RSS

Sanseviera tanaman cantik dan bermanfaat favorit saya…

Sanseviera sering disebut juga dengan Snake Plant atau Mother Inlaw’s Tounge atau kalau di Indonesia dikenal dengan tanaman Lidah Mertua. Kira-kira kenapa ya kok bisa dikasih nama lidah mertua? kurang tahu pastinya, tapi menurut saya mungkin karena bentuknya yang tipis memanjang dengan ujung yang meruncing/tajam seperti lidah. Nah kenapa harus lidah mertua? bukannya semua orang juga punya bentuk lidah yang hampir sama? ini kemungkinan sangat lekat hubungannya dengan opini atau pendapat umum tentang mertua dari kaca mata menantu #IMO. Anyway cukup tentang mertuanya tidak perlu diperpanjang lagi biarkan ini menjadi misteri para mertua dan menantu he..he..he…

Back to Sanseviera, sebenarnya lebih spesifik yang biasa disebut dengan Lidah Mertua adalah salah satu dari varian sanseviera yang bernama Sansevieria Trifasciata Laurentii. Karena Sanseviera sendiri punya banyak sekali varian, beberapa diantaranya bisa dilihat di foto berikut:

Saya jatuh cinta dengan tanaman ini karena selain tampilannya yang minimalis, perawatannya juga mudah dan yang paling penting sangat bermanfaat untuk menyerap polusi udara. Ini sesuai dengan hasil penelitian dari NASA Clean Air Study bahwa Sanseviera mampu menjernihkan udara dengan menyerap beberapa racun seperti formaldehyde, xylene, dan toluene. Sansevieria memiliki proses metabolisme yang mampu menyerap karbon dioksida pada malam hari, dan melepaskan oksigen pada siang hari. Sehingga Sanseviera ini sangat cocok dijadikan tanaman indoor. Seperti di rumah, semua Sanseviera saya letakkan di dalam ruangan. Selain cantik untuk hiasan juga baik untuk kesehatan. Jangan lupa jika ada anak kecil di rumah perlu diperhatikan karena Sanseviera ini beracun jika sampai tertelan.

Yang belum punya Sanseviera di rumah, coba deh mulai tanam setidaknya 1 pot dulu, karena Sanseviera ini mudah dikembang-biakkan. Cukup beli 1 pot tunggu beberapa bulan pasti tumbuh tunas-tunas kecil yang bisa dipindahkan ke pot-pot lain. Atau yang punya lahan cukup luas bisa langsung ditanam di tanah atau taman sekitar rumah dijamin lebih cepat berkembang.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 12/12/2017 in Gardening

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Cara menghapus tabel atau menghapus isinya saja

Saat bekerja menggunakan Microsoft Word, Anda dapat menghapus keseluruhan tabel atau hanya menghapus isinya saja tanpa menghapus tabel tersebut.  

Menghapus tabel dan isinya:

  1. Klik pada tabel.
  2. Di bawah Table Tools, klik tab Layout.
  3. Pada grup Rows & Columns, klik Delete, kemudian klik Delete Table.

 Menghapus isi tabel:

  1. Pada tab Home, grup Paragraph, klik Show/Hide.

  1. Pilih item yang ingin Anda hapus.

  1. Tekan DELETE.

Untuk mendapatkan tulisan di atas dalam bentuk pdf, silahkan klik link berikut: seduhteh-cara menghapus tabel atau menghapus isinya saja

 
Leave a comment

Posted by on 08/12/2017 in Microsoft Word

 

Tags: , , , , , ,

Cara membuat watermark tiruan di Excel

Fungsi Watermark sebenarnya tidak tersedia di dalam Microsoft Office Excel. Tetapi jika Anda ingin menampilkan suatu gambar pada tiap halaman yang dicetak (misalnya, untuk menunjukkan bahwa informasi tersebut rahasia/penting), Anda dapat menyisipkan gambar pada header atau footer. Dengan cara ini maka gambar akan muncul di belakang teks pada bagian atas atau bawah dari tiap halaman. Anda juga dapat mengatur ukuran dari gambar tersebut sesuai dengan kebutuhan.

  1. Klik pada worksheet yang ingin Anda beri watermark.
  2. Pada tab Insert, grup Text, klik Header & Footer.
  3. Di bawah Header, klik pada kotak Left section, Center section, atau Right section.
  4. Pada tab Design dari Header & Footer Tools, grup Header & Footer elements, klik Picture kemudian cari gambar yang Anda ingin sisipkan.
  5. Double-click pada gambar untuk menyisipkannya.
  6. Untuk mengatur ukuran gambar, klik Format Picture pada grup Header & Footer elements, pada kotak dialog Format Picture, pilih pilihan yang Anda inginkan pada tab Size.

Catatan:

  • Perubahan pada gambar atau format gambar akan terjadi segera dan tidak dapat dibatalkan.
  • Jika Anda ingin menambahkan ruang kosong di atas atau di bawah gambar, klik sebelum atau sesudah &[Picture], kemudian tekan ENTER.
  • Untuk mengganti gambar, pilih &[Picture], klik Insert Picture , klik Replace.
  • Sebelum mencetak, pastikan bahwa margin header atau footer memungkinkan cukup ruang untuk kustom header atau footer.
  • Untuk menghapus gambar, pilih &[Picture] kemudian tekan tombol DELETE.

Untuk mendapatkan tulisan di atas dalam bentuk pdf silahkan klik link berikut: seduhteh-cara membuat watermark tiruan di excel

 
Leave a comment

Posted by on 16/11/2017 in Microsoft Excel

 

Tags: , , , , ,

Ini Martabak Telur Favorit Saya

Siapa sih yang nggak suka makan martabak? Makanan ini mudah sekali didapat, hampir ada di mana-mana, harganya terjangkau dan cocok sekali untuk teman ngeteh/ngopi malam hari bersama keluarga. Saya suka sekali dengan martabak telur, karena rasa gurihnya yang dominan pas sekali dipadukan dengan asamnya acar dan pedasnya cabe.

Salah satu martabak favorit saya ada di Jl. Thamrin (tepatnya di depan kursus stir mobil Senior, seberangnya Pertamina). Jualnya pakai mobil pick-up yang bagian belakangnya dimodifikasi seperti food truck modern tapi kalau ini lebih sederhana. Namanya Martabak Nasional Bang Zein, sudah pernah dengar? atau mungkin sudah lama langganan?

Ternyata martabak ini sudah ada cukup lama, dulu ada di depan gedung GRIS Jl. Pemuda yang sekarang sudah jadi Mall Paragon. Setelah itu kurang tahu jualan dimana, baru beberapa bulan ini mulai jualan di Jl. Thamrin. Sekarang yang jualan sudah bukan Bang Zein lagi tapi digantikan anaknya.

Kenapa saya suka sekali dengan Martabak Nasional Bang Zein ini? Tentunya karena rasanya enak, isiannya banyak/lebih tebal (dibanding dengan martabak di tempat lain), acarnya juga seger, dan yang membedakan dengan martabak lain adalah saus khusus dengan rasa unik. Sausnya berwarna coklat dengan rasa campuran antara manis, asam dan gurih, hampir sama dengan saus Lunpia tapi sedikit lebih encer.

Harga dari Martabak Nasional Bang Zein ini hampir sama dengan martabak di tempat lain, misalnya Rp 15,000 untuk martabak biasa dengan 1 telur. Daftar harga lengkap silahkan bisa dilihat di foto berikut.

Kalau kebetulan Martabak Nasional Bang Zein tutup, saya biasa beli Martabak di dekat Indomaret Pasar Kembang Bergota atau Martabak Malabar di Jl. Depok. Tiga tempat itu adalah favorit saya, karena tentu saja selain lokasinya dekat dengan rumah rasanya juga enak. Silahkan bisa dibuktikan kalau kebetulan lewat daerah sana bisa mampir beli. Kalau ada yang punya rekomendasi lain, silahkan bisa share di comment.

 
Leave a comment

Posted by on 26/07/2017 in Kuliner

 

Tags: , , , , , , ,

Lewat Bawen wajib mampir Eling Bening dan Bakso Rahayu

Dengar Bakso Rahayu tidak sengaja dari saudara yang berkunjung saat lebaran. Dari ceritanya sepertinya Bakso Rahayu ini spesial dan lain dari yang lain, jadi penasaran pengen nyobain. Kebetulan sekali tidak perlu menunggu lama, masih di momen Hari Raya silaturahmi ke rumah saudara yang ada di Ungaran sekaligus mampir ke Eling Bening yang lagi ramai jadi tujuan wisata.

Eling Bening ini lokasinya dekat dengan terminal Bawen, biaya masuk per orang Rp 15,000 (anak-anak tidak dihitung), parkir mobil Rp 5,000. Karcis masuknya bisa ditukar dengan air minum aqua botol ukuran 500 ml. Lokasi wisatanya masih terus diperluas dan ditambah berbagai macam fasilitas. Di sana kita bisa melihat pemandangan sambil menikmati hidangan resto atau sekedar makan es krim atau sosis bakar. Untuk anak-anak bisa juga main flying fox atau berenang. Sekarang juga disediakan tenda untuk camping keluarga. Tapi tujuan utama kebanyakan wisatawan yang kesana adalah foto selfie dengan background pegunungan dan juga rawa pening.

Puas menikmati pemandangan di Eling Bening kita langsung pulang sambil mencari lokasi Bakso Rahayu. Ternyata lokasinya sangat mudah ditemukan ada di Jl. Raya Bawen-Semarang, kalau kita dari arah Bawen menuju Semarang ada di sebelah kiri jalan setelah Apac Inti.

Tempatnya cukup luas ada 2 lantai dan kebetulan saat kesana tidak terlalu ramai pengunjung. Begitu masuk kita langsung bisa melihat aneka macam bakso yang ditata rapi di dalam etalase kaca. Baksonya sangat beragam, ada bakso halus, bakso kasar (urat), bakso pangsit, bakso babat, bakso keju, dll (silahkan bisa lihat daftar menu). Bagi yang tidak suka bakso bisa pesan menu lain seperti rawon, ayam goreng, gule sapi, sop buntut, dll. Di sini juga menyediakan aneka macam wedang seperti  wedang roti, jahe, bajigur, dll.

Menu Makanan Bakso Rahayu

Kita langsung cari tempat di atas dan pesan menu. Karena rombongan 9 orang jadi pesan menunya juga beda-beda. Tidak lama menu yang kita pesan datang. Sebelum dimakan kebetulan sempat foto 3 macam bakso. Langsung cobain kuahnya dulu tanpa diberi sambal, saus, dll ternyata rasanya memang juara. Kalau kuahnya saja sudah enak apalagi baksonya. Bakso Rahayu ini jenis bakso yang kuahnya bening tidak berlemak jadi seger sekali.

Menu Minuman Bakso Rahayu

Saya pesan bakso pangsit, isinya bakso halus 3 buah dan pangsit goreng 2 buah (tanpa mie/bihun). Baksonya enak, kenyal dan terasa dagingnya tidak banyak campuran, pangsit gorengnya juga renyah dan enak. Untuk bakso kasar (urat) 1 porsi isi 3 buah (tanpa mie/bihun). Baksonya mantap sekali, walapun cuma 3 buah tapi pasti puas karena ukurannya besar. Untuk bakso mie isinya bakso halus 4 buah dan mie kuning.

Kalau saudara saya bilang Bakso Rahayu ini spesial memang benar, lain kali lewat ke arah Bawen pasti mampir lagi. Harganya memang cukup mahal dibandingkan dengan bakso lain tapi sesuai dengan rasanya. Dijamin puas makan di Bakso Rahayu. Saya heran kenapa saat browsing Bakso Rahayu tidak ada tulisan/review tentang Bakso Rahayu padahal warungnya sudah ada 20 tahun lebih dan sangat layak untuk direkomendasikan.

 
Leave a comment

Posted by on 03/07/2017 in Kuliner, Wisata

 

Tags: , , , , , , ,

Jepara pilihan liburan selain Jogja dan Solo

Bulan April 2017 benar-benar bulan yang menyenangkan menurut saya, kenapa? Karena ada 3 kali long weekend. Cocok sekali untuk liburan keluarga sebelum bulan puasa. Kita ambil long weekend yang terakhir tanggal 29 April – 1 Mei. Tujuan kali ini yang dekat-dekat saja yaitu Jepara. Kenapa Jepara? Karena pilihan dekat yang lain seperti Jogja dan Solo, sudah pasti padat saat long weekend seperti ini. Niatnya pengen liburan malah bisa stres karena macet sepanjang perjalanan. Lain dengan Jepara, perjalanan dijamin lancar, anti macet.

Seminggu sebelumnya saya sudah booking hotel via aplikasi Trip Advisor, mudah sekali. Trip Advisor ini aplikasi yang sangat cocok untuk mencari referensi liburan, seperti rekomendasi hotel, tempat makan, lokasi wisata, dll.

Kita berangkat sabtu pagi (tanggal 29 April) dari Semarang langsung menuju ke Pantai Bondo Jepara. Pantai ini lokasinya cukup jauh ada di paling ujung, jadi sengaja berangkat pagi agar bisa puas bermain di pantai sebelum check-in hotel. Beberapa bulan sebelumnya sudah pernah ke sini, tempatnya masih sepi belum banyak pengunjung, jadi masih bersih dan lebih nyaman dibandingkan dengan Pantai Bandengan atau Pantai Kartini yang selalu ramai pengunjung. Pantai Bondo ini unik karena ada sawah di samping kanan dan kiri jalan sebelum masuk ke lokasi. Pantai ini juga dikenal dengan Pantai Ombak Mati karena di sana airnya sangat tenang, hampir tidak ada ombak besar.

Pantai Bondo Jepara

Sampai pantai sekitar pukul 10.00 langsung masuk lokasi parkir, tidak terlihat petugas yang menjual karcis masuk maupun parkir. Belum ada mobil sama sekali, jadi kita yang pertama. Kondisi sekarang sudah sedikit berbeda dari beberapa bulan lalu, sekarang sudah ada tempat mandi/ toilet umum di dekat pantai. Ada juga beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman seperti es kelapa muda dll. Warung ini juga menyediakan meja kursi untuk tempat santai dan berteduh. Jadi kalau malas kepanasan main di pantai bisa duduk-duduk santai di pinggir pantai. Puas dan sudah capek bermain di pantai kira-kira 2 jam kita kembali ke kota untuk check-in hotel dan istirahat. Kebetulan lokasi hotel tempat menginap ada di pusat kota, jadi enak mau kemana-mana.

Malam harinya kita ke pusat kuliner malam atau pujasera yang lokasinya tepat ada di belakang Jepara Shopping Center dekat dengan Alun-Alun. Tempatnya cukup luas dan ramai pengunjung. Ada banyak warung-warung yang menjual berbagai macam makanan, seperti aneka kerang, seafood, nasi goreng, ayam goreng, ikan bakar, aneka gorengan, es gempol, andon-andon coro dll.

Aneka Kerang di Pusat Kuliner Jepara Shopping Center

Tidak berlama-lama langsung cari tempat dan pesan makanan, kita pilih kerang, nasi goreng, es gempol, dan andon-andon coro (ini yang paling bikin penasaran). Kalau ada yang belum tahu andon-andon coro ini hampir seperti ronde karena ada rasa jahe yang menghangatkan tapi kuahnya kental seperti bubur, dan di dalamnya diberi potongan daging kelapa muda. Untuk kerang ada beraneka macam seperti kerang batik, kerang hijau, kerang darah, tiram, srimping, dan juga kepiting. Kerangnya sudah direbus, jadi tinggal request mau dimasak apa misalnya saus tiram, goreng mentega, saus padang atau asam manis. Harga di pujasera ini terjangkau, misalnya untuk 1 porsi kerang (porsinya cukup besar) hanya Rp 20,000.

Perut kenyang lanjut jalan-jalan ke Alun-Alun Jepara, cukup jalan kaki saja dari pujasera tidak perlu parkir lagi. Kalau di Semarang, ini seperti Simpang Lima. Ada banyak yang menyewakan sepeda hias, komunitas anak muda seperti skateboard, live music dan pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman.

Pantai Teluk Awur Kawasan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNDIP

Pagi harinya sarapan di hotel lanjut berenang, persiapan untuk check-out kira-kira jam 10.00 keluar dari hotel. Kita langsung menuju Teluk Awur. Sengaja tidak masuk ke pantai Teluk Awur yang biasanya jadi tujuan wisata (karena dulu pernah ke sini tempatnya kotor). Kita pilih berhenti di tempat lain yang ada di dalam kawasan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNDIP (± 1 KM dari Pantai Teluk Awur). Tempatnya sedikit tersembunyi dan sepi, tapi ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman. Setelah masuk dan jalan kaki beberapa meter ternyata di sini ada banyak perahu nelayan yang sedang bersandar. Di sini kita tidak bisa bermain di pantai, tapi kita bisa duduk-duduk santai menikmati suasana yang sepi, teduh dan jauh dari keramaian.

Ayam Goreng Kremes Pak Pono Jepara

Sambal Khas Ayam Goreng Kremes Pak Pono

Di sana kurang lebih 1 jam kita kembali ke kota untuk makan siang. Lagi-lagi tahu tempat makan ini dari Trip Advisor. Ayam goreng kremes Pak Pono lokasinya ada di Jl. HOS Cokroaminoto Jepara (dekat dengan hotel tempat kita menginap). Memang benar makanan di sini enak dan harganya terjangkau. Untuk 1 porsi ayam goreng, nasi dan es teh hanya Rp 20,000. Di sana ada 2 pilihan sambal, sambal matang (cabe merah) yang tidak begitu pedas dan sambal hijau (cabe rawit) yang pedasnya nendang. Karena sambal hijaunya ini terbatas, jadi kalau kita datang agak siang sudah habis. Alhamdulillah kita orang terakhir yang kebagian sambal hijau. Highly recommended, lain kali berkunjung ke Jepara pasti kita mampir kesana lagi.

 
Leave a comment

Posted by on 03/05/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Liburan yang menyegarkan ke Dieng

Kawah Sikidang

Alhamdulillah kali ini kita bisa liburan lagi ke Dieng. Walaupun ini bukan pertama kalinya kesana, tapi menjadi berbeda karena kali ini kita berencana untuk menginap. Berangkat dari rumah Sabtu pagi sampai Dieng siang menjelang sore. Suhu di sana sangat dingin, karena dataran tinggi Dieng ini berada kira-kira 2,000 meter di atas permukaan laut. Kita langsung menuju ke objek wisata yang terdekat yaitu Komplek Candi Arjuna. Di sana sedikit gerimis, tapi tidak menyurutkan kita untuk eksplor tempat bersejarah ini.

Tiket masuk ke Komplek Candi Arjuna sangat terjangkau hanya Rp 15,000 per orang, anak-anak tidak dihitung. Karena ini komplek, jadi di sana ada beberapa candi. Diantaranya Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Gatotkaca dan masih ada lagi beberapa candi lainnya. Saat kita di sana ada beberapa candi yang sedang dipugar. Lokasi sekitar candi sangat bersih, asri dan sejuk. Dari lokasi candi kita juga bisa melihat pemandangan pegunungan hijau yang terhampar di sekelilingnya.

Dari Candi kita langsung menuju ke Kawasan Dieng Plateau. Tiket masuk kawasan ini juga sangat terjangkau hanya Rp 10,000 per orang, sekali lagi anak-anak tidak dihitung. Objek yang terdekat dari loket adalah Telaga Warna, tapi karena sudah sore objek-objek wisata di sana sudah tutup. Sesuai informasi dari petugas, tiket ini masih bisa digunakan hari berikutnya. Tiket sudah termasuk tiket gratis ke Dieng Plateau Theater dan Tuk Bima Lukar.

Komplek Candi Arjuna

Akhirnya kita putar balik dan mulai mencari penginapan. Di sepanjang jalan dari Kawasan Dieng Plateau menuju Komplek Candi Arjuna ada banyak sekali penginapan, hotel atau homestay. Kita coba masuk satu per satu, tapi ternyata hampir semuanya sudah full booked. Sebenarnya masih ada beberapa yang kosong, tapi sayangnya kita kurang cocok. Hopeless sudah malam belum juga dapat penginapan, sampai akhirnya bertemu dengan seseorang yang menawarkan untuk membantu mencarikan homestay.

Alhamdulillah masih rezeki kita, akhirnya dapat homestay yang cocok. Walaupun lokasinya tidak di pinggir jalan raya, tapi masih dekat hanya masuk gang kira-kira 30 meter. Namanya Homestay Cemara milik Ibu Kristina, lokasinya ada di Gang Harmoni. Rumah Ibu Kristina ini tidak telalu besar, ada 2 lantai. Lantai 1 untuk garasi, lantai 2 untuk penginapan. Lantai 2 ini ada 2 kamar tidur (masing-masing 1 bed ukuran 160×200), kamar mandi dengan air hangat, ruang TV, balkon, dapur lengkap dengan peralatan masak (kompor, magicom, panci, dll), peralatan makan (piring, gelas, sendok, garpu), dispenser, gula, teh, kopi dan bumbu dapur.

Gang Harmoni (lokasi Homestay Cemara)

Di depan ruang TV juga disediakan 1 bed (ukuran 160×200) dan 1 sofa bed yang bisa dibuka dan difungsikan sebagai tempat tidur. Untuk selimut tidak usah khawatir karena Ibu Kristina menyediakan selimut yang super tebal dan juga jumlahnya banyak. Dan yang paling penting Homestay Cemara ini bersih dan pemiliknya sangat ramah. Masih ada satu lagi fasilitas yang bisa kita pakai yaitu wifi. Harganya juga terjangkau sesuai dengan fasilitasnya. Jadi sangat recommended.

Homestay Cemara

Malam hari kita jalan-jalan keluar sekalian mencari tempat makan. Ada beberapa tempat makan yang buka dan pilihan kita jatuh ke Warung Gubuk Bang Jarwo. Tempatnya kecil tapi ramai pengunjung. Harganya terjangkau dan rasanya lumayan enak. Tapi karena pengunjungnya banyak jadi penyajiannya cukup lama.

Daftar Menu Gubuk Bang Jarwo

Esok harinya sesuai dengan rekomendasi dari Ibu Kristina, kita mendaki ke Bukit Skoter yang letaknya dekat dengan homestay. Puncak Skoter ini bisa dilihat dari balkon homestay Cemara. Kita berangkat pagi kira-kira jam 05.15, jalan kaki melewati pemukiman penduduk. Lepas dari pemukiman mata kita akan dimanjakan dengan hamparan hijau lahan  pertanian penduduk setempat. Sebagian besar penduduk di sana menanam kentang dan sayur-mayur lainnya seperti kubis, wortel, dan di bagian pinggir lahan banyak ditanami pohon carica yang mirip sekali dengan pepaya. Carica biasanya diolah dan dikemas menjadi oleh-oleh khas Dieng.

Tanaman kentang dan carica di sepanjang perjalanan menuju Bukit Skoter

Sampai di puncak bukit Skoter sudah ada beberapa orang di sana, tapi belum ramai. MasyaAllah pemandangan dari atas bukit ini sangat indah, kita seperti berada di atas awan. Udaranya sangat sejuk dan segar. Puas di puncak skoter kita kembali ke Homestay untuk mandi dan sarapan pagi. Kita putuskan langsung checkout, agar tidak bolak balik, setelah dari lokasi wisata bisa langsung pulang.

View dari perjalanan menuju Bukit Skoter

Lokasi tujuan kita yang pertama adalah Dieng Plateau Theater. Di sana sudah ramai pengunjung, tapi alhamdulillah begitu kita sampai langsung bisa masuk theater tidak perlu menunggu lama. Di dalam theater kita bisa melihat film tentang dataran tinggi Dieng, film ini menceritakan sejarah, geografis dan budaya yang ada di dataran tinggi Dieng. Durasi film kira-kira 30 menit.

Dieng Plateau Theater

Lokasi tujuan yang kedua yaitu Kawah Sikidang. Lokasinya cukup dekat dengan Dieng Plateau Theater. Tiket masuknya Rp 15,000 per orang, tapi ternyata karena kita kemaren sudah ke Komplek Candi Arjuna jadi tidak dipungut biaya lagi alias gratis. Masuk ke kawasan wisata kita harus jalan kaki melewati pasar, dan di sepanjang jalan menuju kawah ada banyak penjual yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Dieng seperti sayur-mayur, aneka macam keripik, carica, kaos atau sweater, dll.

Spot foto dengan burung hantu di Kawah Sikidang

Di dalam lokasi Kawah Sikidang ada banyak spot-spot foto yang sepertinya dibuat oleh penduduk setempat. Untuk bisa foto di sana kita diminta membayar seikhlasnya atau ada juga yang mematok harga Rp 2,000. Bisa juga foto dengan kuda atau burung hantu, dengan biaya sewa Rp 5,000 per orang.

Spot foto dengan kuda di Kawah Sikidang

Sebenarnya masih banyak lokasi wisata lainnya, tapi karena waktu yang terbatas kita terpaksa langsung pulang. Agar suasana berbeda untuk rute perjalanan pulang kita melewati Perkebunan Teh Tambi. Jadi di sepanjang perjalanan pulang-pun mata kita tetap dimanjakan dengan hamparan hijau kebun teh dan udara yang segar.

Kalau Anda bingung liburan nanti mau kemana, Dieng bisa menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang terjangkau. Jangan lupa persiapkan perbekalan yang cukup terutama baju tebal. Semoga cerita perjalanan kita bisa menjadi referensi untuk kunjungan Anda ke Dieng.

 
Leave a comment

Posted by on 28/03/2017 in Wisata

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,