnya kita rencana menginap 2 hari di Pagilaran tanggal 30 dan 31 Desember. Tapi ternyata sampai di sana, untuk tanggal 31 (malam tahun baru) sudah full booked. Jadi kita menginap di wisma Pagilaran 1 malam saja tanggal 30 Desember. Untuk tanggal 31 Desember kita putuskan untuk menginap di Kota Batang.

Saat kita datang masih sepi, belum banyak tamu yang menginap, jadi kita bisa pilih kamar. Tarif sewa kamar di sana cukup terjangkau, tapi untuk malam tahun baru harganya naik 50%. Karena kita menginap tanggal 30 Desember jadi masih mendapat tarif sewa normal. Kamar yang kita tempati cukup besar dengan 4 tempat tidur, wastafel, meja dan kaca rias, kamar mandi di dalam dengan water heater dan juga ada teras yang langsung akses ke kolam renang anak. Teras bisa kita manfaatkan untuk kegiatan barbeque dan masak. Di sana tidak ada AC atau kipas angin karena memang tidak diperlukan 🙂

pagilaran-kantor-agrowisata

Di wisma tidak disediakan sarapan, jadi harus bawa bekal sendiri. Atau kalau mau praktis bisa beli di warung-warung dekat wisma yang berjualan dari pagi sampai sore hari. Untuk minum disediakan dispenser di depan kamar dan tiap pagi juga disiapkan teh panas, bisa ambil sendiri sepuasnya. Karena sampai sana sudah sore dan hujan pula jadi kita tidak kemana-mana. Setelah istirahat sebentar dan beres-beres, langsung acara barbeque di teras kamar. Untuk acara barbeque ini kita sudah bawa peralatan lengkap dari rumah.

pagilaran-pertanian-lestari

Pagi harinya kita baru eksplor perkebunan teh. Rencana pertama kita langsung menuju ke pabrik teh yang ada di depan wisma, ternyata tidak diijinkan oleh petugas jaga. Jadi kita langsung jalan-jalan menuju kebun teh yang jaraknya kira-kira 300 meter. Dari wisma ke kebun teh kita melewati rumah-rumah penduduk. Jalan di sana sepi tidak banyak kendaraan lewat, hanya ada satu atau dua saja. Lingkungannya sangat bersih dan banyak ayam peliharaan warga sekitar yang bisa ditemukan di sepanjang jalan. Warga di sana juga sangat ramah, selalu menyapa setiap berpapasan di jalan. Sebagian besar mereka bekerja di pabrik teh.

pagilaran-jalan-kebun-teh

Jalan kaki menyusuri jalanan setapak diantara hamparan hijau tanaman teh yang begitu luas dengan menghirup udara pagi yang sejuk, segar serta bebas dari polusi benar-benar membuat hati dan pikiran tenang. Kebun teh Pagilaran ini memiliki luas kira-kira 1,100 ha dan berada di ketinggian 1,000 – 1,700 mdpl. Jadi bisa dipastikan suhu udara di sana super dingin.

pagilaran-kebun-teh

Puas menyusuri kebun teh, kita kembali ke wisma. Sementara kita siapkan sarapan, anak-anak berenang di depan kamar. Puas berenang lanjut mandi, sarapan pagi dan persiapan check out. Kita sengaja check out pagi karena berencana ke air terjun di dekat kebun teh. Jadi biar tidak bolak-balik ke wisma, selepas dari air terjun bisa langsung turun ke Kota Batang untuk cari penginapan.

pagilaran-patung-pemetik-teh

Jarak antara wisma ke tempat parkir air terjun kira-kira 700 meter. Setelah itu kita jalan kaki kira-kira 300 meter melewati kebun cengkeh. Sebelum sampai ke air terjun kita melewati sungai kecil yang airnya luar biasa jernih. Kita bisa puas main air di sungai ini, apalagi anak-anak pasti suka sekali. Justru di air terjun nanti kita tidak bisa puas main air karena area di bawah air terjun terlalu sempit dan banyak bebatuan.

pagilaran-penunjuk-arah-air-terjun

Menurut informasi dari tukang parkir sebenarnya ada 3 air terjun. Air terjun pertama dan kedua jaraknya berdekatan dan yang ketiga cukup jauh. Tapi kita hanya ke air terjun pertama saja. Di dekat lokasi air terjun ada beberapa penduduk setempat yang berjualan minuman dan makanan ringan dengan harga yang wajar. Jadi tidak perlu repot, kalau malas bawa bekal.

pagilaran-air-terjun

Pagilaran ini cocok sekali untuk refreshing dengan keluarga dan teman dekat, sejenak lepas dari hiruk pikuk kehidupan di kota hehe… dan yang paling penting bisa lepas dari gadget, karena di sana sinyalnya suka muncul tenggelam sesukanya 🙂

 
Leave a comment

Posted by on 26/01/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , ,

Pengalaman Pertama Rawat Inap dengan BPJS

logo_bpjsSaya mau berbagi pengalaman rawat inap dengan BPJS. Selama ini kita sering dengar atau baca cerita dimana lebih banyak yang negatif dibandingkan dengan yang positif. Semoga pengalaman saya ini bisa mengimbangi dari sisi positif.

Anak saya usia 6 tahun 8 bulan sakit demam dari Sabtu pagi (14 Jan 2017), sebagai pertolongan pertama saya berikan paracetamol. Siang hari belum turun juga panasnya, akhirnya saya bawa ke dokter umum karena dokter Faskes I BPJS baru buka praktek jam 15:00. Obat dari dokter umum saya minumkan 2 kali, siang dan malam. Malam hari sekitar jam 24:00 suhu badannya panas sekali dan anak saya sampai mengigau. Mengingat dulu anak saya pernah ada riwayat kejang demam, maka langsung saya bawa ke IGD RS. Telogorejo saat itu juga.

Sampai di IGD dicek suhunya ternyata 40°C, dokter jaga memeriksa kondisi anak saya dan wawancara kronologis ke saya seperti sudah berapa lama panasnya? terakhir diberikan obat jam berapa? dll. Kemudian dokter jaga menanyakan apakah punya BPJS? saya jawab iya. Melihat suhu dan kondisi anak saya, dokter menyarankan untuk rawat inap. Sementara anak saya ditangani saya diminta untuk mengurus administrasinya.

Bagian administrasi meminta kartu BPJS anak dan juga KTP saya. Seperti biasa ada beberapa dokumen/pernyataan yang harus diisi dan ditandatangani. Kemudian langsung dicarikan kamar, dan ternyata kamar kelas I yang sesuai dengan plafon penuh, akhirnya untuk sementara anak saya dirawat di kamar Kelas III. Petugas administrasi menginformasikan jika nanti kamar Kelas I sudah ada yang kosong maka langsung pindah.

Fasilitas kamar Kelas III RS. Telogorejo per kamar untuk 6 pasien, AC, televisi, ruangannya bersih dan nyaman. Setiap malam sekitar jam 19.00 ada petugas yang membagikan matras untuk tidur keluarga penunggu pasien. Kamar mandi juga bersih ada di luar (jaraknya dekat dengan kamar pasien).

Baru satu hari di Kelas III, perawat menginformasikan kalau sudah ada kamar Kelas I yang kosong dan anak saya langsung dipindahkan. Fasilitas Kelas I RS. Telogorejo per kamar untuk 2 pasien, tempat tidur pasien lebih nyaman karena bisa diatur, AC, televisi, kamar mandi di dalam lengkap dengan water heater. Untuk pelayanan dari dokter, perawat, petugas gizi maupun petugas kebersihan menurut saya sama saja, baik kelas III maupun kelas I semuanya sama baiknya.

positive_energy

Anak saya dirawat selama 7 hari, alhamdulillah hari Sabtu tanggal 21 Januari 2017 diperbolehkan pulang oleh dokter. Sebelum pulang perawat memberikan semua hasil lab, resume medis, surat ijin dari dokter, obat-obatan untuk di rumah dan surat kontrol yang sudah distempel BPJS-RI. Saat keluar saya hanya membayar Rp 27,500 saja (biaya non medis). Saya juga menerima kwitansi dan rincian biaya perawatan anak saya.

Alhamdulillah semuanya lancar dari masuk hingga keluar, terima kasih BPJS-RI, terima kasih RS. Telogorejo. Semoga semakin banyak orang berbagi cerita positif mengenai BPJS Kesehatan.

 
Leave a comment

Posted by on 24/01/2017 in Pelayanan publik

 

Tags: , , , , , , ,

Fungsi EXACT dalam Microsoft Office Excel

exactFungsi EXACT dapat digunakan untuk membandingkan dua buah teks apakah sama atau tidak. Jika kedua teks tersebut benar-benar sama, maka Excel akan menghasilkan “TRUE”, jika teks tersebut berbeda maka akan menghasilkan “FALSE”. Fungsi EXACT sangat sensitif tetapi mengabaikan perbedaan format (misalnya jika kedua teks tersebut sebenarnya sama tetapi memiliki warna yang berbeda, maka akan tetap dianggap sama).

Syntax

EXACT(teks1,teks2)

Teks1   adalah teks pertama yang ingin Anda bandingkan dengan Teks2.

Teks2   adalah teks kedua yang ingin Anda bandingkan dengan Teks1.

Catatan:

Selain menggunakan fungsi EXACT Anda juga dapat mengunakan tanda sama dengan dobel (==) untuk membuat perbandingan.

Contoh: =A1==B1 akan menghasilkan nilai yang sama seperti saat Anda menggunakan formula =EXACT(A1,B1).

Untuk lebih jelasnya silahkan melihat contoh di bawah:

 
1
2
3
4
A B
Teks pertama Teks kedua
ganendra ganendra
Ganendra ganendra
Ga nendra ganendra
Formula Deskripsi (Hasil)
=EXACT(A2,B2) Membandingkan apakah teks pada baris pertama sama (TRUE)
=EXACT(A3,B3) Membandingkan apakah teks pada baris kedua sama (FALSE)
=EXACT(A4,B4) Membandingkan apakah teks pada baris ketiga sama (FALSE)

Untuk mendapatkan tulisan di atas dalam bentuk pdf, silahkan klik link berikut: seduhteh-fungsi-exact-dalam-microsoft-office-excel

 
Leave a comment

Posted by on 27/12/2016 in Microsoft Excel

 

Tags: , ,

Permintaan untuk membuka file sebagai read-only

read-onlyJika Anda memiliki sebuah file Word dan tidak menginginkan pembacanya mengubah isi file tersebut baik secara sengaja atau tidak, maka Anda dapat mengaturnya sehingga saat pembaca membuka file tersebut akan ada rekomendasi agar pembaca membukanya sebagai file read-only.

Sebuah file read-only hanya dapat dibaca dan di-copy saja, tetapi tidak dapat diubah. Perubahan yang dilakukan pada file read-only, hanya akan tersimpan jika file tersebut disimpan sebagai file baru (sehingga tidak akan mengubah apapun pada file aslinya).

Lakukan langkah berikut untuk melakukannya:

  1. Klik pada Microsoft Office Button, klik Save As.
  2. Klik Tools, klik General Options.
  3. Pilih kotak centang Read-only recommended.
  4. Klik OK.
  5. Klik Save.

Maka saat Anda membuka file tersebut akan muncul kotak dialog seperti di bawah:

read-only-dialog

Klik Yes untuk membuka file tersebut dengan pengaturan read-only.

Untuk mendapatkan tulisan di atas dalam bentuk pdf, silahkan klik link berikut: seduhteh-permintaan-untuk-membuka-file-sebagai-read-only

Silahkan baca juga tulisan saya yang lain terkait dengan keamanan file berikut:

 
Leave a comment

Posted by on 21/12/2016 in Microsoft Word

 

Tags: , , , , ,