RSS

Mengabadikan Kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah

Jika sebelumnya saya berkesempatan untuk mengabadikan keindahan Klenteng Sam Poo Kong, akhir pekan kemarin saya beruntung bisa kembali ke Masjid Agung Jawa Tengah dan mengambil beberapa foto.

Sebagaimana sudah diketahui saat ini MAJT menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan muslim bahkan non muslim dari dalam dan luar kota Semarang. Arsitekturnya yang unik dan menarik menjadikan MAJT menjadi satu tempat yang wajib dikunjungi para pecinta fotografi. Arsitekturnya sendiri merupakan karya dari Ir. H. Ahmad Fanani yang memenangkan sayembara desain MAJT pada tahun 2001. Selain bangunan utama masjid yang megah, di sana juga terdapat menara setinggi 99 meter yang terpisah dari masjid dan dapat dinaiki pengunjung untuk melihat keindahan kota Semarang dari atas. Di sini disediakan teropong untuk melihat suasana kota dengan lebih dekat dan jelas.

Saat yang tepat untuk mengabadikan kemegahan MAJT adalah di pagi hari. Mengapa? karena pencahayaan matahari yang tepat dapat menghasilkan warna biru langit yang cerah dan semakin menambah keindahan arsitektur MAJT yang terekam kamera. Selain itu juga belum banyak pengunjung yang datang. Sehingga akan lebih leluasa untuk memotret dan membuat komposisi foto dengan jelas tanpa banyak objek yang mengganggu.

Jika Anda berniat untuk kesana pada malam hari, maka harus dipastikan untuk membawa peralatan fotografi tambahan seperti lampu flash dan tripod untuk mendapatkan hasil yang terbaik di tengah minimnya pencahayaan.

Tidak ada biaya yang dipungut untuk memasuki kawasan MAJT, Anda cukup membayar biaya parkir saja. Kecuali jika Anda berminat untuk naik ke atas Menara Asmaul Husna, maka akan dikenakan biaya per orang.

Menara Asmaul Husna

“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H”

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 21/05/2018 in Fotografi

 

Tags: , , , , ,

Mengabadikan Keindahan Klenteng Sam Poo Kong

Pintu Masuk Klenteng Sam Poo Kong

Lokasinya yang cukup dekat dengan jantung Kota Semarang, membuat Klenteng Sam Poo Kong menjadi salah satu tujuan wisata favorit, selain Lawang Sewu. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau (anak-anak Rp 3,000 dan dewasa Rp 5,000) membuat Klenteng ini dikunjungi banyak wisatawan dari berbagai latar belakang agama baik dari dalam kota maupun luar kota. Ini juga yang menjadikannya sebagai simbol kerukunan umat beragama di Semarang.

Klenteng Sam Poo Kong berdiri di lahan yang cukup luas dan terdiri dari beberapa bangunan. Yang menjadi ciri khas dari Klenteng ini adalah keberadaan sebuah patung besar yaitu patung Laksamana Zheng He atau dikenal juga dengan nama Cheng Ho. Beliau merupakan seorang pelaut dan penjelajah muslim dari Tiongkok yang sangat terkenal.

Arsitektur Klenteng Sam Poo Kong

Bagi yang hobi atau sedang belajar fotografi seperti saya, tempat ini wajib ada di dalam bucket list Anda. Beberapa hari yang lalu saya cukup beruntung bisa datang ke Klenteng Sam Poo Kong saat pagi hari sebelum banyak pengunjung yang datang. Dengan begitu kemegahan arsitektur Klenteng bisa diabadikan dengan bersih (tanpa banyak objek yang mengganggu). Warna bangunan Klenteng yang didominasi dengan merah sangat kontras dengan warna biru langit dan hijau pepohonan sebagai latar belakang. Hasil seperti ini tidak lepas dari peran pencahayaan sinar matahari yang tepat.

Ada banyak spot foto yang bisa diambil di Klenteng Sam Poo Kong ini. Selain bentuk keseluruhan dari bangunan yang unik dengan warna-warna solid yang kontras, kita juga bisa mengambil detail-detail dari ornamen yang melengkapi bangunan itu sendiri. Seperti misalnya ukiran di dinding, pattern atap, patung, lampion, dll.

 
1 Comment

Posted by on 15/05/2018 in Fotografi

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Serunya liburan ke Jogja naik angkutan umum

Kawasan Candi Prambanan Yogyakarta

Liburan ke Jogja memang sudah biasa ya… apalagi buat kita yang tinggal di Jawa Tengah dan sekitarnya. Tapi walaupun begitu Jogja tidak pernah gagal mengundang wisatawan untuk kembali datang. Selain terkenal sebagai Kota Pelajar, Jogja juga menawarkan banyak tujuan wisata mulai dari wisata sejarah, alam, edukasi, belanja, hiburan, dll.

Seperti saya dan keluarga juga sudah beberapa kali mengunjungi Kota Gudeg ini, tapi biasanya menggunakan kendaraan sendiri atau ikut dengan rombongan. Kemarin tanggal 28-29 April 2018 sedikit berbeda karena kita kesana dengan naik angkutan umum.

Bangunan di Kawasan Keraton

Berangkat dari Semarang hari Sabtu 28 April 2018 pukul 06.00, dari rumah kita naik GrabCar sampai Agen Bus Nusantara di Jl. Setia Budi No.168, Srondol Kulon, Banyumanik. Sampai sana ada bus jurusan Jogja yang standby, alhamdulillah tidak harus menunggu lama kira-kira pukul 06.30 bus berangkat. Tiket bus per orang Rp 45,000. Perjalanan kurang lebih 3 jam sampai pemberhentian terakhir yaitu Terminal Jombor kira-kira pukul 09.30.

Dari Terminal Jombor kita lanjut dengan Jogja Trans, tiketnya per orang hanya Rp 3,500. Tidak perlu khawatir jika tidak tahu rute sama sekali seperti kita, petugas Trans Jogja siap membantu. Karena kita ingin liburan ini juga ada edukasi ke anak, jadi tujuan pertama kita adalah Keraton Jogja. Sesuai informasi kita naik bis nomor A2 turun di Halte 3 Malioboro. Ini adalah halte terdekat dengan Keraton.

Brosur Keraton

Turun dari bis langsung disambut tukang becak yang sudah standby di dekat halte. Tukang becak menawarkan wisata keliling naik becak ke 3 tempat hanya Rp 10,000. Tapi sesuai pengalaman yang sudah pernah beberapa tahun lalu, kita biasanya dibawa berkeliling ke Toko oleh-oleh dengan harga yang lumayan mahal. Kenapa bayar becaknya murah karena tukang becak ini nanti akan mendapat fee dari Toko tersebut. Kali ini kita hanya murni pakai jasa becak untuk mengantar ke Keraton saja, biayanya Rp 15,000.

Sampai di Keraton cukup banyak pengunjung (sangat berbeda saat saya ke Keraton Solo, pengunjungnya hanya beberapa orang bisa dihitung). Tiket per orang hanya Rp 5,000 dan izin untuk foto Rp 2,000. Kita dibekali brosur yang berisi informasi mengenai bangunan apa saja yang ada di dalamnya. Masuk ke dalam suasananya asri dan bersih, kita masuki semua sudut ruangan yang ada di sana satu per satu dan menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam.

Puas keliling Keraton, perut mulai keroncongan. Kita cari makanan di sekitar Keraton, alhamdulillah ada warung yang lumayan dekat, namanya Bebakaran. Sesuai namanya warung ini menyediakan berbagai macam menu serba dibakar seperti tempe, sosis, bakso, ikan dan ayam. Tempatnya cukup nyaman bisa duduk di kursi atau lesehan, rasanya juga lumayan enak.

Warung Bebakaran

Kita makan sekalian istirahat kurang lebih 1 jam. Dari Bebakaran pesan GrabCar untuk ke Hotel. Jaraknya lumayan jauh karena kita menginap di Hotel Platinum yang ada di depan Bandara Adi Sucipto. Sampai Hotel kira-kira pukul 13.30 langsung check-in dan istirahat. Sore hari berenang, kebetulan sepi jadi berasa kolam sendiri. View-nya bagus sekali karena kolam renangnya ada di rooftop dan menghadap ke Bandara Adi Sucipto.

Kolam Renang Hotel Platinum Adi Sucipto Yogyakarta

Malam hari kita jalan-jalan di sekitar hotel untuk cari ATM, snack dan makan malam. Kita ke Pom Bensin di dekat hotel, di sana lengkap ada ATM berbagai macam Bank, mini market dan Dunkin’ Donuts. Di depannya ada yang jual jagung, ketela, pisang dan kacang rebus masih fresh dan anget, pas sekali untuk camilan di malam hari. Harganya juga murah untuk jagung, pisang (isi 2), ketela Rp 3,000 per biji dan kacang Rp 5,000 per porsi.

Mie Ayam & Bakso Idolaku Pak Tikno

Dari sini kita jalan ke sebelahnya ada warung Mie Ayam dan Bakso Idolaku Pak Tikno. Tempatnya sangat luas cocok sekali untuk rombongan. Walapun ramai pembeli, penyajiannya cukup cepat. Rasanya enak dan harganya juga murah jika dibandingkan dengan harga bakso di Semarang. Sudah puas dan kenyang kita kembali ke Hotel untuk istirahat.

Pagi harinya berenang sebentar kemudian sarapan di Hotel. Kira-kira pukul 09.00 kita check-out dan langsung menuju ke Candi Prambanan menggunakan GrabCar. Karena jarak dari jalan raya ke loket tiket lumayan jauh, kita minta Grab untuk mengantar sampai dalam (cukup tambah bayar parkir mobilnya).

Di sana langsung disambut penjaja sewa payung, karena memang cuacanya panas terik. Sewa payung hanya Rp 10,000 sampai selesai (tidak ada batas waktu). Candi Prambanan ternyata tidak kalah dengan Candi Borobudur, pengunjungnya ramai sekali sampai harus antre lumayan panjang di loket. Harga tiketnya untuk anak (usia 3-10 tahun) Rp 20,000 dan dewasa Rp 40,000. Agar tidak capek, barang bawaan dan tas bisa dititipkan ke tempat penitipan (gratis) yang ada di dekat loket.

Begitu masuk langsung ke area taman yang sangat luas dengan rumput hijau membentang, banyak pepohonan rindang dan kursi-kursi taman. Suasananya sangat bersih, nyaman, asri dan menenangkan, dijamin betah berlama-lama di sini. Di area taman ada beberapa orang yang memakai kostum seperti gatotkaca, iron man, transformer, dll atau burung hantu yang disewakan untuk berfoto bersama. Ada juga yang menyewakan self-balancing scooter, ini bisa untuk anak-anak atau dewasa. Biaya sewanya Rp 20,000 untuk 10 menit, Rp 35,000 20 menit atau  Rp 50,000 30 menit. Ini wajib sekali dicoba karena dijamin seru.

Self-Balancing Scooter di Kawasan Candi Prambanan

Puas bermain di taman kita menuju ke area candi. Siang hari panas terik tetap tidak menyurutkan minat pengunjung. Terutama buat yang hobi fotografi atau sekedar foto selfie, di sini banyak spot-spot yang wajib untuk menambah koleksi foto. Di sekeliling candi yang masih kokoh berdiri banyak sekali reruntuhan candi yang belum disusun kembali. Ini juga bisa jadi spot foto yang bagus.

Keluar dari area candi ada persewaan sepeda untuk mengelilingi keseluruhan area candi yang memang rasanya tidak mungkin dikelilingi dengan berjalan kaki. Biaya sewa untuk sepeda tandem (untuk 2 orang) Rp 20,000 dan sepeda biasa Rp 10,000. Karena sudah capek jalan kaki, kita pilih naik kereta, biayanya per orang Rp 10,000. Dengan kereta ini kita dibawa keliling area Candi Prambanan melewati beberapa Candi seperti Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Kereta berhenti sebentar kira-kira 10 menit di Museum. Di dalamnya berisi contoh replika yang menunjukkan bagaimana proses pemugaran candi dilakukan. Di sini kita juga bisa menukarkan tiket kereta dengan air mineral Aqua 330 ml. Dari sini kereta berjalan lagi melewati kandang rusa dan berhenti di depan pintu keluar.

Seperti halnya di kebanyakan tempat wisata, jalur keluar dari area candi sebelum ke area parkir harus melewati deretan panjang toko penjual oleh-oleh. Kita langsung mencari Mushola untuk sholat dzuhur, alhamdulillah ada di dekat area parkir. Tempatnya cukup luas dan bersih. Keluar dari area Candi Prambanan kurang lebih pukul 13.00 sudah waktunya makan siang, beruntung di seberang jalan ada Rocket Chicken.

Candi Prambanan Yogyakarta

Tanya ke tukang parkir, Halte Jogja Trans terdekat kira-kira 1 KM, lumayan juga kalau harus jalan kaki. Alhamdulillah Bapak tukang parkirnya baik, kita dibantu dicarikan orang yang mau antar ke halte. Kebetulan di sebelah baru ada anak-anak muda yang nongkrong dan mau dimintain tolong.

Tujuan kita adalah Terminal Jombor, sesuai informasi kita bisa naik bis A1 kemudian transit di Halte Bandara Adi Sucipto untuk pindah ke bis B5. Tapi sudah menunggu lama bis B5 tidak muncul juga. Justru yang datang adalah bis DAMRI dan ditawari petugas Trans Jogja kalau yang mau ke jurusan Terminal Jombor bisa naik tinggal bayar Rp 4,000 per orang, daripada menunggu lebih lama lagi akhirnya kita naik.

Sampai Terminal Jombor kira-kira pukul 14.30, pas ada bis jurusan Semarang yang sedang menunggu penumpang. Tidak lama bis langsung berangkat. Sampai Semarang kira-kira pukul 18.00, turun di daerah Sukun Banyumanik. Di sini sudah banyak taksi yang menunggu. Tapi karena mau pakai GrabCar, kita rela jalan sebentar sampai sebelah Swalayan Ada, baru order dari sini.

Alhamdulillah liburan singkat ke Jogja berjalan lancar, ternyata mudah kok naik angkutan umum. Apalagi jaman sekarang fasilitas trasportasi umum tidak kalah nyaman dengan kendaraan pribadi.

The Infinity Sky Bar Hotel Platinum Adi Sucipto

Tips buat yang berniat liburan dengan angkutan umum:

  • Pastikan kondisi badan fit, karena pasti kita perlu lebih banyak tenaga dibanding kalau naik kendaraan pribadi.
  • Riset lokasi tujuan agar tahu perkiraan jarak dan angkutan umum apa yang bisa dipakai.
  • Booking Hotel jauh-jauh hari.
  • Bawa pakaian ganti secukupnya, usahakan memakai backpack agar lebih praktis.
  • Pakai sepatu agar lebih nyaman saat jalan kaki dan berpindah angkutan.
  • Bawa bekal air minum dan snack untuk di perjalanan.
  • Siapkan uang pecahan kecil seperti 1/2/5/10/20-ribuan agar mudah saat bayar angkutan umum.
  • Bawa handphone, charger dan powerbank agar HP selalu ON sewaktu-waktu diperlukan.
  • Bawa sling bag untuk menyimpan barang penting seperti kamera, handphone dan dompet, pastikan selalu dibawa di bagian depan.
  • Jangan segan/malu bertanya!

Candi Prambanan

 
Leave a comment

Posted by on 04/05/2018 in Travelling

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Menabung di Bank Syariah Dapat Hadiah Insya Allah Berkah

Alhamdulillah sejak tahun 2012 saya sudah mulai menabung di Bank Syariah pertama di Indonesia yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), apalagi kalau bukan Muamalat. Bank Muamalat memiliki banyak program berbasis syariah yang ditawarkan untuk nasabah, salah satunya adalah Tabungan iB Muamalat Prima Berhadiah.

Tabungan iB Muamalat Prima Berhadiah ini cocok untuk Anda yang memiliki dana menganggur, maksudnya belum ada rencana untuk digunakan. Dengan menempatkan dana Anda dalam nominal tertentu dan jangka waktu tertentu ke Tabungan Prima, Bank Muamalat akan memberikan apresiasi atau lebih tepatnya hadiah kepada nasabah tanpa diundi.

Hadiahnya sudah ditentukan misalnya mulai dari yang paling kecil seperti Tupperware, Lock & Lock, TV, AC, Smartphone, Logam Mulia, Sepeda Motor hingga Mobil tergantung dari berapa jumlah dana yang Anda simpan. Tetapi jika Anda menginginkan hadiah lain yang tidak ada di dalam daftar juga bisa, misalnya seperti saya. Sudah lama saya jatuh hati dengan kamera mirrorless, tapi belum kesampaian beli. Alhamdulillah justru sekarang tidak perlu beli sendiri, Bank Muamalat memberikan kamera sesuai dengan spesifikasi yang saya inginkan secara cuma-cuma alias GRATIS. Tapi memang tidak bisa langsung bawa pulang hadiah, harus sabar menunggu kurang lebih 14 hari kerja (artinya Sabtu, Minggu dan hari libur tidak dihitung), ya lebih mudahnya kurang lebih 3 minggu dari pembukaan rekening. Contohnya saya buka rekening tanggal 10 April 2018, hadiah diantar tanggal 27 April 2018.

Gambar hanya contoh ilustrasi hadiah

Pertanyaannya, jika suatu saat sebelum jangka waktu yang ditetapkan kita membutuhkan dana tersebut, apakah bisa diambil? Jawabannnya bisa. Lalu berapa dana yang harus dikembalikan? Jumlah dana yang harus dikembalikan nanti akan dihitungkan oleh petugas dari Bank Muamalat. Jumlahnya adalah senilai hadiah yang kita terima dikurangi berapa lama dana sudah berjalan. Jadi tidak keseluruhan dari nilai hadiah yang harus dikembalikan.

Bagaimana? Tertarik untuk membuka tabungan di Bank Muamalat? Silahkan langsung datang ke kantor cabang terdekat di kota Anda. Sesuai informasi dari akun Instagram resmi Bank Muamalat, program ini masih berlaku hingga Juni 2018. Buruan ajak keluarga, kerabat dan sahabat untuk ramai-ramai menabung di Bank Syariah, Insya Allah semakin berkah.

 
Leave a comment

Posted by on 02/05/2018 in Investasi

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

E-KTP Berlaku Seumur Hidup

Bagi Anda yang melakukan perekaman E-KTP pada tahun 2012 (seperti saya) pasti di E-KTP tercantum masa berlaku 5 tahun (tepat dengan tanggal lahir Anda) yaitu tahun 2017. Tapi tidak perlu khawatir atau bingung untuk memperpanjang jika masa berlakunya sudah habis. Karena pada tanggal 29 Januari 2016 Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 470/295/SJ mengenai KTP Elektronik (KTP-el) Berlaku Seumur Hidup, menerangkan 3 poin penting sebagai berikut:

  1. Sesuai UU No. 24 Tahun 2013 KTP elektronik WNI berlaku seumur hidup.
  2. KTP elektronik yang sudah diterbitkan sebelum UU No. 24 Tahun 2013, juga berlaku seumur hidup. Jadi KTP elektronik yang sudah diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup dan tidak perlu diperpanjang walaupun telah habis masa berlakunya.
  3. Para Menteri dan Pimpinan Lembaga Non Kementerian diminta mematuhi ketentuan tersebut dan menyebarluaskan ke masyarakat.

Nah tentunya dengan adanya aturan ini masyarakat menjadi lebih mudah, sekarang tidak perlu repot-repot lagi untuk memperpanjang KTP setiap 5 tahun sekali. Apalagi sampai harus mengeluarkan uang yang tidak seharusnya untuk calo.

Jika saat mengurus sesuatu hal, ada lembaga atau instansi yang ngotot E-KTP Anda sudah habis masa berlakunya dan minta E-KTP baru dengan tertulis masa berlaku seumur hidup, Anda tinggal tunjukkan saja surat edaran resmi dari Menteri Dalam Negeri tadi. Karena disitu sudah jelas di poin 3 bahwa semua lembaga harus mematuhi ketentuan ini. Jadi aneh kalau sampai saat ini masih ada lembaga yang belum tahu mengenai aturan ini.

Memang informasi ini sudah terlambat bagi sebagian orang, tapi tidak ada salahnya tetap saya bagi karena mungkin di luar sana masih ada yang belum tahu mengenai informasi penting ini.

Silahkan download Surat Edaran di sini: SE_MDN_tentang_KTP-el_Untuk_Menteri_Kabinet_Kerja

 
Leave a comment

Posted by on 27/03/2018 in Pelayanan Publik

 

Tags: , , , , , ,

Mau tanaman yang mudah dirawat, mudah didapat dan indah dilihat, Spider Plant pilihannya

Dari namanya saja, tanaman ini kedengarannya sudah keren, jadi teringat superhero Marvel favorit saya he..he..he… Spider plant memiliki nama ilmiah Chlorophytum comosum. Tanaman ini memiliki beberapa nama lain seperti Airplane plant, Spider ivy, Ribbon plant, dll. Kalau di Indonesia sering disebut juga dengan Lili Paris. Spider plant lebih banyak dikenal sebagai tanaman indoor walaupun juga bisa dijadikan sebagai tanaman outdoor.

Biasanya spider plant dijadikan tanaman hias di dalam ruangan seperti di ruang tamu, kamar tidur atau ruang kantor. Untuk jenis pot tanamnya bisa di pot biasa, pot gantung atau pot dinding. Selain tampilannya yang dominan dengan warna hijau yang menyegarkan, spider plant juga berfungsi menyerap polusi udara.

Untuk Anda yang sibuk, tanaman ini cocok sekali, karena perawatannya sangat mudah. Tidak perlu disiram setiap hari, cukup 2 atau 3 kali sehari. Spider plant akan berkembang dengan baik dengan cahaya yang terang dan tidak terkena secara langsung. Usahakan agar tanah/ media tanam jangan terlalu basah, karena justru dapat menyebabkan akar membusuk. Jika spider plant diletakkan di dalam ruangan, cukup dikeluarkan sesekali untuk mendapat cahaya matahari. Spider plant termasuk jenis tanaman yang cukup bandel hampir sama dengan snake plant atau sanseviera. Jadi kebangetanlah kalau punya spider plant sampai mati he..he..he…

Bagaimana? mulai tertarik untuk menanam spider plant di rumah? jangan khawatir, spider plant ini mudah didapat dengan harga yang murah. Biasanya dijual di dalam plastik polybag ukuran kecil. 1 polybag harganya sekitar 3 ribu. Tapi kalau kita beli banyak masih bisa dapat diskon. Hampir di semua toko tanaman hias pasti menjual spider plant. Misalnya kalau di Semarang langganan saya ada di Jl. Arteri Sukarno – Hatta dekat dengan Pom Bensin Masjid Agung. Di sana juga menjual berbagai macam tanaman hias, media tanam, pupuk dan pot dengan harga miring. Tapi walaupun begitu kalau beli di sana jangan lupa ditawar ya…

 

 
Leave a comment

Posted by on 01/03/2018 in Gardening

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Malas ke pasar? pesan saja via tumbas.in

Ibu-Ibu jaman now sebagian besar malas belanja ke pasar tradisional; maunya ke mall, minimarket atau supermarket. Tapi bukan salah mereka juga kalau malas ke pasar, karena biasanya pasar tradisional identik dengan kotor, bau, berantakan dan kalau tidak pandai/berani menawar bisa-bisa dapat harga lebih mahal dari supermarket. Atau ada juga beberapa penjual yang kurang ramah, kalau ditawar dagangannya malah marah-marah (yang ini saya pernah mengalami sendiri); nah hal-hal seperti ini yang membuat orang jadi malas ke pasar tradisional. Tapi walaupun begitu pasar tradisional masih punya penggemarnya sendiri.

Untuk yang malas ke pasar, apalagi yang rumahnya tidak pernah dilewatin pedagang sayur keliling; sekarang tidak perlu khawatir karena sudah ada aplikasi buatan anak muda kreatif Semarang untuk menjawab hal ini. Namanya tumbas.in, sesuai namanya tumbas artinya beli atau kalau saya lebih suka digabung jadi tumbasin alias beliin. Aplikasi ini bisa digunakan untuk belanja kebutuhan sehari-hari yang biasa dijual di pasar tradisional seperti sayur-mayur, buah-buahan, bumbu dapur, ikan segar, daging, aneka lauk-pauk, sembako, dll secara online.

Saya tahu pertama kali dari liputan NET TV Jateng, tidak lama langsung download aplikasinya di Playstore. Tidak ada biaya registrasi atau biaya tambahan lain. Saat coba belanja pertama kali, kebetulan masih ada promo free ongkir berapapun belanjanya. Saya langsung cocok dan keterusan langganan belanja sampai sekarang. Untuk saat ini free ongkir hanya berlaku untuk minimal belanja Rp 50,000.

Aplikasi ini sangat membantu khususnya untuk Ibu rumah tangga yang juga aktif bekerja. Seperti saya, biasanya pesan malam hari jadi besok paginya belanjaan sudah diantar ke rumah. Tapi tidak harus selalu pesan malam hari; pesan pagi, siang atau sore juga bisa dengan estimasi pengiriman antara 2-3 jam setelah pemesanan.

Untuk harganya sekilas saya membandingkan dengan harga di pasar tradisional hanya terpaut kurang lebih 10%. Misalnya harga tempe 1 pcs di pasar Rp 5,000 maka di tumbas.in harganya Rp 5,500. Selain itu kita juga bisa request khusus. Misalnya saya biasa beli udang minta dibuang kepalanya atau dikupas, beli ikan segar minta dibersihkan sekalian, dst; cukup ditulis saja di kolom keterangan saat kita memesan. Jadi terima belanjaan di rumah sudah tidak perlu report lagi. Tinggal dicuci bersih sudah siap dimasak.

Ini sebenarnya idenya sederhana tapi manfaatnya luar biasa. Selain memudahkan Ibu rumah tangga belanja juga secara tidak langsung membantu pedagang-pedagang di pasar tradisional. Menurut saya ini salah satu contoh bahwa kemajuan teknologi tidak selalu mematikan hal-hal yang bersifat konvensional, buktinya tumbas.in ini justru bisa menjadi jembatan untuk kedua hal yang bertolak belakang.

Notes: Aplikasi ini baru tersedia untuk Kota Semarang dan sekitarnya.

 
1 Comment

Posted by on 15/02/2018 in Serba Serbi

 

Tags: , , , , , , ,